Mataredaksi.com, BOGOR – Pelatih Società Sportiva Calcio Napoli, Antonio Conte menolak menyalahkan para pemainnya usai kekalahan 0-3 dari Juventus FC. Ia justru menyoroti kepemimpinan wasit dan menilai pembahasan soal peluang Scudetto Napoli saat ini sebagai sesuatu yang “tidak masuk akal”.
Napoli menelan kekalahan tandang telak saat menghadapi Juventus pada pekan ke-22 Serie A Italia 2025/2026, di Stadion Allianz, Minggu malam waktu setempat. Hasil tersebut membuat Partenopei kini tertinggal sembilan poin dari pemuncak klasemen Inter Milan.
Napoli Datang dengan Kondisi Darurat
Napoli menghadapi laga berat di Turin dengan kondisi skuad pincang. Conte harus kehilangan sepuluh pemain utama, termasuk Kevin De Bruyne, Billy Gilmour, David Neres, Matteo Politano, Amir Rrahmani, dan Vanja Milinković-Savić.
BERPELUKAN – Antonio Conte, Pelatih Kepala SSC Napoli, berinteraksi berpelukan dengan Luciano Spalletti, Pelatih Kepala Juventus usai pertandingan Serie A, di Stadion Allianz, pada Senin (26/1/2026) dini hari WIB. (Sumber foto: Valerio Pennicino/Getty Images)
Situasi tersebut memaksa Conte melakukan improvisasi. Pemain muda Giovane bahkan melakoni debutnya sebagai pemain pengganti di babak kedua, kurang dari 24 jam setelah menyelesaikan kepindahan dari Hellas Verona.
Conte Tetap Apresiasi Perjuangan Tim
Juventus membuka keunggulan lewat Jonathan David di babak pertama. Kenan Yıldız dan Filip Kostić kemudian memastikan kemenangan tuan rumah di menit-menit akhir. Conte menilai pertandingan masih terbuka sebelum gol kedua tercipta.
“Selama skor masih 1-0, pertandingan bisa berubah dan kami bisa menyamakan kedudukan”, kata Conte kepada Sky Sport, dikutip Mataredaksi dari TuttoNapoli. “Setelah gol kedua, ruang terbuka dan mereka juga mencetak gol ketiga”.
Meski kalah, Conte tetap memberi apresiasi kepada anak asuhnya. “Selamat kepada Juventus, tetapi juga kepada para pemain saya. Mereka memberikan segalanya”, ujarnya. “Kami berada dalam situasi yang hampir tidak bisa dipercaya, tetapi kami tidak meninggalkan kapal. Kami tetap berjuang”.
(Sumber foto: X/@juventusfc)
Sorotan VAR dan Harapan Kejujuran Wasit
Napoli sempat memprotes insiden penalti potensial sebelum jeda. Conte mengaku meminta peninjauan Video Assistant Referee (VAR) di lapangan.
“Saya tidak melihatnya dengan jelas”, ujar Conte. “Saya mengatakan kepada Mariani bahwa sebelumnya dia dua kali dipanggil ke VAR dan mengubah keputusannya”.
Conte menegaskan harapannya agar perangkat pertandingan menjaga standar kepemimpinan yang adil dan konsisten. “Jika ada kesalahan, biarlah itu kesalahan manusia”, ujarnya. “Dengan VAR, kesalahan menjadi lebih sulit diterima”.
Conte: Pertanyaan Scudetto Tidak Masuk Akal
Ketika ditanya soal ambisi Scudetto Napoli musim ini, Antonio Conte memberikan jawaban tegas. Ia menilai konteks saat ini tidak relevan untuk membahas perebutan gelar.
“Itu adalah pertanyaan yang tidak masuk akal saat ini”, kata Conte menambahkan; “Masih ada 16 pertandingan liga dan banyak target lain yang harus diperjuangkan”.
MENGOPER BOLA – Elif Elmas gelandang SSC Napoli mengoper bola saat berada di bawah tekanan dari Weston McKennie gelandang Juventus FC pada pertandingan Serie A, di Stadion Juventus FC, Turin, Italia, pada Senin (26/1/2026) dini hari WIB. (Sumber foto: Valerio Pennicino/Getty Images)
Conte menegaskan, Napoli tetap fokus menjaga sikap dan profesionalisme di tengah jadwal padat. “Para pemain muda memberikan segalanya, bahkan mempertaruhkan kondisi fisik mereka”, ujarnya. “Musim ini sudah luar biasa. Lebih baik tersenyum dan terus bekerja”. (MR-03)






