Mataredaksi.com, BOGOR – VfB Stuttgart melanjutkan pertahanan gelar DFB-Pokal, Piala Jerman 2025 dengan cara paling dramatis: menyingkirkan Eintracht Braunschweig lewat adu penalti 8-7 setelah laga berakhir imbang 4–4 dalam 120 menit laga yang melelahkan, Rabu (27/8/2025) dini hari WIB.
Pertandingan Panas dan Tak Terduga
Braunschweig mencuri perhatian sejak menit awal – Sven Köhler memecah kebuntuan di menit ke-8 lewat tembakan jarak jauh yang masih bisa diraba oleh Alexander Nübel, namun gagal dihentikan.
Die Löwen (sebutan Braunschweig) masih berusaha menyerang, dan Ermedin Demirović membalas tiga menit kemudian dengan sundulan tajam. Ia kemudian membawa Stuttgart unggul di menit ke-60. Namun, Fabio Di Michele Sanchez membalikkan keadaan dengan dua gol spektakuler di menit ke-77 dan 85 untuk membawa Braunschweig memimpin.
Drama tengah memuncak ketika Nick Woltemade menyamakan skor di menit ke-89, memaksa laga berlanjut ke babak tambahan.
Di perpanjangan waktu, Tiago Tomás menciptakan situasi yang menghasilkan gol bunuh diri oleh Sanoussy Ba. Namun, Braunschweig tak menyerah, dan Christian Joe Conteh mencetak gol penyama di menit 105, yang membawa pertandingan ke adu penalti.
Adu Penalti yang Menegangkan
Babak tos-tosan berlangsung sengit. Alexander Nübel tampil heroik dengan menepis tiga penalti penting, memberikan Stuttgart peluang untuk lolos. The tension climaxes when Lorenz Assignon sukses mengeksekusi penalti terakhir, mengunci kemenangan dramatis 8–7.
Suara Pelatih dan Pemain
Pelatih Stuttgart Sebastian Hoeneß menanggapi kemenangan ini dengan jujur: “Kami terlalu mudah kebobolan, tapi mentalitas tim patut diapresiasi. Bertahan hingga menit akhir dan akhirnya lolos, itu yang terpenting di kompetisi seperti ini”.
Striker Ermedin Demirović, yang mencetak dua gol dalam waktu normal dan penalti, menambahkan:“Saya rasa suporter menikmatinya lebih dari kami di lapangan”.
Analisis Singkat
Elemen — Catatan
-
Lini Pertahanan — Lawan terlalu mudah menembus barisan belakang, sehingga Stuttgart harus segera memperbaikinya.
-
Penampilan Individu — Demirović dan Woltemade tampil menonjol, sementara Nübel berkali-kali menyelamatkan tim di momen krusial.
-
Mentalitas Tim — Stuttgart menunjukkan ketangguhan dengan bertahan meski permainan belum stabil.
-
Pembelajaran — Piala menuntut fokus penuh; mental lebih menentukan ketimbang sekadar kekuatan di tiap lini.
(MR-01)






