Thomas Frank Bangga Meski Tottenham Gagal Juara

Penampilan Sempurna Selama 80 Menit

EKSPRESI pilu Thomas Frank saat melewati trofi UEFA Super Cup 2025 usai Tottenham kalah adu penalti dari PSG pada partai UEFA Super Cup 2025, yang dimainkan, di Stadio Bluenergy, Friuli, Udine, Italia, Kamis (14/8/2025) dini hari pukul 02.00 WIB. (Sumber Foto: X/@TouchlineX)

Mataredaksi.com, UDINE – Pelatih Tottenham Hotspur, Thomas Frank, mengaku sangat bangga dengan penampilan timnya meski gagal meraih gelar UEFA Super Cup 2025 setelah kalah dari Paris Saint-Germain lewat adu penalti. Spurs sempat memimpin 2-0 lewat gol Micky van de Ven dan Cristian Romero, namun kehilangan momentum di menit-menit akhir.

“Saya sangat, sangat bangga dengan para pemain, tim, klub, dan supporter”, kata Frank, menambahkan; “Selama 75 hingga 80 menit, kami hampir sempurna, tidak memberikan banyak peluang kepada salah satu tim terbaik di dunia”.

Taktik Khusus untuk PSG
Frank menurunkan formasi tiga bek dan menekankan permainan bola mati yang mereka latih secara intensif. Dua gol Tottenham lahir dari strategi ini. Ia menyebut pendekatan tersebut sebagai “operasi khusus” untuk menghadapi PSG.

“Secara taktik kami bermain berbeda, dan itu hampir berhasil. Dalam istilah medis, operasinya sukses tapi pasiennya meninggal”, ujarnya sambil tersenyum.

Tanpa Salahkan Eksekutor Penalti
Dalam babak adu penalti, Van de Ven dan Mathys Tel gagal menuntaskan tugas. Namun, Frank enggan menyalahkan mereka. “Penalti itu soal margin terkecil, seperti lemparan koin. Saya berterima kasih pada semua pemain yang berani maju”.

Fokus ke Liga Premier
Tottenham kini mengalihkan perhatian ke laga pembuka Liga Premier melawan Burnley pada Sabtu. Frank juga mengonfirmasi klub masih berupaya memperkuat skuad dengan mengincar penyerang Manchester City Sávio Moreira de Oliveira, dikenal sebagai Savinho dan bintang Crystal Palace Eberechi Oluchi Eze.(MR-01)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *