Mataredaksi.com, BOGOR – Gian Piero Gasperini tidak bisa menahan emosinya selama kemenangan 3-1 AS Roma atas US Cremonese di Stadio Giovanni Zini, Minggu (23/11/2025) malam WIB. Pelatih Roma ini merayakan gol pertama Evan Ferguson untuk klub dengan penuh sukacita, namun juga mengungkapkan kemarahan terhadap pejabat keempat yang menurutnya bersikap buruk.
“Gol Ferguson sangat penting karena menggandakan keunggulan kami. Kami semua senang untuknya, dia telah menunggu momen ini sejak lama”, kata Gasperini kepada DAZN Italia.
EVAN Ferguson supersub AS Roma sumringah usai cetak gol. (Sumber foto: X/@OfficialASRoma)
Perayaan Liar dan Protes di Touchline
Gasperini sempat diusir dari touchline akibat protesnya, tetapi tetap berjalan ke arah direktur Roma saat Ferguson mencetak gol kedua. Pelatih berpengalaman itu menilai pejabat keempat campur tangan terlalu berlebihan.
“Saya marah menjelang babak pertama. Pejabat keempat membuat dirinya kehadiran yang mengerikan dan berperilaku sangat buruk”, ujarnya.
Perubahan Taktik Berbuah Gol
Gasperini memanfaatkan Ferguson yang baru pulih dengan menempatkan Soulé, Baldanzi, dan Pellegrini sebagai tiga penyerang serbaguna. Strategi ini terbukti efektif, dan Roma mencetak gol kedua dan ketiga.
WESLEY França bek sayap AS Roma selebrasi. (Sumber foto: X/@OfficialASRoma)
“Saya sangat menyukai Baldanzi dan cara kami menyerang. Kami memulai dengan beberapa kesalahan, tetapi segera bermain dengan kualitas tinggi. Gol seperti ini memberi kami kepercayaan diri tambahan”, tutur Gasperini.
Rotasi Tim dan Filosofi Gasperini
Gasperini mengaku kurang antusias dengan rotasi lima substitusi, tetapi tetap memanfaatkannya untuk menyesuaikan strategi. Menurutnya, kebijakan itu membuat permainan lebih seimbang, meski kurang menarik.
“Kami ingin terus bermain seperti ini. Mimpi di posisi ini memang sedikit, tapi kami berusaha mempertahankannya lebih lama”, imbuh Gasperini, sambil tersenyum melihat grafiti dirinya sebagai penyihir yang meracik kesuksesan AS Roma. (MR-03)






