Mataredaksi.com, BOGOR – Paris Saint-Germain memastikan langkah ke semifinal Liga Champions UEFA 2025/2026 setelah menundukkan Liverpool dengan skor 2-0 pada leg kedua, di Stadion Anfield, Inggris, Rabu (15/4/2026) dini hari WIB.
Hasil itu mengunci agregat 4-0 bagi wakil Liga Prancis. Dua gol Ousmane Dembélé pada menit ke-72 dan 91 menjadi pembeda. Ia tampil tajam dan memimpin lini serang PSG sepanjang pertandingan.
Liverpool Menekan, PSG Bertahan Solid
Pelatih Arne Slot memahami beratnya tugas timnya sejak awal laga. Meski tertinggal agregat, Liverpool tetap tampil agresif dan menekan dengan tempo tinggi.
Khvicha Kvaratskhelia membuka ancaman lewat peluang cepat. Giorgi Mamardashvili langsung bereaksi dan melakukan penyelamatan penting. Di sisi lain, Alexander Isak mencoba peruntungan lewat sundulan, tetapi Matvey Safonov mengamankan bola dengan baik.
Mamardashvili kembali menunjukkan refleks cepat saat mengantisipasi bola panjang. Dembélé mencoba memanfaatkan situasi itu dengan lob jarak jauh, tetapi kiper Liverpool mampu menggagalkan upaya tersebut.
Masalah muncul saat Hugo Ekitiké mengalami cedera pada menit ke-30. Mohamed Salah masuk sebagai pengganti dan langsung memberi dampak. Ia mengirim umpan matang kepada Milos Kerkez, tetapi Matvey Safonov kembali menggagalkan peluang tersebut.
Tekanan Liverpool terus meningkat. Virgil van Dijk hampir mencetak gol, tetapi Marcos Aoás Corrêa, biasa dikenal sebagai Marquinhos menyapu si kulit bundar di garis gawang dan menyelamatkan PSG.
VAR dan Kartu Merah Ubah Arah Laga
Liverpool meningkatkan intensitas serangan di babak kedua. Kerkez kembali mendapat peluang dari umpan Salah, tetapi bola melebar tipis.
Alexis Mac Allister sempat jatuh di kotak penalti usai berduel dengan Willian Pacho. Wasit Maurizio Mariani awalnya menunjuk titik putih. Namun, ia membatalkan keputusan itu setelah meninjau Video Assistant Referee (VAR).
Keputusan tersebut memicu protes dan menurunkan ritme permainan Liverpool. Meski begitu, The Reds tetap menekan, tetapi mulai kehilangan efektivitas di sepertiga akhir lapangan.
Pemain muda Rio Ngumoha sempat memberi energi baru. Ia melepaskan tembakan rendah yang memaksa Safonov melakukan penyelamatan penting.
Dembélé Kunci Kemenangan PSG
PSG justru mengambil alih momentum di fase akhir. Ousmane Dembélé mencetak gol pembuka pada menit ke-72 lewat tembakan akurat dari luar kotak penalti.
Gol tersebut langsung meredam tekanan Liverpool. Les Parisiens kemudian mengatur tempo dan menjaga organisasi permainan dengan disiplin.
Pada masa tambahan waktu, PSG melancarkan serangan balik cepat. Bradley Barcola mengirim umpan silang yang langsung disambar Dembélé menjadi gol kedua.
Dembélé tampil dominan sepanjang laga. Ia aktif membuka ruang, menciptakan peluang, dan memberi ancaman konstan bagi lini belakang Liverpool.
Efektivitas Jadi Pembeda
Liverpool sebenarnya menciptakan lebih banyak peluang. The Reds mencatat jumlah tembakan dan expected goals lebih tinggi. Namun, Virgil van Dijk dan kolega gagal memaksimalkan peluang tersebut.
Sebaliknya, Les Rouge-et-Bleu julukan lain PSG bermain lebih efisien. Tim asuhan Luis Enrique memanfaatkan peluang penting dan menjaga fokus hingga akhir laga.
Kemenangan ini memastikan PSG melangkah ke semifinal dengan kepercayaan diri tinggi. Marquinhos dkk. kini menanti pemenang duel antara Real Madrid dan Bayern München dalam laga yang diprediksi berlangsung sengit. (MR-01)






