Mataredaksi.com, BOGOR – AS Roma menelan kekalahan tipis 1-0 dari Atalanta BC pada pertandingan pekan ke-18 Serie A Italia 2025/2026, di Stadion New Balance Arena, Bergamo, Minggu (3/1/2026) dini hari WIB.
Pelatih kepala Gian Piero Gasperini menegaskan hasil ini tidak menurunkan kualitas timnya, meski ia mengakui AS Roma masih kesulitan memanfaatkan peluang. “Ini jelas bukan kebetulan”, kata Gasperini saat berbicara dengan Sky Sport Italia.
Momen Emosional Gasperini
Pertandingan ini terasa spesial bagi Gasperini. Ia kembali ke Bergamo untuk pertama kali sebagai lawan setelah sembilan tahun mengesankan di La Dea. Selama waktunya di klub, Gasperini memenangkan UEFA Europa League dan lima kali membawa tim lolos ke Liga Champions UEFA.
Gol Tunggal dan Peluang Terlewat
Giorgio Scalvini menyarangkan gol kemenangan Atalanta lewat sundulannya, memanfaatkan kesalahan kiper Mile Svilar yang gagal menghalau tendangan sudut dan sempat bertabrakan dengan rekannya Devyne Rensch. Gianluca Scamacca sempat mencetak gol untuk AS Roma, tetapi wasit menganulirnya karena offside.
Gasperini mengaku belum melihat gol itu dari dekat. Ia menyesali momen ketika timnya kebobolan setelah beberapa kali nyaris unggul melawan Atalanta yang tangguh. “Saya sudah tahu hal itu sebelumnya”, tambahnya.
Meski demikian, Gasperini memuji cara AS Roma menciptakan peluang. Timnya melepaskan sepuluh tembakan, empat mengarah ke gawang. Contohnya, ketika Éderson José melakukan back-pass yang salah, Paulo Dybala gagal memanfaatkan kesempatan emas tersebut.
Strategi dan Bursa Transfer
Dengan bursa transfer yang baru dibuka, Gasperini menyinggung rumor kedatangan penyerang baru. Laporan menyebut Giacomo Raspadori dari Atlético de Madrid hampir bergabung, sementara pembicaraan berjalan dengan Joshua Zirkzee dari Manchester United.
“Lawan yang kami hadapi kuat secara fisik. Roma berusaha menjalankan strategi kami dan menciptakan lebih banyak peluang, namun sayangnya gagal dimanfaatkan. Pertandingan ini seimbang dan dipengaruhi insiden yang kali ini tidak menguntungkan kami”, jelas Gasperini.
Refleksi Kekalahan dan Tantangan
Kekalahan ini menunjukkan tren i Lupi (Serigala) – julukan AS Roma – musim ini. Ketika tim gagal mencetak gol, mereka cenderung kalah. ‘Serigala Ibukota’ belum meraih hasil imbang, setelah 18 pertandingan.
Allenatore berumur 67 tahun ini pun menekankan, “Ini bukan kebetulan. Kami perlu terus bekerja dan memperbaiki hal ini. Kami sering hampir menyamakan kedudukan. Namun, ketika unggul, kami biasanya menang”.
Pelatih Roma menegaskan filosofi permainannya. Tim harus memanfaatkan setiap peluang dan tetap fokus hingga menit akhir. Selain itu, ia menyoroti kekuatan Atalanta yang telah dibangun bertahun-tahun dan konsisten di Liga Champions.
Sementara itu, AS Roma baru memulai pembangunan tim. Dengan begitu, fakta bahwa AS Roma kini berada di atas Atalanta di klasemen menjadi pencapaian yang patut dibanggakan.
Masalah Kartu dan Kedalaman Skuad
AS Roma menghadapi kendala absensi pemain. Gianluca Mancini dan Mario Hermoso menerima kartu kuning dan akan absen saat melawan Unione Sportiva Lecce. Evan Ndicka dan Neil El Aynaoui masih memperkuat negaranya di Piala Afrika 2025, sehingga pilihan pemain Gasperini terbatas.
Gasperini menutup komentarnya dengan menekankan perlunya konsistensi tim. Ia yakin Bryan Cristante dan kawan-kawan mampu bersaing di level tinggi, jika setiap peluang dapat dimanfaatkan dengan baik. (MR-03)






