Awal Cemerlang di Timnas
Mataredaksi.com, BOGOR – Timnas Spanyol mengawali kualifikasi Piala Dunia FIFA 2026 dengan cara meyakinkan. Dua laga, dua kemenangan telak: 3-0 di markas Bulgaria dan 6-0 saat bertandang ke Turki. Dari banyak nama yang masuk papan skor, hanya Mikel Merino yang konsisten mencetak gol di kedua pertandingan tersebut.
Hat-trick Bersejarah
Di laga kontra Turki, Merino mencuri panggung. Ia menggandakan keunggulan La Roja lewat kombinasi umpan apik yang diselesaikan dengan tembakan first-time sensasional. Gol itu menandai trigolnya dalam empat laga internasional. Tak berhenti di situ, ia menutup babak pertama dengan lesakan kedua setelah crossing Pedri gagal disambar Ferran Torres dan Mikel Oyarzabal.
Sorotan terbesar datang di akhir pertandingan. Dari jarak 40 yard, Merino melepaskan tembakan keras yang merobek jala gawang lawan. Catatan itu membuatnya menjadi gelandang pertama yang mencetak hat-trick untuk Spanyol sejak Isco pada 2018. Di usia 29 tahun, Merino membuktikan diri bukan sekadar pelapis di lini tengah, melainkan salah satu gelandang pencetak gol paling berbahaya di Eropa.
Kontribusi untuk La Roja
Sejak menembus skuad senior Spanyol, Merino sering masuk rotasi. Pedri, Zubimendi, Dani Olmo, hingga Fabián Ruiz kerap jadi pilihan utama. Meski begitu, ia tetap memberi dampak. Gol kemenangannya di menit ke-119 melawan Jerman pada perempat final Euro 2024 menjadi bukti nyata.
Kini, ia berdiri di barisan terdepan untuk membawa Spanyol menggapai bintang kedua di Piala Dunia. Rangkaian trofi di level usia—Euro U-19, U-21, hingga medali perak Olimpiade—menjadi modal untuk menutup lingkaran dengan gelar dunia.
Dari Pamplona ke Sociedad
Lahir di Pamplona, Merino memulai karier di Osasuna sebelum hijrah ke Borussia Dortmund dan Newcastle United. Titik baliknya terjadi saat ia kembali ke Spanyol bersama Real Sociedad pada 2018.
Di Anoeta, ia menjelma sebagai tulang punggung lini tengah. Pada final Copa del Rey 2020, ia tampil sebagai Man of the Match dan mengakhiri paceklik 33 tahun trofi Sociedad. Musim 2023/24 makin melambungkan namanya: ia memenangi 326 duel—terbanyak di Eropa—serta 168 duel udara, bukti kualitas fisiknya yang dominan. Ia juga mengantar Sociedad kembali ke Liga Champions setelah absen lebih dari satu dekade.
Babak Baru di Arsenal
Prestasi itu membuat Arsenal tergoda. Pada musim panas, klub London tersebut memboyong Merino dengan nilai transfer £31,6 juta. Rencananya, ia diplot menemani Declan Rice dan Martin Ødegaard di lini tengah. Namun cedera bahu di sesi latihan membuatnya absen lama.
Saat ia pulih, Ødegaard justru cedera. Merino sempat keluar-masuk starting XI, hingga momen tak terduga hadir di laga melawan Leicester. Arteta memasukkannya sebagai striker darurat. Hasilnya, ia mencetak dua gol. Sejak itu, ia beberapa kali dimainkan sebagai penyerang tengah sementara, bahkan mencetak gol ke gawang Chelsea, Liverpool, dan Real Madrid.
“Merino menawarkan serangkaian keterampilan unik, mulai dari kemampuan udara, duel, hingga permainan kombinasi. Ia pandai mencari celah dan mengambil posisi yang tepat agar tembakannya tak terblokir,” ujar jurnalis Arsenal, Scott Willis.
Gaya Main yang Khas
Statistik mendukung klaim tersebut. Musim lalu, ia mencatat:
-
Sentuhan: 11%
-
Peluang tercipta: 57%
-
Percobaan tembakan: 93%
-
Duel udara dimenangkan: 97%
-
Akurasi ke sasaran: 99%
-
Kontribusi defensif: 63%
Kekuatan utamanya jelas: duel udara dan timing masuk kotak penalti. Ia bukan playmaker pengatur tempo, melainkan gelandang penembus yang tajam. Kekurangannya pun diakui: ia bukan pemain cepat saat membalikkan badan atau menusuk dengan dribel panjang. Namun, hal itu tidak mengurangi nilainya bagi tim.
Persaingan di Emirates
Kedatangan Viktor Gyökeres, Zubimendi, dan Eberechi Eze pada musim panas membuat persaingan di Arsenal makin ketat. Merino hanya tampil 13 menit di laga pembuka Premier League. Meski begitu, ia tetap memberi warna baru dalam opsi rotasi Arteta.
Pertanyaannya kini: apakah Merino akan jadi starter reguler atau justru supersub yang menentukan? Jawaban itu belum pasti, tapi kontribusinya akan sangat dibutuhkan.
Ambisi Ganda
Di level klub, Arsenal membidik gelar Premier League pertama dalam 22 tahun plus Liga Champions perdana. Di level negara, Spanyol sedang membangun momentum menuju Piala Dunia 2026.
Mikel Merino berada di persimpangan itu: seorang gelandang pekerja keras yang selalu siap mengambil peluang, baik dari bangku cadangan maupun sebagai starter. Dari Pamplona hingga London, dari Sociedad hingga La Roja, kisahnya belum berhenti. Bisa jadi, musim depan namanya tercatat dalam sejarah, baik di Arsenal maupun di Spanyol. (MR-02)






