Spalletti: Juventus Menang di Tengah Tekanan Liga Champions

PEMBUKA KEUNGGULAN – Khéphren Thuram mencetak gol pembuka Juventus lewat tendangan rendah ke sudut gawang SL Benfica setelah memaksimalkan kerja sama cepat dengan Jonathan David pada matchday ketujuh League Phase Liga Champions UEFA 2025/2026, di Allianz Stadium, Turin, Kamis (22/1/2026) dini hari WIB. Gol tersebut membuka jalan kemenangan 2-0 Bianconeri di bawah tekanan tinggi. (Sumber foto: X/@juventusfc)

Mataredaksi.com, BOGOR – Luciano Spalletti menyoroti ketegangan yang dirasakan Juventus saat menundukkan SL Benfica 2-0 pada matchday ketujuh league phase Liga Champions UEFA 2025/2026. Laga berlangsung di Allianz Stadium, Turin, Piemonte, Italia, Kamis (22/1/2026) dini hari WIB.

Pelatih Bianconeri itu menegaskan timnya harus menjaga fokus penuh di tengah tekanan tinggi kompetisi Eropa. Menurut Spalletti, setiap detail bisa menentukan hasil.

“Kadang saya sedikit takut kami tidak akan berhasil, tapi justru itu yang saya sukai”, ujar Spalletti kepada Amazon Prime Video Italia. Ia menyebut Liga Champions menuntut kewaspadaan tanpa henti dari menit pertama hingga akhir laga.

Tekanan Tinggi Sejak Awal Laga

Juventus membuka pertandingan dengan agresif. Namun, seiring berjalannya waktu, tekanan justru meningkat. Spalletti mengakui timnya sempat bermain terlalu dalam dan kehilangan bola di beberapa momen krusial.

“Ini pertandingan penting. Jika hasil tidak sesuai, tekanan langsung menumpuk”, katanya. Ia menilai kehilangan penguasaan bola membuat Benfica lebih percaya diri untuk menekan balik.

Meski begitu, Juventus tetap mampu menjaga struktur permainan. Transisi bertahan berjalan lebih rapi dibanding laga sebelumnya, meskipun intensitas Benfica sempat merepotkan.

Dominasi Lini Tengah Jadi Pembeda

Kemenangan Juventus tidak lepas dari peran Khéphren Thuram dan Weston McKennie di lini tengah. Keduanya tampil disiplin, sigap membaca permainan, serta konsisten memutus alur serangan lawan.

Selain itu, keberuntungan juga berpihak pada tuan rumah. Penyerang Benfica, Vangelis Pavlidis, tergelincir saat mengambil penalti akibat kondisi rumput, sehingga peluang emas tim tamu terbuang.

Spalletti juga memuji kontribusi pemain pengganti. Masuknya Francisco Conceição menggantikan Fabio Miretti membantu Juventus menstabilkan tempo permainan di fase akhir.

Momen Kritis di Allianz Stadium

Atmosfer Allianz Stadium terasa tegang sepanjang pertandingan. Dukungan penuh publik tuan rumah menjadi dorongan, tetapi juga menghadirkan tekanan tersendiri bagi para pemain.

Juventus memecah kebuntuan melalui gol Thuram dari luar kotak penalti. Setelah itu, McKennie menggandakan keunggulan dengan memanfaatkan umpan terobosan cerdas Jonathan David.

Di sisi lain, Benfica sempat mengancam. Sundulan Frederik Aursnes membentur tiang, sementara upaya Pavlidis berhasil dihentikan Manuel Locatelli. Kiper Benfica, Anatoliy Trubin, juga tampil solid dengan menggagalkan peluang Conceição.

Evaluasi dan Catatan Perbaikan

Meski menang, Spalletti menilai Juventus belum tampil sempurna. Ia menyoroti reaksi tim dalam membaca serangan balik lawan yang masih perlu ditingkatkan.

“Keganasan adalah bagian dari sepak bola modern. Jika radar kami tidak selalu online, kami akan kehilangan bola terlalu sering”, tegasnya.

Ia juga memberikan catatan untuk Jonathan David dan Loïs Openda. Keduanya dinilai masih perlu pengalaman untuk mengambil keputusan lebih berani di bawah tekanan tinggi.

Kenan Yıldız mendapat pujian khusus. Spalletti menyebutnya sebagai “alien” karena bakat alaminya. Namun, ia menekankan pentingnya koordinasi defensif agar keseimbangan tim tetap terjaga.

Peluang Juventus di Fase Berikutnya

Hasil ini membawa Juventus mengoleksi 12 poin dan naik ke posisi ke-15 klasemen sementara Liga Champions. Posisi tersebut hampir memastikan tempat di babak play-off.

Juventus akan menutup league phase dengan laga tandang melawan AS Monaco. Spalletti berharap timnya bisa menjaga momentum demi hasil undian yang lebih menguntungkan.

“Kami harus terbiasa dengan tekanan dan serangan balik lawan. Saya melihat peningkatan yang jelas, meskipun selalu ada ruang untuk berkembang”, tutup Spalletti. (MR-03)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *