Mataredaksi.com, BOGOR – Kekalahan Real Madrid Club de Fútbol dari Club Atlético de Madrid pada laga bertajuk El Derbi Madrileño tidak berhenti setelah peluit panjang dibunyikan.
Kemenangan 2-1 Los Rojiblancos dalam pekan ketujuh La Liga EA Sports 2026/2027, di Stadion Riyadh Air Metropolitano, Minggu (20/9/2026) malam WIB, justru memunculkan perang komentar terkait keputusan wasit.
Real Madrid merasa sejumlah keputusan Miguel Ángel Ortiz Arias merugikan Los Blancos. Perdebatan semakin panas setelah José Mourinho membawa gambar dua insiden ke konferensi pers dan mempertanyakan keputusan wasit. Situasi tersebut kemudian mendapat respons dari Atlético Madrid dan Presiden La Liga Javier Tebas.
Mourinho Soroti Keputusan Wasit
Dalam pertandingan tersebut, Real Madrid harus bermain dengan 10 pemain setelah Dean Huijsen mendapat kartu merah pada awal babak kedua karena pelanggaran sebagai pemain terakhir.
Namun, kubu Los Blancos menilai Atlético juga seharusnya kehilangan pemain. Mereka mempersoalkan dua insiden yang melibatkan Lee Kang-in dan Cristian Romero.
Lee Kang-in mendapat sorotan karena tantangannya terhadap Federico Valverde. Sementara itu, Romero dipermasalahkan karena dianggap menginjak Jude Bellingham.
Mourinho kemudian membawa gambar cetak dari kedua insiden tersebut ke konferensi pers seusai pertandingan. Pelatih Real Madrid itu menyebut kedua kejadian tersebut sebagai bagian penting dari cerita pertandingan.
Mourinho juga menilai Ortiz Arias tampil lemah dan kurang berpengalaman dalam memimpin pertandingan dengan tensi tinggi tersebut.
Sikap Real Madrid kemudian berlanjut melalui laporan resmi pertandingan yang diproduksi klub. Madrid menggunakan judul yang mempertanyakan keputusan wasit dalam derby dan menyertakan gambar tantangan Lee Kang-in serta Romero.
Atlético Serukan Penghentian Kritik terhadap Wasit
Sehari setelah pertandingan, Atlético Madrid merespons pernyataan José Mourinho melalui saluran media sosial klub. Dalam unggahan tersebut, Atlético menampilkan gambar Mourinho saat menjalani konferensi pers seusai pertandingan.
Klub itu juga menyertakan pesan, “Hentikan pelecehan wasit sekarang”. Perdebatan mengenai standar kepemimpinan wasit kemudian melebar. Persoalan itu tidak lagi melibatkan kedua klub saja karena Javier Tebas ikut menanggapi kritik terhadap perangkat pertandingan La Liga.
Presiden La Liga berusia 64 tahun itu sebelumnya beberapa kali mengkritik sikap Real Madrid terhadap wasit. Tebas juga pernah menanggapi keinginan klub tersebut untuk membentuk Liga Super Eropa.
Tebas Sebut Madrid Hidup di Galaksi Lain
Melalui X, Tebas menyampaikan tanggapannya setelah sejumlah media Spanyol menuduh wasit secara rutin memberikan keuntungan kepada lawan Real Madrid.
“Di sini mereka pergi lagi, corong dan televisi rezim, membangun narasi lama yang sama: konspirasi permanen”, tulis Tebas.
Anggapan bahwa wasit La Liga sengaja mengambil keputusan yang merugikan Real Madrid kemudian ia bantah. “Mengklaim bahwa wasit diarahkan melawan Real Madrid tinggal di galaksi lain”, lanjutnya.
Menurut Tebas, narasi tersebut justru mengalihkan perhatian dari persoalan yang terlihat selama pertandingan. Ia menilai kritik terhadap wasit tidak semestinya menutupi persoalan lain yang muncul di lapangan.
“Narasi itu berfungsi sebagai alasan untuk menutupi kekurangan lain yang jelas terlihat di pertandingan pertama musim ini”, tulis Tebas. “Lebih nyaman untuk menunjukkan konspirasi daripada menjelaskan apa yang terjadi di lapangan”, sambungnya.
Tudingan bahwa kompetisi La Liga sudah tercemar sejak awal musim juga mendapat tanggapan keras dari Tebas. “Ini bulan September, dan mereka sudah mengklaim Liga tercemar. Tak seorang pun dengan akal sehat percaya bahwa alasan lama lagi”, tulisnya.
Polemik Wasit Sudah Berlangsung
Perseteruan antara Real Madrid dan pihak La Liga mengenai wasit bukan persoalan baru. Pada 2025, Real Madrid mengirim surat keluhan resmi kepada Federasi Sepak Bola Spanyol (RFEF) mengenai kepemimpinan wasit La Liga.
Saat itu, Tebas menuduh Real Madrid merusak kompetisi dan membangun narasi sebagai pihak yang menjadi korban. Kini, kekalahan 1-2 dari Atlético Madrid kembali memanaskan perdebatan tersebut.
Kritik empunya nama lengkap José Mário dos Santos Mourinho Félix, respons Atlético, dan pernyataan Tebas membuat Derby Madrid terus bergulir di luar lapangan setelah pertandingan berakhir. (MR-01)






