José Mourinho Usai Hajar Feyenoord: Ini Kebetulan Saja

JOSÉ Mourinho menunjukkan ekspresi penuh semangat saat memimpin Fenerbahçe meraih kemenangan penting atas Feyenoord dan melaju ke babak playoff Liga Champions UEFA 2025/26 pada pada leg II kualifikasi tiga, di Stadion Şükrü Saraçoğlu, Istanbul, Turki, Rabu (13/8/2025) dini hari WIB. (Sumber Foto: X/@Fenerbahce)

Mataredaksi.com, ISTANBUL –  José Mourinho sangat senang usai membawa Fenerbahçe comeback menang 5-2 atas Feyenoord dalam leg II kualifikasi III Liga Champions, Rabu (13/8/2025) dini hari WIB. Kemenangan itu membawa Sarı Kanaryalar melaju ke babak play-off dengan agregat 6-4.

Mourinho Sebut Istanbul “Neraka” bagi Feyenoord

Sebelum pertandingan, Mourinho menyebut Istanbul sebagai neraka bagi Feyenoord. Namun, setelah laga, ia menegaskan bahwa keberhasilan timnya lebih karena keberuntungan dan kebetulan semata.

Rekor Mourinho di Rotterdam

Mourinho mengungkapkan bahwa dirinya belum pernah menang saat bermain di Rotterdam, kandang Feyenoord. “Saya hanya pernah menang di Piala Winners 1997 saat Barcelona melawan Paris Saint-Germain, tapi itu bukan sebagai pelatih klub”, ujarnya.

Ia menambahkan, “Saya belum pernah menang di Rotterdam bersama Manchester United, AS Roma, maupun Fenerbahçe. Meski demikian, saya selalu berhasil menang di leg kedua dan lolos ke babak selanjutnya”.

Perbedaan Fenerbahçe Musim Ini

Selain itu, Mourinho menilai ada perubahan signifikan dibanding musim lalu, terutama soal dukungan suporter dan mental skuad. Pada musim lalu, Fenerbahçe gagal lolos setelah kalah agregat 2-3 dari Lille OSC.

“Perbedaan utama musim ini adalah dukungan para fans. Ketika tertinggal 0-1 dan skor agregat jadi 1-3, para pemain tetap menunjukkan sikap positif. Ini sangat berbeda dari musim lalu,” jelas pelatih asal Portugal itu.

ptimisme Menjelang Babak Play-off

Kini, Fenerbahçe bersiap menghadapi Benfica di babak play-off setelah tim Portugal itu menang agregat 4-0 atas OGC Nice. Mourinho sadar tantangan berat menanti, tetapi ia tetap optimistis.

“Babak play-off tidak akan mudah. Namun, saya yakin Benfica juga tidak senang menghadapi kami. Mereka mungkin lebih memilih lawan lain seperti Feyenoord. Kami siap menghadapi tantangan ini, begitu juga para fans kami”, tutup Mourinho yang telah dua kali menjuarai Liga Champions.(MR-03)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *