Pemkab Bogor Sewakan Rumah Korban Pergerakan Tanah Sukamakmur demi Keselamatan Warga

Korban Pergerakan Tanah - Bupati Bogor Rudy Susmanto mengunjungi korban pergerakan tanah, di Posko Bencana Kampung Nanggerang, RT 03/RW 02, Desa Pabuaran, Kecamatan Sukamakmur, Kabupaten Bogor, Jumat (30/1/2026). Ia menyampaikan keprihatinan kepada warga terdampak. (Foto: Adi Sitorus/Mataredaksi)

Mataredaksi.com, BOGOR – Bupati Bogor Rudy Susmanto meninjau lokasi pergerakan tanah, di Kampung Nanggerang, RT 03/RW 02, Desa Pabuaran, Kecamatan Sukamakmur, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Jumat (30/1/2026).

Menurut informasi, pergerakan tanah terjadi pada Kamis (29/1/2026) sore sekitar pukul 17.30 WIB. Peristiwa tersebut memaksa aparat mengevakuasi 147 jiwa ke lokasi yang lebih aman.

Berdasarkan data terbaru Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bogor mencatat sebanyak 60 rumah terdampak pergerakan tanah. Dampak tersebut dialami oleh 31 kepala keluarga (KK) mengalami kerusakan.

BPBD merinci, 20 rumah mengalami rusak berat. Selain itu, 10 rumah mengalami rusak ringan dan 8 rumah rusak sedang. Sebanyak 22 rumah lainnya berada dalam kondisi terancam.

Dalam kunjungannya, Bupati Rudy Susmanto menyampaikan rasa prihatin atas musibah yang menimpa warga Kampung Nanggerang. Ia menegaskan pemerintah daerah Kabupaten Bogor bertanggung jawab atas keselamatan masyarakat terdampak.

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor menyewa rumah bagi 60 KK korban pergerakan tanah. Pemkab Bogor memberikan bantuan tersebut selama enam bulan ke depan. Pemerintah daerah juga menyalurkan logistik bantuan berupa sembilan bahan pokok (sembako) kepada warga terdampak.

“Selama enam bulan ke depan, kami menyewa rumah untuk para korban. Pemkab Bogor sudah membayar biaya sewanya secara penuh”, kata Bupati Rudy Susmanto.

Terkait penyebab pergerakan tanah, Rudy Susmanto menyampaikan pemerintah daerah masih melakukan kajian teknis. Tim terkait saat ini meneliti kondisi tanah di lokasi kejadian.

“Secara kasat mata, kami melihat kontur tanah cukup labil. Namun, kami masih mengkaji faktor lain yang memicu pergerakan tanah, Prosesnya tidak akan memakan waktu lama”, ujar politisi Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) tersebut.

Bupati Rudy juga mengimbau warga agar tidak kembali ke rumah yang berada di zona rawan. Pemerintah daerah memberlakukan imbauan tersebut hingga kajian teknis selesai.

Ia menegaskan, saat ini seluruh warga terdampak sudah tidak lagi berada di tenda pengungsian karena Pemkab Bogor telah menjamin tempat tinggal sementara yang aman bagi para korban. (MR-07)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *