Spalletti Frustrasi Meski Juventus Menang, Tegaskan Tak Bisa Ganti 18 Pemain Sekaligus

Memberikan Instruksi - Pelatih Juventus, Luciano Spalletti, memberikan instruksi kepada para pemain saat menghadapi U.S. Lecce pada pekan ke-36 lanjutan Serie A Italia 2025/2026, di Stadio Ettore Giardiniero - Via del Mare, Minggu (10/5/2026) dini hari WIB. Meski menang 1-0, Spalletti tetap meluapkan rasa frustrasinya terhadap performa ‘Si Nyonya Tua’ yang dinilai belum konsisten. (Sumber foto: @footballitalia/X)

Mataredaksi.com, BOGOR – Pelatih Luciano Spalletti meluapkan rasa frustrasinya, meski Juventus menang tipis 1-0 atas U.S. Lecce pada pekan ke-36 Serie A Italia 2025/2026, di Stadio Ettore Giardiniero – Via del Mare, Minggu (10/5/2026) dini hari WIB.

Juventus langsung unggul saat pertandingan baru berjalan 12 detik lewat gol cepat Dušan Vlahović. Namun, Bianconeri gagal menambah keunggulan meski mendominasi hampir sepanjang laga.

Dua gol tambahan Juventus bahkan dianulir wasit karena offside setelah pemeriksaan Video Assistant Referee (VAR). Vlahović dan Pierre Kalulu sama-sama kehilangan gol pada babak kedua.

“Kami sudah membicarakan hal ini sejak lama. Kami mencetak gol cepat lalu gagal mengakhiri pertandingan. Situasi seperti ini terus berulang”, ujar Spalletti kepada Sky Sport Italia.

Spalletti Soroti Hilangnya Fokus Pemain

Spalletti menilai Juventus kehilangan konsentrasi ketika pertandingan masih berada dalam kendali mereka. Ia mengaku kesal karena para pemain beberapa kali membuat kesalahan sederhana.

“Kami mendominasi seluruh area permainan dan terlihat memegang kendali penuh. Namun, kemudian muncul momen ketika kami kehilangan arah dan salah memberikan umpan”, katanya.

Menurut Spalletti, Juventus belum mampu menjaga determinasi dan fokus selama 90 menit penuh. “Begitu kami membuat kesalahan, rasa takut langsung muncul. Pertandingan kembali terbuka dan kami mulai kehilangan ketenangan”, lanjut mantan pelatih Timnas Italia tersebut.

Pelatih berusia 67 tahun itu bahkan terlihat marah di tepi lapangan karena para pemain tidak menggerakkan bola sesuai instruksinya. Ia menyebut Juventus terlalu sering mengambil keputusan yang salah saat memasuki area pertahanan lawan.

“Pertandingan seperti ini seharusnya tidak berakhir 1-0. Kami hampir tidak memberi mereka kesempatan masuk ke area kami, tetapi kami malah memilih opsi menyerang yang salah”, tegasnya.

Juventus Tak Bisa Rombak Skuad Besar-Besaran

Spalletti juga menanggapi kritik yang meminta Juventus mengganti banyak pemain pada musim depan. Menurutnya, media terlalu mudah berbicara soal revolusi skuad tanpa melihat kondisi klub secara realistis.

“Media bertindak seolah-olah kami akan mengganti 18 dari 25 pemain di ruang ganti. Kami tidak bisa melakukan itu”, ujar Spalletti.

Ia menilai Juventus sedang menjalankan proyek jangka panjang sehingga mayoritas pemain saat ini tetap harus berkembang bersama tim.

“Ini proyek serius. Klub sudah mengeluarkan banyak uang dalam dua musim terakhir, jadi kami tidak bisa terus membeli pemain baru”, katanya.

Spalletti meminta para pemain Juventus berkembang secara mental dan teknis agar tim bisa kembali stabil dalam persaingan papan atas Serie A.

Vlahović Dinilai Punya Karakteristik Langka

Spalletti kemudian memuji peran Vlahović yang dianggap sangat penting dalam sistem permainan Juventus. “Kami sangat merindukan Vlahović karena tidak ada pemain lain dengan karakteristik seperti dirinya”, kata Spalletti lagi.

Ia menilai tim yang ingin bersaing di level tertinggi membutuhkan penyerang tengah dengan kekuatan fisik, kemampuan duel udara, dan karakter kuat di kotak penalti. Menurut Spalletti, Juventus belum memiliki pemain lain yang mampu memberikan dampak serupa di lini depan.

Jonathan David Dinilai Berbeda

Spalletti lalu membandingkan Vlahović dengan Jonathan David. Ia mengakui Jonathan David memiliki insting mencetak gol yang baik, tetapi belum sekuat Vlahović dalam duel fisik. “Jonathan David bisa mencetak gol, tetapi dalam duel fisik dan benturan, dia masih kesulitan”, jelas Spalletti.

Pelatih asal Italia itu juga menyoroti kurangnya pemain kreatif yang mampu menghubungkan lini tengah dengan lini depan secara efektif.

Menurutnya, Juventus masih kehilangan sosok yang bisa menerjemahkan distribusi bola dari belakang menjadi peluang berbahaya di area lawan.

Spalletti Sindir Rumor Transfer Juventus

Spalletti turut menyinggung derasnya rumor transfer Juventus menjelang bursa musim panas. “Saya bilang beberapa hari lalu kami membutuhkan bus dua tingkat karena terlalu banyak pemain yang disebut akan datang”, ujar Spalletti sambil tersenyum.

Komentar tersebut menegaskan bahwa Juventus tidak akan melakukan perubahan besar-besaran pada skuad mereka musim depan.

Juventus Jaga Peluang ke Liga Champions

Meski masih menyimpan banyak catatan, kemenangan atas Lecce tetap memberi dorongan penting bagi Juventus dalam perebutan tiket Liga Champions UEFA musim depan.

Hasil tersebut membawa Juventus naik ke posisi ketiga klasemen sementara Serie A dan unggul atas AS Roma sebelum pertandingan AC Milan melawan Atalanta berlangsung.

Spalletti berharap kemenangan ini bisa membantu Juventus menjaga momentum positif pada sisa pertandingan musim ini. (MR-01)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *