Inggris vs Andorra: The Three Lions Menang Meyakinkan, Rice dan Madueke Jadi Bintang Lapangan

CHRISTIAN García bek tengah Timnas Andorra secara tak sengaja mencetak gol pertama bagi Inggris melalui gol bunuh diri dalam laga pekan kelima Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Eropa Grup K, di Stadion Villa Park, Sabtu (6/9/2025) malam WIB.di Stadion Villa Park. (Sumber foto: Dylan Martinez/Reuters)

Mataredaksi.com, BOGOR – Inggris menunjukkan dominasinya dalam laga pekan kelima Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Eropa Grup K dengan kemenangan meyakinkan 2-0 atas Andorra di Stadion Villa Park, Sabtu (6/9/2025) malam WIB. Declan Rice dan Noni Madueke mencetak gol yang memastikan clean sheet keempat Inggris dari empat laga kualifikasi sejauh ini.

Pertandingan berlangsung relatif mudah bagi tim asuhan Thomas Tuchel. Andorra yang memainkan formasi defensif 5-4-1 hampir tidak memberikan ancaman nyata. Inggris mendominasi penguasaan bola, menekan lawan, dan beberapa kali hampir menambah gol melalui aksi Marcus Rashford dan Eberechi Eze.

Gol pertama tercipta dari kreativitas Madueke yang menekan pertahanan Andorra. Pemain sayap kanan itu melepaskan umpan silang ke arah Rice yang berlari masuk ke kotak enam yard, menghasilkan gol bunuh diri Christian García di pertengahan babak pertama. Gol kedua lahir dari sundulan Rice memanfaatkan umpan silang Reece James di menit kedua babak kedua, menegaskan keunggulan Inggris.

“Madueke dan Rice menunjukkan kualitas individu yang tinggi, serta kemampuan bekerja sama dalam membongkar pertahanan lawan”, kata Tuchel. “Kami juga menekankan kecepatan dan transisi bola untuk memastikan tekanan terus-menerus”.

Statistik pertandingan memperlihatkan Inggris mencatatkan penguasaan bola 72%, dengan sembilan tembakan tepat sasaran dari total 14 percobaan. Andorra hanya memiliki empat kali sentuhan di kotak penalti Inggris, menunjukkan betapa dominannya tim tuan rumah.

Kemenangan ini menegaskan Inggris sebagai kandidat kuat di Grup K, sekaligus mengamankan momentum positif menuju laga berikutnya melawan Serbia di Beograd, yang diprediksi menjadi ujian lebih berat untuk skuad Tuchel. (MR-03)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *