Napoli Belum Siap Memerintah
Mataredaksi.com, BOGOR – Pelatih Napoli Antonio Conte menegaskan timnya belum siap memerintah sepak bola Italia, meski baru saja meraih gelar Supercoppa Italiana 2025 dan sebelumnya menjuarai Serie A.
Conte menyebut keberhasilan di Riyadh sebagai turnamen yang sempurna, namun ia memilih bersikap realistis. “Napoli bahkan tidak dekat untuk siap memerintah Calcio”, ujar Conte kepada Sportmediaset dilansir Mataredaksi seusai laga final.

David Neres Penentu Kemenangan
Napoli meraih Supercoppa ketiga dalam sejarah klub setelah mengalahkan Bologna FC 2-0 di partai puncak. Sebelumnya, Partenopei menyingkirkan AC Milan dengan skor identik pada semifinal format Final Four EA Sports FC Supercup. David Neres mencetak dua gol penentu kemenangan.
“Para pemain pantas mendapat ucapan selamat atas turnamen yang sempurna, baik saat menghadapi Milan maupun Bologna. Mereka menunjukkan betapa besar keinginan untuk membawa pulang trofi ini bagi para penggemar”, kata Conte.
Gelar yang Lengkap
Gelar tersebut melengkapi musim gemilang Napoli. Klub asal Naples itu sebelumnya mengunci Scudetto Serie A. Ini juga menjadi Supercoppa pertama yang datang bersamaan dengan Scudetto sejak era Diego Armando Maradona.

Hanya Pemenang yang Diingat
Conte menekankan bahwa sepak bola hanya mengingat pemenang. Ia menyinggung kegagalan Napoli di final Supercoppa dua tahun lalu melawan Inter, yang kini nyaris terlupakan oleh publik. “Tidak ada yang benar-benar mengingat tim yang kalah di final,” tegas Conte. “Sepak bola hanya mengingat siapa yang menang”.
Pengalaman Membangun Tekad
Pelatih berusia 56 tahun itu mengaku pengalaman kalah di banyak partai puncak justru membentuk mentalitasnya. “Momen-momen itu sakit, tetapi meningkatkan tekad. Anda mencoba untuk tidak mengalaminya lagi”, jelas Conte.
Meski meraih dua gelar dalam setahun, Conte menolak menyebut Napoli sebagai kekuatan dominan Italia, mengungguli Inter dan AC Milan. “Saya tidak akan jujur jika mengatakan itu. Kami memenangkan gelar musim lalu dengan skuad yang sangat terbatas. Musim panas ini kami mendatangkan banyak pemain baru. Kami belum siap untuk memerintah”, lanjutnya.
Taktik dan Kolektivitas Tim
Conte menyebut Napoli masih dalam tahap membangun keseimbangan permainan. Ia menilai transisi bertahan dan efektivitas penyelesaian akhir masih perlu ditingkatkan agar tim lebih konsisten menghadapi jadwal padat Serie A dan kompetisi Eropa.
Conte menambahkan, target realistis Napoli musim ini adalah tetap bersaing di papan atas dan menjaga jarak dengan zona Liga Champions UEFA. “Musim ini akan sangat sulit. Empat besar akan sangat kompetitif. Kami harus bekerja dengan rendah hati”.
Napoli tampil di final dengan starting XI yang sama seperti saat menghadapi Milan. Conte mengakui keterbatasan pilihan akibat cedera sejumlah pemain kunci, termasuk Kevin De Bruyne, André-Frank Zambo Anguissa, Billy Gilmour, dan Alex Meret.
Keajaiban Individu dan Kolektivitas
Menanggapi anggapan bahwa kemenangan Napoli bergantung pada keajaiban individu David Neres, Conte menegaskan peran kolektivitas tetap menjadi fondasi utama timnya. “Kami menciptakan banyak peluang dan seharusnya bisa lebih klinis”, imbuh Conte. “Gol pertama memang momen magis individu, tetapi peluang lainnya datang dari kerja tim dan persiapan taktik”.
Apresiasi untuk Bologna
Conte juga memberi apresiasi pada Bologna, yang tampil di Supercoppa untuk pertama kalinya setelah menjuarai Coppa Italia musim lalu. “Mereka adalah protagonis sejati sepak bola Italia saat ini”, papar Conte. “Vincenzo Italiano, para pemain, dan klub pantas mendapat pujian”.
Mental Juara dan Tantangan Berikutnya
Gelar Supercoppa ini memperkuat mental juara Napoli. Conte menegaskan, trofi ini hanyalah awal dari pekerjaan panjang yang timnya harus tuntaskan. “Kami harus terus bekerja, tidak ada waktu untuk berpuas diri”, pungkasnya. (MR-03)






