Pelanggaran Berat dan Solidaritas di DFB-Pokal: Dortmund vs Essen

Pelatih Niko Kovač dan Uwe Koschinat Mengecam Hinaan Rasis terhadap Kelsey Owusu

HANYA menerima kartu kuning atas pelanggaran kerasnya, Kelsey Owusu (kedua dari kanan) menjadi sorotan dalam duel putaran pertama DFB-Pokal 2025 antara Rot-Weiss Essen dan Borussia Dortmund. (Sumber Foto: picture alliance/Sven Simon/Malte Ossowski/SVEN SIMON)

Mataredaksi.com, ESSEN – Borussia Dortmund menang 1-0 atas Rot-Weiss Essen di putaran pertama DFB-Pokal 2025, Selasa (19/8/2025), berkat gol tunggal Serhou Guirassy pada menit ke-79. Ia mengecoh bek lawan dan melepaskan tembakan ke sudut bawah gawang, membawa Dortmund ke babak kedua.

Namun kemenangan Dortmund ternoda oleh pelanggaran keras Kelsey Owusu terhadap Yan Couto di menit ke-94. Couto berguling kesakitan dan harus ditandu keluar lapangan.

Pelatih Niko Kovač langsung menanggapi: “Yan sangat kesakitan. Itu tendangan cukup keras, saya belum pernah melihat yang seperti itu sebelumnya. Lututnya sekarang dikompres es. Besok tim medis akan memeriksa lebih lanjut, tapi saya yakin ini hanya memar parah. Owusu jelas tidak bermaksud melukai”, ujar Kovač.

Pemain pengganti Essen, Owusu, meminta maaf di ruang ganti Dortmund. Meski begitu, ia menerima pelecehan rasis di media sosial.

Pelatih Essen, Uwe Koschinat, menegaskan: “Tekel itu salah kaprah. Komentar rasis terhadap Owusu sama sekali tidak pantas. Dia mendapat dukungan penuh dari klub”.

Direktur olahraga Dortmund, Sebastian Kehl, menambahkan: “Itu pelanggaran brutal. Kartu merah jelas layak, tapi aturan Piala DFB tidak memungkinkan VAR di putaran awal”.

Dortmund kini harus mengatasi lini belakang pincang akibat absennya Niklas Süle, Nico Schlotterbeck, dan Emre Can, sambil bersiap menghadapi pembuka Bundesliga kontra St. Pauli akhir pekan ini. (MR-02)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *