Mataredaksi.com, JAKARTA – Badan Pangan Nasional (Bapanas) menegaskan ketersediaan gula dalam negeri tetap aman hingga akhir 2025. Produksi gula konsumsi rumah tangga (GKR) dan gula konsumsi industri (GKI) diproyeksikan mampu mencukupi kebutuhan nasional.
Kepala Bapanas, Arief Prasetyo Adi, menyatakan optimisme tersebut muncul setelah melihat perkembangan produksi di berbagai wilayah. Menurutnya, stok raw sugar impor tahun ini masih tersimpan sebagai cadangan gula konsumsi (CGP).
Impor Hanya Sebagai Penyangga
Arief menegaskan impor hanya bersifat penyangga, bukan penentu utama. “Impor raw sugar tetap terkendali. Kita memanfaatkan stok itu hanya untuk menjaga stabilitas pasokan”, ujarnya di Jakarta.
Selain itu, pemerintah terus mendorong percepatan produksi gula dalam negeri melalui dukungan pada sektor perkebunan tebu. Dengan langkah ini, ia berharap Indonesia semakin mandiri dalam memenuhi kebutuhan gula nasional.
Dukungan Petani dan Industri
Di sisi lain, kolaborasi dengan petani tebu dan industri pengolahan menjadi kunci keberhasilan menjaga pasokan. Arief menyebutkan kerja sama tersebut terbukti mampu menekan ketergantungan pada impor.
Akhirnya, Bapanas memastikan masyarakat tidak perlu khawatir akan kelangkaan maupun lonjakan harga. “Kami pastikan pasokan tetap tersedia dan harga terkendali”, tegas Arief. (MR-01)






