Sunderland 0-2 Arsenal: Guimarães dan Saka Perpanjang Tren Sempurna The Gunners

Luapan Emosi – Gelandang Arsenal FC, Bruno Guimarães, meluapkan emosi kegembiraan usai mencetak gol pembuka ke gawang Sunderland AFC pada matchday keempat Premier League 2026-2027, di Stadium of Light, Britania Raya, Inggris, Minggu (13/9/2026) dini hari WIB. Kemenangan 2-0 atas The Black Cats sekaligus melanjutkan tren sempurna The Gunners. (Sumber foto: @Arsenal/X)

Mataredaksi.com, BOGOR – Juara bertahan, Arsenal Football Club harus melewati pertandingan penuh tekanan sebelum mempertahankan catatan sempurna di Premier League 2026/2027.

Bertanding di Stadium of Light, Britania Raya, Inggris, Minggu (13/9/2026) dini hari WIB, The Gunners menundukkan Sunderland Association Football Club, 2-0 melalui gol Bruno Guimarães (58′) dan Bukayo Saka (90+7′).

Kemenangan keempat secara beruntun tersebut tidak datang dengan mudah. Sunderland AFC mampu memberikan perlawanan sengit dan bahkan memperoleh kesempatan emas untuk mengubah jalannya pertandingan melalui tendangan penalti.

Namun, David Raya menjadi pembeda. Kiper asal Spnayol itu menggagalkan eksekusi Enzo Le Fée pada awal babak kedua. Tidak sampai dua menit berselang, Guimarães mencetak gol spektakuler yang mengubah suasana pertandingan sekaligus membuat Sunderland harus mengejar ketertinggalan.

Saka kemudian menyempurnakan kemenangan Arsenal melalui penalti pada masa tambahan waktu. Reinildo Mandava yang melakukan pelanggaran terhadap Saka juga harus meninggalkan lapangan setelah menerima kartu kuning kedua.

Sunderland Membuat Arsenal Kesulitan

Sejak awal pertandingan, Arsenal memang lebih banyak memainkan bola di area pertahanan Sunderland. Akan tetapi, dominasi penguasaan wilayah tersebut belum menghasilkan gol.

Sunderland, asuhan Régis Le Bris justru beberapa kali mampu memberikan ancaman melalui permainan langsung. Daniel Ballard hampir memanfaatkan situasi bola mati pada menit ke-16 setelah menerima umpan tendangan bebas Granit Xhaka, tetapi upayanya masih melebar.

Arsenal racikan Mikel Arteta kemudian mendapatkan peluang melalui Kai Havertz. Penyerang asal Jerman tersebut gagal mengarahkan tembakannya setelah menerima umpan tarik Martin Ødegaard.

Kesempatan berikutnya datang dari usaha Havertz menciptakan ruang sendiri. Ia menahan bola sebelum berbalik dan melepaskan tembakan keras. Robin Roefs masih mampu melakukan penyelamatan untuk menjaga gawang Sunderland tetap aman.

Pertarungan fisik juga menjadi bagian penting dari pertandingan. Brian Brobbey beberapa kali menggunakan kekuatannya untuk mengganggu lini belakang Arsenal, terutama Ezri Konsa dan Gabriel Magalhães.

Tekanan tersebut turut membuat Mikel Arteta kehilangan kesabaran. Pelatih Arsenal menerima kartu kuning setelah memasuki area teknis Sunderland. Itu menjadi kartu kuning pertamanya di Premier League sejak Januari ketika menghadapi Liverpool.

Raya Jadi Titik Balik

Ketegangan pertandingan meningkat setelah turun minum. Wasit John Brooks sempat memerintahkan Gabriel Magalhães meninggalkan lapangan selama satu menit setelah sang bek mengalami benturan.

Tidak lama kemudian, Sunderland memperoleh penalti setelah Ezri Konsa dinilai melakukan pelanggaran terhadap Daniel Ballard dalam perebutan bola.

Le Fée menjadi eksekutor. Sunderland memiliki peluang besar untuk mengambil keuntungan dari keputusan tersebut, tetapi David Raya membaca arah bola dengan tepat.

Ia bergerak ke sisi kirinya dan berhasil menepis tendangan Le Fée hingga bola membentur tiang gawang. Penyelamatan pada menit ke-55:40 itu menjadi momen yang mengubah pertandingan.

Arsenal kemudian merespons dengan sangat cepat. Guimarães yang masuk sebagai pemain pengganti pada awal babak kedua menerima bola sekitar 25 yard dari gawang. Dalam posisi yang tidak mudah, gelandang tersebut memilih melepaskan tembakan melengkung.

Keputusannya terbukti tepat. Bola melesat menuju sudut kanan atas gawang dan membuat Roefs tidak mampu menjangkaunya. Arsenal pun unggul 1-0. Gol itu memiliki makna tersendiri bagi Guimarães karena ia pernah menjadi bagian penting Newcastle United.

Kembalinya sang pemain ke kawasan timur laut Inggris juga membuatnya mendapat sambutan keras dari pendukung Sunderland. Guimarães menjawab cemoohan tersebut dengan selebrasi tangan di telinga di depan tribun tuan rumah.

Sunderland Gagal Memanfaatkan Peluang

Tertinggal satu gol membuat Sunderland racikan Régis Le Bris tampil semakin agresif. Granit Xhaka dan kawan-kawan berusaha memanfaatkan setiap kesempatan untuk menyamakan kedudukan.

Nordi Mukiele sempat menjadi ancaman. Ia melepaskan tendangan akrobatik yang mengenai bagian atas jaring gawang Arsenal. Pada kesempatan lainnya, Raya kembali melakukan penyelamatan setelah Mukiele menerima umpan dari Xhaka.

Arsenal sendiri belum sepenuhnya mampu mengendalikan pertandingan. Kesalahan dalam pengambilan keputusan juga membuat peluang untuk mencetak gol kedua terbuang.

Sunderland sempat bertahan dalam pertandingan setelah Ballard melakukan penyelamatan penting. Havertz juga gagal memaksimalkan situasi ketika sebenarnya memiliki ruang untuk melepaskan tembakan. Namun, Arsenal tetap mampu menjaga keunggulan.

Pertahanan The Gunners juga tampil kuat menghadapi permainan bola langsung Sunderland. Arsenal memenangkan 15 dari 17 duel udara di wilayah pertahanannya sendiri, termasuk seluruh duel udara yang terjadi di dalam kotak penalti.

Statistik keseluruhan memperlihatkan betapa ketatnya pertandingan. The Black Cats, julukan Sunderland AFC, melepaskan 12 tembakan, sedangkan Arsenal mencatatkan 11 percobaan. Dalam catatan expected goals atau xG, Arsenal hanya unggul 1,97 berbanding 1,64.

Saka Tutup Perlawanan

Sunderland akhirnya kehilangan harapan pada masa tambahan waktu. Saka berhasil masuk ke area penalti melalui serangan balik. Reinildo berusaha menghentikan pergerakannya, tetapi pelanggaran tersebut membuat wasit menunjuk titik putih.

Bukayo Saka maju sebagai eksekutor dan menjalankan tugasnya dengan tenang. Tendangannya melewati jangkauan Roefs untuk mengubah skor menjadi 2-0.

Reinildo yang sebelumnya sudah menerima kartu kuning kembali mendapatkan hukuman. Kartu kuning kedua membuat bek tuan rumah tersebut diusir dari lapangan. Arsenal pun membawa pulang kemenangan tanpa kebobolan.

Hasil tersebut memperpanjang start sempurna The Gunners menjadi empat kemenangan dari empat pertandingan Premier League 2026-2027. Di balik kemenangan itu, Raya dan Guimarães menjadi dua nama yang paling menentukan.

Raya lebih dulu menggagalkan peluang Sunderland untuk unggul. Setelah itu, Guimarães memanfaatkan momentum tersebut dengan gol spektakuler yang membuka jalan bagi kemenangan Arsenal.

Bagi Raya, penyelamatan terhadap penalti Le Fée juga menjadi yang pertama di Premier League musim ini dan yang kedua sepanjang kariernya di kompetisi tersebut setelah sebelumnya menggagalkan penalti ketika menghadapi West Ham United pada Desember 2023.

Dua penalti, satu penyelamatan penting, satu kartu merah, dan dua gol akhirnya menjadi rangkaian drama yang memastikan Arsenal tetap sempurna di awal musim. (MR-01)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *