Gasperini Akui Bursa Transfer Januari Tidak Mudah untuk AS Roma

Gol Dianulir - Bryan Cristante gelandang AS Roma mencetak gol selama pertandingan Serie A Italia 2025/2026 melawan Udinese Calcio pada laga pekan ke-23 Selasa (3/2/2026), di Bluenergy Stadium di Udine, Italia. Namun, gol dianulir wasit karena karena offside (Sumber foto: Timothy Rogers/Getty Images)

Mataredaksi.com, BOGOR – Pelatih AS Roma, Gian Piero Gasperini, menilai bursa transfer Januari sebagai periode yang penuh tantangan bagi klubnya. Meski ruang gerak terbatas untuk memperkuat skuad, ia menegaskan ambisi Giallorossi tetap tinggi.

Allenatore berusia 67 tahun itu menekankan Roma mengandalkan kombinasi pemain anyar, talenta muda, serta kembalinya sejumlah pilar utama dari cedera untuk menjaga daya saing tim.

Tantangan Bursa Transfer Januari

AS Roma menutup jendela transfer paruh musim dengan mendatangkan Donyell Malen, Robinio Vaz, serta Bryan Zaragoza dengan status pinjaman dari Bayern München. Sementara itu, klub memulangkan Leon Bailey lebih cepat ke Aston Villa sebelum masa peminjamannya berakhir.

“Pasar transfer sudah ditutup dan jelas tidak mudah untuk bergerak di bulan Januari”, kata Gasperini.

Ia mengungkapkan Roma menghadapi banyak kendala sejak musim panas dalam mengisi beberapa peran penting di dalam tim.

“Kami menghadapi banyak kesulitan untuk mendapatkan pemain sesuai kebutuhan. Sekarang kami memiliki Malen dan Zaragoza, dan mereka pasti akan membantu”, ujarnya.

Selain merekrut pemain berpengalaman, Roma juga memberi ruang bagi sejumlah pemain muda. Namun, Gasperini menegaskan klub tidak bisa sepenuhnya bergantung pada proses jangka panjang.

“Mereka bagian dari masa depan klub, tetapi kami tidak bisa langsung menuntut mereka bersaing untuk ambisi setinggi ini”, katanya.

Menurut Gasperini, menjaga keseimbangan antara pengembangan pemain muda dan tuntutan hasil instan menjadi tantangan utama di tengah ketatnya persaingan Serie A.

Fokus Konsistensi dan Kebugaran Tim

Gasperini juga menyoroti pentingnya kembalinya beberapa pemain inti yang saat ini masih menjalani pemulihan cedera. Ia menyebut Manu Koné dan Paulo Dybala sebagai figur kunci dalam fase krusial musim ini.

“Mereka pemain penting. Tim ini tidak pernah menyerah dan selalu menunjukkan mental bertarung”, ucapnya.

Ia berharap kembalinya para pemain tersebut mampu meningkatkan kualitas permainan serta konsistensi Roma.

Kekalahan dari Udinese Calcio pada pekan ke-23 Serie A membuat AS Roma turun ke posisi kelima klasemen sementara. Giallorossi kini tertinggal dua poin dari Juventus yang berada di peringkat keempat.

Dalam tiga laga kompetitif terakhir, Roma mencatat dua hasil imbang sebelum akhirnya kalah di Udine.

Gasperini menilai kondisi tersebut menuntut fokus dan konsistensi lebih tinggi dari seluruh tim. “Musim masih panjang. Kami harus terus bekerja, memperbaiki detail kecil, dan menjaga intensitas”, ujarnya.

Ia turut menyoroti padatnya kalender pertandingan yang berdampak langsung pada kebugaran pemain.

“Sekarang ada lebih banyak pertandingan dan turnamen. Hampir semua cedera terjadi saat pertandingan. Ketika tim bermain lebih sering, risikonya juga meningkat. Itu soal probabilitas”, pungkas Gasperini. (MR-03)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *