Hoeneß: “Saya Sangat Bahagia” Usai VfB Stuttgart Lolos ke Final DFB-Pokal

Sumringah - Sebastian Hoeneß (kanan) tidak bisa menyembunyikan kegembiraannya setelah membawa VfB Stuttgart lolos ke final DFB-Pokal 2025/2026 usai menyingkirkan SC Freiburg, di Stadion MHP Arena, Jumat (24/4/2026) dini hari WIB. Pelatih asal Jerman itu menjadi arsitek kemenangan dramatis dan kini bersiap menghadapi Bayern München di partai puncak. (Sumber foto: @SpieltagIndo/X)

Mataredaksi.com, BOGOR – Pelatih Sebastian Hoeneß tidak bisa menyembunyikan kegembiraannya setelah membawa VfB Stuttgart melaju ke final DFB-Pokal 2025/2026 usai kemenangan dramatis atas SC Freiburg, di Stadion MHP Arena, Jumat (24/4/2026) dini hari WIB.

Stuttgart memastikan tiket final kedua secara beruntun—sebuah pencapaian yang untuk pertama kalinya terjadi dalam sejarah klub pada era modern. Die Schwaben kini kembali bersiap menghadapi Bayern München pada partai puncak, Minggu (23/5/2026) pukul 01.00 WIB.

Hoeneß Puas dengan Mental Bertanding Tim

Hoeneß menilai laga berjalan sangat sulit karena timnya harus bekerja keras mencari gol. “Saya sangat senang”, ujar Hoeneß usai laga penuh drama tersebut dilansir Mataredaksi dari bulinews.com.
“Itu pertandingan yang sulit bagi kami karena kami harus menunggu momen yang tepat. Pada akhirnya kami mencetak gol dari peluang yang kami bangun”, lanjutnya.

https://bulinews.com/i/640/16730.jpgMomen gol penyerang pengganti VfB Stuttgart, Tiago Tomás, Jumat (24/4/2026) dini hari WIB. (Sumber foto: bulinews.com)

Gol Menit ke-119 Jadi Titik Balik

Stuttgart memastikan kemenangan melalui gol Tiago Tomás di menit ke-119. Momen itu lahir setelah tekanan tanpa henti dan beberapa penyelamatan penting dari kiper Freiburg Florian Müller yang sempat menjaga laga tetap imbang.

Hoeneß menyebut gol tersebut sebagai momen luar biasa dalam pertandingan. “Itu gol yang gila. Dua pemain pengganti terlibat dan semuanya terjadi di saat kami hampir berpikir laga akan berlanjut ke adu penalti”, katanya.

Ia juga mengakui emosi besar yang menyertai kemenangan tersebut. “Apa momen untuk membawa kami ke final di Berlin. Saya bahkan tidak punya kata-kata. Thiago (Tomás) menyelesaikannya dengan sangat baik. Untuk Freiburg, ini sangat pahit, tapi mereka menjalani musim yang luar biasa”.

https://pbs.twimg.com/media/HGntw-aXQAAOCfv? format=jpg&name=besar

Lebih Tenang Tanpa Adu Penalti

Pelatih berusia 43 tahun itu juga mengaku lega karena timnya menyelesaikan laga sebelum adu penalti. “Mungkin ada perasaan bahwa ini bukan hari kami. Tapi saya sangat senang kami tidak harus masuk ke adu penalti. Untuk saraf saya, itu sangat membantu”, ucapnya.

Hoeneß Punya Koneksi dengan Bayern

Meski diunggulkan lebih rendah, Hoeneß menegaskan Stuttgart siap menghadapi final melawan Bayern München. “Kami tahu siapa yang ada di sisi lain. Saya benar-benar menantikan pertandingan ini. Saya juga senang karena lawannya Bayern”, ujarnya.

Hoeneß bukan sosok asing di pentas kompetitif. Ia pernah menjuarai 3. Liga saat melatih Bayern München II, dan kini kembali membawa Stuttgart ke panggung besar Eropa.

Stuttgart Amankan Tiket Eropa, Bidik Level Lebih Tinggi

https://pbs.twimg.com/media/HGni5gXEAAyO8b? format=jpg&name=besarEkspresi penyerang VfB Stuttgart, Deniz Undav usai mencetak gol penyama ke gawang SC Freiburg pada semifinal DFB-Pokal 2025/2026, di Stadion MHP Arena, Jumat (24/4/2026) dini hari WIB. (Sumber foto: @OptaFranz/X)

Kemenangan atas SC Freiburg memastikan Stuttgart minimal tampil di UEFA Europa League musim depan. Namun, Hoeneß menegaskan target tim tidak berhenti di situ.

“Kami sudah memastikan tiket ke Liga Eropa UEFA. Sekarang kami bisa menyerang penuh untuk peluang ke Liga Champions”, ujar Hoeneß.

Atakan Karazor dan kawan-kawan kini mengalihkan fokus ke dua target besar: menutup musim dengan trofi DFB-Pokal dan memperkuat posisi di kompetisi Eropa musim depan. (MR-02)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *