“BK Porprov akan menjadi tolok ukur awal. Dari sana kita bisa melihat peta kekuatan di setiap daerah sekaligus mendata atlet yang layak dibina lebih lanjut”
Mataredaksi.com, BANDUNG – Federasi Gimnastik Indonesia (FGI) Jawa Barat menegaskan komitmennya menjadikan Babak Kualifikasi Pekan Olahraga Provinsi (BK Porprov) tahun 2025 sebagai ajang strategis untuk memetakan potensi dan kekuatan atlet senam di daerah.
Ketua Pengprov FGI Jabar, Dika Chrisna Irzandi, menyebut BK Porprov XV/2026 akan menjadi program jangka pendek organisasi yang dipimpinnya, sekaligus momentum untuk menjaring dan menginventarisasi atlet senam terbaik dari berbagai kota dan kabupaten.
“BK Porprov akan menjadi tolok ukur awal. Dari sana kita bisa melihat peta kekuatan di setiap daerah sekaligus mendata atlet yang layak dibina lebih lanjut”, kata Dika usai resmi dilantik sebagai Ketua Umum FGI Jabar periode 2025-2029, Minggu (27/7/2025) sore.
Pelantikan dilakukan langsung oleh Ketua Umum FGI Pusat, Ita Yuliati Irawan, di Aula Kantor Dispora Jawa Barat, disaksikan sejumlah pengurus serta perwakilan pemerintah daerah.
Dika yang terpilih secara aklamasi dalam Musorprolub, pada 26 April 2025 lalu, kini dihadapkan pada tantangan besar: memperbaiki catatan minor FGI Jabar dalam tiga edisi terakhir Pekan Olahraga Nasional (PON), di mana tak satu pun medali emas berhasil diraih.
“Kami sudah memetakan peluang emas di PON 2028. Selain nomor artistik, ritmik, dan aerobik, ada dua nomor baru yang potensial: parkour dan trampolin”
Ia menyebut, Jawa Barat punya atlet parkour asal Bandung yang saat ini berada di peringkat ke-22 dunia, serta tradisi kuat di nomor trampolin yang dalam lima tahun terakhir selalu menyabet juara umum di Kejurnas.
Dengan potensi tersebut, Dika menargetkan FGI Jabar mampu meraih lima medali emas di PON 2028. “Kami optimistis, asalkan program pembinaan berjalan konsisten dan strategi dijalankan dengan fokus”.
Optimisme yang sama disampaikan Wakil Gubernur Jawa Barat, Erwan Setiawan, yang turut hadir dalam pelantikan.
Meski mengaku kecewa dengan minimnya prestasi senam Jabar di ajang PON, ia menaruh harapan besar pada kepengurusan baru di bawah nahkoda Dika.
“Target lima emas itu cukup realistis. Secara teknis, atlet kita sudah mumpuni. Tinggal bagaimana membentuk mental bertanding yang lebih kuat”, kata Erwan.
FGI Jabar kini menatap ke depan dengan semangat baru. BK Porprov 2026 menjadi langkah awal menuju kejayaan yang selama ini tertunda. (MR-2)






