Mataredaksi.com, BOGOR – Juventus FC menegaskan ambisi Scudetto mereka dengan menghancurkan U.S Cremonese 5-0 pada pekan ke-20 Serie A Italia 2025/2026, di Stadion Allianz, Turin, Selasa (13/1/2026) dini hari WIB.
Kemenangan ini membuat La Vecchia Signora (The Old Lady) terus mengejar AS Roma dan SSC Napoli, sekaligus mengirim sinyal kuat kepada rival-rivalnya. Jonathan David dan Weston McKennie menjadi sorotan utama berkat performa gemilang mereka, yang membuat stadion bergemuruh.
MERAYAKAN GOL – Glesion Bremer center back Juventus FC (kiri) merayakan gol pembuka dengan rekan setimnya Fabio Miretti pada pertandingan Serie A melawan U.S Cremonese, di Stadion Allianz, Turin, Selasa (13/1/2026) dini hari WIB. (Sumber foto: Valerio Pennicino/Getty Images)
Tekanan dan Absensi Juventus
The Old Lady (Nyonya Tua) tetap dominan, meski absennya Francisco Conceição, Dušan Vlahović, Federico Gatti, Daniele Rugani, dan Arek Milik. Lloyd Kelly memperkuat lini belakang, sementara Fabio Miretti dimainkan sebagai trequartista.
Sebelumnya, ‘Si Nyonya Tua’ menang 3-0 atas U.S Sassuolo Calcio. Jonathan David mencetak gol dari penalti yang gagal sebelumnya melawan U.S Lecce. Posisi Juventus di papan atas memberi tekanan untuk menang meyakinkan. Le Tigri (The Tigers) – julukan U.S Cremonese – berjuang di papan bawah dan berusaha mencuri poin, sehingga laga penuh tensi.
Gol Awal dan Momen Unik
David hampir membuka skor setelah enam menit saat memotong umpan Dennis Johnsen, tetapi Emil Audero Mulyadi menepis bola. Andrea Cambiaso membalas di ujung lain, namun Michele Di Gregorio sigap menahan peluang.
BERUSAHA MELEWATI – Weston McKennie gelandang Juventus FC berusaha melewati Emil Audero Mulyadi kiper U.S Cremonese pada pertandingan Serie A, di Stadion Allianz, Turin, Selasa (13/1/2026) dini hari WIB. (Sumber foto: Valerio Pennicino/Getty Images)
Juventus akhirnya memimpin melalui gol unik: tendangan voli Miretti membentur kepala Gleison Bremer dan defleksi Audero. Rekan setim tertawa, Gleison Bremer terlihat terkejut, dan penonton bersorak riuh, menambah drama awal pertandingan.
Drama Penalti dan VAR
The Tigers (Harimau) mencoba membalas, tetapi meninggalkan celah di lini belakang. Khéphren Thuram memanfaatkan ruang dan mengirim umpan kepada Jonathan David, yang tenang menaklukkan kiper tim nasional Indonesia.
Cremonese sempat mengklaim penalti setelah Johnsen jatuh di kotak, tetapi VAR menegaskan gelandang Juventus lebih dulu mengenai bola. Akibatnya, pelatih Davide Nicola frustrasi dan diusir dari tepi lapangan.
EKSPRESI Gol – Jonathan David penyerang Juventus FC merayakan gol pada pertandingan Serie A melawan U.S Cremonese, di Stadion Allianz, Turin, Selasa (13 /1/2026) dini hari WIB. (Sumber foto: Valerio Pennicino/Getty Images)
Gol Bunuh Diri dan Kombinasi Serangan
Juventus menggandakan keunggulan setelah restart. Miretti mengirim McKennie menembus pertahanan. McKennie menggiring bola melewati Audero dan menuntaskan tembakan dari sudut sempit yang sempat dibersihkan Filippo Terracciano. Gol dicatat sebagai bunuh diri lawan. David dan Miretti juga beberapa kali mengancam pertahanan lawan, menambah tekanan psikologis bagi Cremonese.
McKennie dan Gol Kelima
McKennie menambah gol kedua dengan sundulan akurat dari umpan silang Pierre Kalulu. Juventus tidak mencetak lima gol dalam satu pertandingan Serie A sejak menang 7-0 atas Sassuolo Calcio Februari 2018.
Jonathan David terus menjadi ancaman di kotak penalti. Kenan Yıldız mengeksekusi penalti rebound, tapi Audero menahan. Para pemain Juventus merayakan gol dengan sorak sorai, membakar semangat tim.
SELEBRASI DINGIN – Weston McKennie gelandang Juventus FC melakukan selebrasi dingin usai mencetak gol pada pertandingan Serie A melawan U.S Cremonese, di Stadion Allianz, Turin, Selasa (13/1/2026) dini hari WIB. (Sumber foto: Valerio Pennicino/Getty Images)
Percobaan Cremonese dan Statistik Laga
Laskar Harimau mencoba memperkecil kedudukan. Alberto Grassi memaksa Di Gregorio melakukan penyelamatan spektakuler dan sempat mencetak gol dari sepak pojok, tetapi dianulir karena offside.
Juventus menguasai bola 62%, melepaskan 17 tembakan, 10 tepat sasaran. Cremonese hanya 6 percobaan, 2 tepat sasaran. Tekanan Juventus bertahan sepanjang babak kedua, termasuk tiga tendangan sudut dan beberapa percobaan dari luar kotak.
Dampak Kemenangan dan Ambisi Scudetto
Kemenangan 5-0 menegaskan kualitas Juventus dalam menyerang dan mengontrol permainan meski beberapa pemain inti absen. David, McKennie, dan Miretti tampil gemilang, sementara lini belakang tetap solid.
Hasil ini meningkatkan moral Bianconeri, menekan rival papan atas, dan mengirim sinyal bahwa Juventus serius mengejar gelar Serie A 2025/2026. Momentum ini juga menambah kepercayaan diri tim untuk sisa musim. (MR-03)






