Mataredaksi.com, BOGOR – Pelatih Atalanta BC, Raffaele Palladino, menyampaikan rasa bangganya setelah tim asuhannya menaklukkan Torino FC 2-0 pada pekan ke-20 Serie A Italia 2025/2026. Hasil tersebut memperpanjang tren positif ‘La Dea’ menjadi tiga kemenangan beruntun, sebuah pencapaian yang belum mereka raih pada musim ini.
Bermain di Stadion New Balance Arena, Bergamo, Minggu (11/1/2026) dini hari WIB, Atalanta tampil percaya diri sejak awal laga. Gol pembuka Charles De Ketelaere dan penyelesaian akhir Mario Pašalić memastikan tiga poin tetap berada di tangan tuan rumah.
EKSPRESI DINGIN – Pelatih Atalanta BC berjalan keluar lapangan usai timnya menang dalam pertandingan pekan ke-20 lanjutan Serie A Italia melawan Torino FC, di Stadion New Balance Arena, Bergamo, Minggu (11/1/2026) dini hari WIB. (Sumber foto: X/@Atalanta_BC)
Mentalitas Sejak Menit Awal
Menurut Palladino, kemenangan atas Torino tidak lepas dari mentalitas yang ditunjukkan para pemainnya sejak menit pertama. Ia menilai timnya bermain dengan karakter kuat dan menikmati setiap fase pertandingan.
“Saya sangat puas. Saya meminta tim bermain dengan karakter dan mentalitas yang benar, dan mereka melakukannya. Mereka ingin menang dan menikmati sepak bola mereka”, ujar Palladino kepada Sky Sport Italia dilansir Mataredaksi.
Risiko di Tengah Dominasi
Meski tampil dominan, Palladino mengakui Atalanta sempat mengambil risiko karena gagal mencetak gol kedua lebih cepat. Situasi tersebut membuat laga tetap terbuka hingga menit-menit akhir. “Dalam sepak bola, apa pun bisa terjadi. Torino sempat memiliki peluang, tetapi tim saya benar-benar menginginkan kemenangan ini”, tambahnya.
MERAYAKAN KEMENANGAN – Pemain Atalanta BC merayakan kemenangan setelah pertandingan Serie A Italia melawan Torino FC, di Stadion New Balance Arena, Bergamo, Minggu (11/1/2026) dini hari WIB. (Sumber foto: Francesco Scaccianoce/Getty Images)
De Ketelaere Akhiri Puasa Gol
Gol pembuka Atalanta lahir melalui sundulan melirik Charles De Ketelaere di tiang dekat, memanfaatkan sepak pojok Lorenzo Bernasconi. Gol itu mengakhiri puasa gol De Ketelaere di Serie A yang berlangsung selama 118 hari.
Setelah gol tersebut, kepercayaan diri Atalanta meningkat. Beberapa peluang tambahan tercipta, sementara Torino lebih sering mengandalkan serangan balik. Di bawah mistar, Marco Carnesecchi tampil solid dan menjaga gawang Atalanta tetap aman.
Gol Penutup Penuh Emosi
Kepastian kemenangan Atalanta hadir di menit-menit akhir melalui skema serangan balik cepat. Mario Pašalić berlari dari setengah lapangan sendiri sebelum menaklukkan Alberto Paleari dalam duel satu lawan satu.
Gol penutup tersebut menghadirkan momen emosional bagi Pašalić. Gelandang Kroasia itu baru kehilangan ayahnya menjelang Natal dan terlihat meneteskan air mata saat menerima pelukan dari rekan setimnya setelah laga usai. “Saya sangat senang untuk Mario. Gol itu sangat berarti baginya”, ujar Palladino.
MERAYAKAN – Isak Hien centre-back dan kapten Atalanta BC, Marten de Roon merayakan pada pertandingan Serie A Italia melawan Torino FC, di Stadion New Balance Arena, Bergamo, Minggu (11/1/2026) dini hari WIB. (Sumber foto: Francesco Scaccianoce/Getty Images)
Cedera Djimsiti Jadi Catatan
Di balik kemenangan, Atalanta mendapat kabar kurang menyenangkan setelah Berat Djimsiti harus meninggalkan lapangan sebelum jeda. Bek tengah tersebut menjalani pemeriksaan X-ray di rumah sakit. Hasil pemeriksaan memastikan Djimsiti tidak mengalami mikrofraktur. Atalanta pun sedikit bernapas lega jelang laga berikutnya.
Konsistensi La Dea Terjaga
Terlepas dari insiden cedera, Palladino memuji konsistensi timnya dalam beberapa pekan terakhir. La Dea sebelumnya menumbangkan AS Roma dan Bologna FC 1909. Dalam lima pertandingan Serie A terakhir, Atalanta hanya kebobolan satu gol.
“Semua pemain memberikan segalanya. Marten de Roon dan kawan-kawan bermain sebagai satu tim, termasuk para penyerang yang aktif membantu pertahanan”, jelasnya.
GOL PELEPAS DAHAGA– Ekspresi Charles De Ketelaere (kanan) gelandang serang Atalanta BC ketika merayakan bersama rekannya Marten de Roon setelah mencetak gol pembuka timnya pertandingan Serie A Italia melawan Torino FC, di Stadion New Balance Arena, Bergamo, Minggu (11/1/2026) dini hari WIB. (Sumber foto: X/@footballitalia)
Fokus Menatap Laga Berikutnya
Meski meraih tiga kemenangan beruntun, Palladino menegaskan timnya tidak boleh cepat puas. Ia menilai setiap pertandingan selanjutnya akan menjadi tantangan tersendiri. “Laga paling sulit selalu yang berikutnya. Kami harus mempertahankan mentalitas ini jika ingin terus naik di klasemen”, kata Palladino.
Tambahan tiga poin membawa Atalanta naik ke peringkat ketujuh klasemen sementara Serie A. La Dea kini unggul empat poin atas Bologna FC, meski Rossoblù masih menyimpan satu pertandingan. Performa tersebut menegaskan kebangkitan Atalanta setelah awal musim yang kurang meyakinkan. (MR-03)







