Mataredaksi.com, Swiss – Kendati sudah dipastikan tersingkir dari Piala Eropa Wanita UEFA 2025, Tim nasional (Timnas) Wanita Polandia menutup kiprah debut di turnamen besar dengan kemenangan membanggakan saat menghadapi Denmark.
Duel yang dimainkan di Stadion Swissporarena, di Lucerne, Swiss, pada Minggu (13/7/2025) dini hari WIB, “Biało-czerwoni” (Putih-Merah) sebutan Polandia tampil agresif sejak awal dan akhirnya menang 3-2. Kemenangan ini sekaligus mencatatkan poin dan gol pertama mereka di turnamen besar.
Skuad asuh Nina Patalon tampil jauh lebih berani dibanding dua laga sebelumnya yang berakhir dengan kekalahan 0-2 dari Jerman dan 0-3 dari Swedia. Mengandalkan tekanan tinggi dan peralihan bola cepat antar sayap, taktik ini membuahkan hasil di menit ke-13.
Bermula dari serangan di sisi kanan Emilia Szymczak mengirim umpan silang rendah ke kotak penalti yang semula ditujukan ke kapten Ewa Barbara Pajor. Bola sempat memantul, lalu disambar Natalia Alessandra Padilla-Bidas yang mencetak gol pertama ‘Putih-Merah’ di turnamen besar.
Hanya tujuh menit berselang, giliran Ewa Pajor menggandakan keunggulan. Striker milik FC Barcelona Femení itu menyundul umpan silang Natalia Padilla tanpa kawalan, membuat kiper Denmark, Maja Bay Østergaard tidak berkutik.
“De Rød-Hvide” (Merah Putih) julukan Denmark, finalist Euro 2017, tampak kehilangan arah dan harus kehilangan sang kapten, Pernille Harder, akibat cedera di babak pertama.
Skuad asuhan Andrée Jeglertz baru menciptakan ancaman serius di waktu tambahan babak pertama melalui dua peluang dari Signe Kallesøe Bruun – satu membentur mistar, satu lagi digagalkan Kinga Jadwiga Szemik.
Kinga Szemik tampil solid di bawah mistar, meski sempat melakukan kesalahan fatal di babak kedua saat gagal menangkap tendangan jarak jauh Janni Thomsen yang berujung gol pertama untuk “Danish Dynamite” (Dinamit Denmark).
Saat Timnas yang juga berjulang “Orły” (The Eagles) mulai kelelahan dan ‘Dinamit Denmark’ bangkit, gol penyama kedudukan dari Nadia Nadim sempat tercipta. Namun, wasit menganulirnya berkat sistem offside otomatis.
“The Eagles”(Elang) memanfaatkan keberuntungan itu. Martyna Wiankowska menyambar bola liar di depan gawang untuk mengubah skor menjadi 3-1. Katrine Veje dan kawan-kawan memperkecil ketertinggalan lewat sundulan Kallesøe Bruun, namun waktu tak cukup untuk menyamakan kedudukan.
Kekalahan ini menutup kampanye menyedihkan anak asuhan pelatih Andrée Jeglertz – dalam laga terakhirnya sebelum pindah ke Manchester City – menjadi negara kelima dalam sejarah Euro Wanita yang kalah di semua laga fase grup.
Usai dua kekalahan telak yang memastikan tersingkir lebih awal, pelatih Nina Patalon menegaskan, bahwa perjalanan Polandia “baru saja dimulai”. Timnya menjawab dengan performa penuh determinasi dan semangat menyerang yang tak terlihat di laga sebelumnya.
Pernille Harder dan kolega kewalahan menghadapi tekanan tinggi Polandia di babak pertama. Pertanyaannya: apakah hasil melawan Jerman bisa berbeda jika pendekatan ini digunakan sejak awal turnamen?.
Namun, kelemahan Polandia dalam menghadapi bola-bola udara tetap terlihat. Lima dari tujuh gol kebobolan mereka di turnamen ini berasal dari sundulan lawan, termasuk peluang berbahaya Nadim yang nyaris berbuah gol penyeimbang.
Meskipun sulit, performa ini menunjukkan bahwa debut Timnas Polandia di Euro 2025 bisa menjadi fondasi untuk langkah lebih besar di masa depan. (MR-2)






