Gasperini Puji Kualitas Roma
Mataredaksi.com, BOGOR – Pelatih AS Roma, Gian Piero Gasperini, melontarkan pujian kepada kualitas timnya setelah meraih kemenangan 2-0 atas Unione Sportiva Sassuolo Calcio pada pekan ke-20 lanjutan Serie A Italia 2025/2026, Minggu (11/1/2026) dini hari WIB. Namun, ia dengan tegas menolak membahas isu transfer Giacomo Raspadori yang kembali mencuat usai pertandingan.
AS Roma sempat menemui kesulitan pada babak pertama di Stadion Olimpico. Giallorossi gagal memaksimalkan dominasi setelah penalti yang sempat diberikan kepada Matías Soulé dianulir VAR karena posisi offside. Kebuntuan baru terpecah pada babak kedua lewat gol Manu Koné, sebelum Soulé menggandakan keunggulan hanya dua menit berselang.
Babak Pertama Kurang Efektif
Gasperini menilai performa AS Roma sudah solid sejak awal laga, meski efektivitas di sepertiga akhir sempat menjadi kendala. “Babak pertama sebenarnya juga bagus. Kami bermain rapi, tetapi ketika masuk ke area berbahaya, kami terlalu berhati-hati”, kata Gasperini kepada DAZN Italia.
“Setelah jeda, tempo meningkat. Kami bermain lebih berani dan secara teknis jauh lebih baik. Saya melihat beberapa kombinasi umpan pendek yang biasa kami latih, dan itu membuat perbedaan”, tambahnya.
Ia pun memberikan apresiasi penuh kepada para pemainnya, baik dari sisi kerja keras maupun kualitas individu yang ditampilkan sepanjang laga. “Saya harus berterima kasih kepada para pemain ini. Mereka luar biasa, bukan hanya karena usaha mereka, tetapi juga kualitas yang mereka miliki”, ujar Gasperini.
Dybala Masih Menunggu Gol
Paulo Dybala kembali menjadi sorotan meski belum mencetak gol. Penyerang Argentina itu masih puasa gol di Serie A sejak terakhir kali menghadapi Sassuolo, sekitar 76 hari lalu. Namun Gasperini menilai kontribusinya tetap penting.
“Dia sedang menunggu pertandingan besar”, ucap Gasperini sambil berseloroh. “Saya senang melihat dia menikmati sepak bolanya. Dia menunjukkan banyak kualitas teknis hari ini. Ketajaman dan akurasinya di depan gawang akan kembali seiring waktu”.
Posisi Klasemen dan Masalah Cedera
Kemenangan atas Sassuolo menjaga Roma tetap bersaing di papan atas klasemen. Giallorossi untuk sementara mengamankan posisi empat besar, terlepas dari hasil yang diraih Juventus. Posisi itu semakin aman setelah Como 1907 bermain imbang 1-1 melawan Bologna FC 1909 pada Sabtu (10/1/2026) malam WIB.
Di balik hasil positif tersebut, Roma kembali menghadapi masalah cedera. Evan Ferguson harus meninggalkan lapangan lebih awal akibat benturan keras di punggung. Ia menyusul Artem Dovbyk, Lorenzo Pellegrini, Leon Bailey, dan Pierluigi Gollini yang masih menjalani proses pemulihan.
Selain itu, Neil El Aynaoui dan Evan Ndicka masih memperkuat tim nasional mereka di Piala Afrika 2025. Wesley juga sempat absen dari skuad inti karena flu, meski akhirnya tampil singkat pada menit-menit akhir pertandingan.
Soulé Dipuji, Raspadori Ditolak Dibahas
“Ferguson mengalami memar yang cukup parah. Benturan itu sangat menyakitkan dan bisa mengganggu pergerakan”, ujar Gasperini. “Kami akan menunggu hasil pemeriksaan lanjutan, tetapi saya tidak melihat indikasi cedera otot atau masalah serius”, lanjutnya.
Absennya Ferguson membuat Gasperini menempatkan Matías Soulé dalam peran yang lebih sentral. Pelatih Roma itu mengaku sudah lama mempertimbangkan opsi tersebut dan puas dengan penampilan sang pemain.
“Kami sudah mencoba peran ini di awal musim. Dia memiliki keuletan dan kreativitas untuk bermain di sana. Malam ini dia menjalankannya dengan sangat baik”, papar allenatore berumur 67 tahun ini.
Meski demikian, Gasperini tetap meminta Soulé meningkatkan ketajaman di depan gawang. “Dalam latihan, dia sering melakukan hal-hal luar biasa di sepertiga akhir. Dalam laga resmi, dia hanya membutuhkan stamina dan ketajaman tambahan”, sambung Gasperini.
Setelah pertandingan, isu mengenai masa depan Giacomo Raspadori kembali mencuat. Namun Gasperini langsung menepis pembahasan tersebut. “Saya tidak ingin membicarakan hal itu. Topik seperti ini menjengkelkan dan hanya memicu spekulasi media”, tegasnya.
Teknisi kelahiran Grugliasco, Italia menilai, pembicaraan berlebihan soal pemain di luar skuad justru mengalihkan perhatian dari kerja keras para pemainnya sendiri.
“Dalam sepak bola, kita terlalu sering membicarakan pemain milik klub lain. Padahal kami sudah memainkan puluhan pertandingan dengan para pemain ini. Mereka layak mendapatkan penghormatan”, pungkasnya. (MR-03)







