Mataredaksi.com, JAKARTA – Wakil Menteri Pariwisata Ni Luh Puspa menegaskan bahwa kegiatan event dan pariwisata menjadi penggerak utama sektor ekonomi kreatif Indonesia.
Hal ini disampaikannya saat membuka The Asian Federation of Exhibition and Convention Associations (AFECA) Convention dan Indonesia Business Event Forum (IBEF) Expo 2025, di Jakarta International Expo, Jakarta, Minggu (9/11/2025).
Event dan Pariwisata Saling Menguatkan
“Event dan pariwisata saling terkait. Keduanya mendorong pergerakan wisatawan, meningkatkan ekonomi masyarakat, dan membuka peluang bagi UMKM. Ekosistem event bukan hanya panggung pertunjukan, tetapi mesin penggerak ekonomi kreatif bangsa”, ujar Ni Luh Puspa dilansir Mataredaksi, Senin (10/11/2025).
Selain itu, ia mengapresiasi sinergi lintas negara dan lintas sektor yang tercipta melalui forum ini.
“Forum ini bukan sekadar ruang dialog. Forum ini menjadi katalis untuk memperkuat jejaring nasional, membangun kemitraan baru, dan mempercepat pertumbuhan industri business event di Indonesia”, tambahnya.
Momentum 20 Tahun AFECA
Acara ini bertepatan dengan ulang tahun ke-20 AFECA, asosiasi industri MICE (Meeting, Incentive, Convention, Exhibition) terkemuka di Asia.
Delegasi dan Kehadiran Tamu
Turut hadir Wakil Ketua Komisi VII DPR Evita Nursanty, Ketua INCCA Iqbal Alan Abdullah, Ketua Umum Asperapi Hosea Andreas Runkat, dan delegasi dari 19 negara anggota AFECA.
Prestasi Iqbal Alan Abdullah
Iqbal Alan Abdullah, Ketua INCCA sekaligus tokoh industri MICE Indonesia, menerima dua penghargaan dari AFECA, yaitu Outstanding Leader in Conventions dan Hall of Leaders Inductee. Presiden AFECA, Dato’ Vincent Lim, menyerahkan penghargaan secara langsung saat Gala Dinner and AFECA Annual Awards 2025.
“Penghargaan ini bukan hanya untuk saya. Penghargaan ini juga menegaskan kemajuan Indonesia dalam membangun industri MICE. Perjalanannya panjang dan penuh tantangan”, ujar Iqbal.
Peran Generasi Muda
Selanjutnya, ia menekankan peran generasi muda. “Generasi muda yang lebih dinamis dan agresif dapat membawa MICE Indonesia dan Asia ke level lebih tinggi”.
Selain itu, Iqbal menambahkan, “Tahun 2024 Bali naik ke peringkat 38 kota penyelenggara meeting internasional versi ICCA. Kita harus dorong ke 10 besar. Kota lain seperti Jakarta, Yogyakarta, Batam, dan Medan juga harus meningkat peringkatnya”.
Asia Memimpin Industri MICE
Presiden AFECA Dato’ Vincent Lim menilai, Asia kini memimpin industri pameran dan konvensi dunia.
“Asia bukan lagi pengikut. Tahun 2024 menjadi tonggak sejarah karena Asia memiliki ruang pameran terbesar di dunia, melampaui Eropa dan Amerika Serikat. A20 menjadi wadah bagi suara kolektif Asia untuk bersatu dan membangun masa depan industri ini”, tegasnya.
Kerja Sama Pendidikan dan Penutupan Acara
AFECA, INCCA, dan Asperapi menutup rangkaian acara dengan menandatangani deklarasi kerja sama pendidikan. Selanjutnya, Iqbal Alan Abdullah, Hosea Andreas Runkat, dan Dato’ Vincent Lim menandatangani dokumen tersebut. Sementara itu, Wakil Menteri Pariwisata Ni Luh Puspa hadir menyaksikan momen ini. (MR-01)







