Jerman vs Denmark: Menang 2-1, Die Nationalelf Tempel Swedia di Klasemen Sementara Grup C

Piala Eropa Putri 2025

Caption Foto: GELANDANG Timnas wanita Jerman, Sjoeke Nüsken merayakan gol penyama dari titik penalti bersama rekan-rekan setimnya dalam pertandingan Grup C Piala Eropa Wanita UEFA 2025 melawan Denmark, di Stadion St. Jakob-Park, Basel, Swiss, Selasa (8/7/2025) malam WIB. "Die Nationalelf" menang 2-1 atas "De Rød-Hvide". (Sumber Foto: X/@WEURO2025)

Mataredaksi.com, Swiss – Tim Nasional (Timnas) wanita Jerman bangkit dari ketertinggalan untuk meraih kemenangan 2-1 atas Timnas wanita Denmark dalam laga kedua penyisihan Grup C Piala Eropa Putri (Women’s Euro) 2025, di Stadion St. Jakob Park, Basel, Swiss, Selasa (8/7/2025) malam WIB.

Timnas Jerman harus menerima dua keputusan Video Assistant Referee (VAR) yang tidak menguntungkan Janina Minge dan kawan-kawan di babak pertama, dengan gol Klara Bühl yang dianulir dan klaim penalti yang dibatalkan.

Penyerang sayap itu berhasil mencetak gol melalui tendangan first-time, tetapi gol itu dianulir VAR, karena dinyatakan offside dan Sjoeke Nüsken menyentuh bola saat bergerak masuk ke gawang Denmark.

Timnas berjuluk “De Rød-Hvide” (Merah Putih) justru memecah kebuntuan di menit ke-26 saat tendangan keras Amalie Vangsgaard dari bola liar berhasil mengecoh penjaga gawang Jerman, Ann-Katrin Berger di tiang dekat.

“Die Nationalelf” (The National Eleven) julukan Timnas wanita Jerman memiliki peluang untuk menyamakan kedudukan dari titik penalti ketika Frederikke Thogersen menyentuh umpan silang di area penalti.

Tetapi, wasit assisten video (VAR) membatalkan keputusan tersebut, setelah melihat bek Denmark itu berada di luar kotak penalti karena pelanggaran. Skor 1-0 untuk keunggulan Timnas ‘Merah Putih’ atas Timnas Jerman bertahan hingga jeda.

Frustrasi dengan penampilan Janina Minge cs di babak pertama, anak-anak asuhan Christian Wück bangkit dan menyamakan kedudukan lewat penalti Sjoeke Nüsken pada menit ke-56.

Wasit memberikan hadiah penalti usai berkonsultasi dengan VAR, setelah Katrine Veje dianggap melanggar Linda Dallmann di area penalti.

“The National Eleven” (Sebelas Nasional) masih sebutan Timnas wanita Jerman berbalik unggul 10 menit kemudian ketika Lea Schüller menemukan ruang di kotak penalti sebelum melepaskan tembakan ke sudut bawah gawang.

Namun, hal itu terjadi setelah cedera kepala yang dialami pemain Denmark, Emma Strøm Snerle yang terkena sapuan bola tepat ke wajahnya dari rekan setimnya Emma Skou Færge.

Wasit Catarina Campos tidak menghentikan permainan, meskipun Emma Strøm Snerle tergeletak di tanah dan jelas membutuhkan perawatan, dan pasukan ‘Sebelas Nasional’ melanjutkan permainan dengan Jule Brand yang memberi umpan kepada Lea Schüller untuk mencetak gol kemenangan.

Gelandang Emma Strøm Snerle dalam keadaan linglung dan tertekan saat ia dibantu keluar lapangan dan digantikan oleh Josefine Hasbo sebelum pertandingan dimulai kembali.

Pelatih wanita Denmark, Andrée Jeglertz, mengkritik wasit asal Portugal Campos karena membiarkan permainan berlanjut hingga Jerman mencetak gol kedua yang menentukan.

“Kita perlu memperjelas aturannya”, kata teknisi yang akan menangani Manchester City putri, setelah turnamen sepak bola internasional utama putri, usai pertandingan.

“Jika Anda mendapatkan pemain yang mengalami cedera kepala serius, menurut saya Anda harus meniup peluit, Anda harus bertanggung jawab sebagai wasit. Saya tidak mengerti mengapa dia tidak menghentikan permainan”, tambahnya.

Meskipun sempat tertekan, Pernille Harder dan kawan-kawan tidak mampu bangkit dan tersingkir dari kompetisi, karena Timnas Swedia menang 3-0 saat berhadapan dengan Timnas Polandia.

Sementara itu, manajer Timnas wanita Jerman, Christian Wück, melemparkan pujian untuk anak asuhannya. “Saya sangat bangga dengan performa tim hari ini. Mereka menunjukkan karakter dan semangat juang yang luar biasa”.

“Kami harus berjuang keras hingga akhir, tetapi saya melihat banyak hal positif yang bisa kami bangun dari pertandingan ini. Makanya, kami harus fokus pada peningkatan”, kata Wück.

“Ada beberapa area yang perlu kami tingkatkan, terutama dalam transisi dari bertahan ke menyerang, tetapi saya yakin kami memiliki kualitas untuk menjadi lebih baik”, imbuh Wück.

Ketika ditanya tentang hierarki pengambilan tendangan penalti dalam wawancara ARD pasca pertandingan, Wück menekankan. “Itu bukan keputusan saya. Itu adalah keputusannya. (Sjoeke) Nüsken biasanya mengambil tanggung jawab”, jawab Wück.

“Kami sepakat (sebelum pertandingan) bahwa itu akan tergantung pada siapa pun yang merasakannya”, sambung Sjoeke Nüsken sendiri tentang pengambilan penalti. “Saya punya firasat bagus, ingin mengambil tindakan positif, dan merebut bola”.

Teknisi berumur 52 tahun ini mengucapan terima kasih kepada seluruh anggota tim. “Terima kasih kepada para pemain, staf, dan suporter atas dukungan mereka yang luar biasa. Kami akan terus bekerja keras dan bersiap untuk pertandingan selanjutnya”. (MR-1)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *