Kemenangan Bersejarah atas Kamerun
Mataredaksi.com, BOGOR – Tim nasional Tanjung Verde menorehkan sejarah dengan mengalahkan Kamerun pada September lalu. Negara kepulauan kecil ini kini hanya membutuhkan satu kemenangan lagi untuk lolos ke Piala Dunia pertama mereka.
Tim berjuluk Tubarões Azuis (Blue Sharks) sudah tampil gemilang di Piala Afrika, mencapai perempat final pada 2013 dan 2023. Meski dibandingkan Kamerun mereka dianggap lebih lemah, strategi dan semangat tinggi membuat mereka menang.
Gol penentu datang pada menit ke-54. Dailon Rocha Livramento menepis Carlos Baleba dari lini belakang Kamerun, menerobos pertahanan, dan menaklukkan kiper André Onana dengan tendangan tenang.
Kamerun kesulitan merespons. Bryan Mbeumo gagal mendapatkan penalti, dan kiper tuan rumah Vozinha menggagalkan tendangan voli Flavien Boyomo di injury time. Sorak sorai penggemar membanjiri stadion, mengibarkan bendera, dan menyalakan suar merayakan kemenangan bersejarah ini.
Perjalanan Kualifikasi Sebelumnya
Sejarah Tanjung Verde di kualifikasi Piala Dunia tidak selalu mulus. Pada 2014, mereka hampir lolos tetapi didiskualifikasi karena menurunkan pemain Fernando Varela yang tidak memenuhi syarat. Akibatnya, Tunisia mendapat kemenangan 3-0, dan Tanjung Verde kehilangan kesempatan ke Brasil.
Kualifikasi saat ini berjalan lebih lancar. Imbang 0-0 melawan Angola pada November 2023 menjadi awal. Lalu, mereka menang 2-0 atas Eswatini lewat gol Ryan Mendes dan Jamiro Monteiro. Kekalahan 4-1 dari Kamerun sempat menurunkan moral, tetapi tim besutan Pedro Leitão Brito (Bubista) segera bangkit.
Kemenangan penting tercipta melawan Libya. Diney Borges membuka skor sepuluh menit pertama dari tendangan sudut. Selanjutnya, kemenangan tipis 1-0 atas Mauritius dan hasil imbang 1-1 melawan Angola memastikan mereka tetap di puncak Grup D.
Skuad dan Keberagaman
Kepulauan ini memiliki 10 pulau dengan budaya berbeda, namun tim nasional menyatukan semua pemain. Pada Piala Afrika tahun lalu, skuad 25 pemain berasal dari 25 klub di 16 negara, termasuk Azerbaijan, Siprus, Rusia, AS, Spanyol, Prancis, Italia, dan Irlandia.
Beberapa talenta kelahiran Tanjung Verde seperti Nani dan Rolando dulu memilih bermain untuk Portugal. Generasi baru kini bersiap menandai era baru, bersinar untuk Tanjung Verde. (MR-02)






