Mataredaksi.com, BOGOR – Associazione Sportivo Roma melanjutkan kampanye Serie A 2025/2026 pekan ke-12 dengan kemenangan 3-1 atas Unione Sportiva Cremonese di Stadion Giovanni Zini, Minggu (23/11/2025) malam WIB.
Gol dari Matias Soulé Malvano (17′), Evan Ferguson (64′), dan Wesley Vinícius França Lima, yang dikenal sebagai Wesley França (69′), memastikan Giallorossi tetap di puncak klasemen sambil menunggu hasil Derby della Madonnina antara Inter dan AC Milan.
FILIPPO Terracciano full-back US Cremonese (kiri) menantang Wesley França bek sayap AS Roma dalam pertandingan Serie A pekan ke-12, di Stadio Giovanni Zini, Cremona, Italia, Minggu (23/11/2025) malam WIB. (Sumber foto: Marco M. Mantovani/Getty Images)
Formasi Alternatif Roma dan Cremonese
AS Roma menurunkan tim tanpa beberapa pemain kunci: Paulo Dybala, Artem Dovbyk, Leon Bailey, José Ángel Esmorís Tasende, lebih dikenal sebagai Angeliño, dan Mario Hermoso, sedangkan Evan Ferguson belum fit. Pelatih menempatkan Matias Soulé Malvano sebagai False 9, dibantu Tommaso Baldanzi dan Jan Ziolkowski.
Cremonese juga tampil tanpa pemain penting karena cedera, termasuk Alessio Zerbin, Mikayil Faye, Faris Moumbagna, dan Michele Collocolo. Sebagai bagian dari kampanye melawan kekerasan terhadap perempuan, pemain mengenakan kaos dengan nama-nama wanita penting dalam hidup mereka, seperti ibu, istri, dan anak perempuan, lengkap dengan tanda merah di wajah.
Awal Pertandingan: Peluang Ketat
Pertandingan dimulai dengan ketat. Mile Svilar, kiper AS Roma, menepis tembakan Federico Bonazzoli, sementara peluang Jamie Vardy juga gagal. Roma membuka skor melalui Matias Soulé, yang menembak ke sudut bawah gawang setelah menerima assist Manu Koné.
I Lupi (Serigala) masih julukan AS Roma hampir menggandakan keunggulan pada menit ke-26 ketika Baldanzi menembus kotak. Namun, gol Pellegrini dianulir karena offside. Cremonese membalas lewat Jari Vandeputte, tapi Svilar menepis bola ke tiang.
Emil Audero melakukan penyelamatan gemilang atas percobaan Pellegrini. Video Assistant Referee atau VAR membatalkan penalti Le Tigri (Macan) – julukan US Cremonese – karena tangan Gianluca Mancini berada di posisi alami.
Ferguson Cetak Gol Perdana
Babak kedua menampilkan perubahan strategi AS Roma. Ziolkowski digantikan oleh Bryan Cristante, membentuk pertahanan tiga pemain. Cedera bahu Martin Payero membuat Cremonese bermain lebih terbatas.
Evan Ferguson mencetak gol pertamanya untuk ‘Serigala Ibukota’. Wesley mengirim bola silang dari sisi kanan, sementara Stephan El Shaarawy terpeleset sehingga memberi Ferguson ruang. Striker itu menyapu bola dengan kaki kanannya dari jarak 12 yard. Gol ini menegaskan kedalaman skuad Roma.
Wesley Menambah Gol
Tak lama setelah itu, Wesley menambah gol ketiga. Ia memanfaatkan umpan El Shaarawy untuk menaklukkan kiper timnas Indonesia dengan penyelesaian halus. Ferguson sempat mengira telah mencetak gol keempat, tetapi wasit menganulirnya karena offside.
Cremonese Curi Gol Penghibur
Di penghentian waktu, Francesco Folino mencetak gol penghibur pertama di Serie A melalui sundulan dari sudut dekat tiang. Gol ini hanya memperkecil kekalahan menjadi 1-3.
Reaksi Pelatih
Pelatih AS Roma, Gian Piero Gasperini, memuji mentalitas tim. “Meskipun kehilangan pemain kunci, tim menunjukkan karakter dan fokus. Ferguson mencetak gol pertamanya, dan Wesley bermain impresif”, ujarnya.
Pelatih Cremonese, Davide Nicola, menyatakan kekecewaannya atas hasil ini, tetapi memuji kampanye sosial timnya di lapangan.
Dampak Klasemen
Kemenangan ini memastikan AS Roma tetap di puncak klasemen Serie A sambil menunggu hasil Derby della Madonnina. Cremonese tetap berada di zona tengah klasemen dan harus memulihkan kondisi pemain untuk laga berikutnya.
Roma menatap pertandingan internasional dengan kepercayaan diri tinggi. Ferguson mulai menunjukkan potensinya sebagai tambahan penting di lini depan. Keunggulan ini memberi Giallorossi momentum untuk terus bersaing di puncak hingga paruh musim Serie A. (MR-03)






