Italiano: Napoli Fantastis, Bologna Berikan Segalanya

MANAJER Vincenzo Italiano bereaksi memberi instruksi di pinggir lapangan sambil mengamati jalannya laga final Supercoppa Italiana 2025 antara Bologna FC 1909 dan SSC Napoli, di Stadion Al-Awwal Park, Riyadh, Arab Saudi, Selasa (23/12/2025) dini hari WIB, saat timnya berjuang keras menghadapi juara Serie A Italia. (Sumber foto: Abdullah Ahmed/Getty Images)

Mataredaksi.com, BOGOR – Pelatih Bologna FC 1909, Vincenzo Italiano memuji performa Società Sportiva Calcio Napoli yang fantastis dalam final Supercoppa Italiana 2025. “Kami memberikan semua yang kami miliki, tetapi tidak bisa menaikkan level kami untuk menandingi mereka”, ujarnya seusai laga yang berakhir 2-0 untuk Il Partenopei.

Ini adalah penampilan pertama Bologna di Supercoppa Italia. Klub Rossoblu lolos berkat kemenangan Coppa Italia musim lalu, trofi pertama mereka dalam 51 tahun, dan menyingkirkan Inter melalui adu penalti di semifinal setelah bermain imbang 1-1.

https://icdn.football-italia.net/wp-content/uploads/2025/12/Supercoppa-fireworks.jpg.webp

David Neres membuka skor dengan gol spektakuler, dan menambah gol kedua setelah memanfaatkan kesalahan lini belakang Bologna.

“Kami mencoba segala cara melawan tim yang bermain luar biasa, terutama Neres yang tampil gemilang. Namun, begitu tertinggal 2-0, itu sudah menjadi akhir laga”, jelas Italiano.

Italiano menegaskan kekalahan ini menjadi pelajaran berharga bagi timnya. “Napoli bermain fantastis, kami memberikan segalanya, tetapi tidak bisa mencocokkan mereka. Ini membantu tim untuk berkembang dan menilai dimana kami harus memperbaiki diri”, tambahnya.

Menanggapi kesalahan kiper Federico Ravaglia pada gol kedua, Italiano membela pemainnya. “Ravaglia tampil hebat sepanjang turnamen. Kesalahan itu tidak mengubah segalanya. Dia sangat peduli dengan klub ini, bahkan seakan memiliki tato warna Bologna di kulitnya”, kata Italiano.

https://icdn.football-italia.net/wp-content/uploads/2025/12/Napoli-Supercoppa-trophy.jpg.webp

Italiano juga menyoroti kerja keras timnya. “Kami mencoba menyerang melalui Odgaard dan lini tengah, tetapi pertahanan Napoli sangat disiplin. Kesalahan transisi dan kurangnya kesabaran menghalangi peluang kami”, tambahnya.

Pengalaman mengikuti final sebelumnya membentuk mental Italiano. “Ini final kelima saya dalam empat tahun terakhir, dan kekalahan tetap menyakitkan. Tapi saya bangga karena pemain memberikan segalanya”, ujarnya.

https://icdn.football-italia.net/wp-content/uploads/2025/12/Jhon-Lucumi-David-Neres.jpg

Ia menekankan perjalanan timnya masih panjang. “Kekalahan ini tidak menghentikan ambisi kami. Kami masih bermain di beberapa kompetisi, dan tidak boleh menurunkan fokus. Kesalahan ini akan jadi pembelajaran untuk meningkat di masa depan”, pungkasnya.

Statistik menunjukkan Napoli mendominasi penguasaan bola 58%, menciptakan 12 peluang, sementara Bologna hanya 6, dengan 4 tembakan tepat sasaran. Suasana di Stadion Al-Awwal Park panas, dengan sorak sorai ribuan pendukung Napoli yang memadati tribun dan tepuk tangan hormat untuk usaha keras Bologna. (MR-03)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *