Mataredaksi.com, ROTTERDAM – Pelatih Feyenoord, Robin van Persie, menyambut tantangan dari José Mourinho dengan kepala tegak usai membawa timnya menang 2-1 atas Fenerbahçe dalam leg pertama babak ketiga kualifikasi Liga Champions UEFA 2025/26, di Stadion De Kuip, Kamis (7/8/2025) dini hari WIB.
Van Persie merespons pernyataan provokatif Mourinho sebelum laga: “Selamat datang di Istanbul, selamat datang di Kadıköy, selamat datang di neraka”.
Dengan tenang, Van Persie menegaskan timnya tak gentar. “Jika saya tidak salah paham, kami harus bersiap menghadapi neraka. Tapi kami tidak akan lari dari pertandingan ini. Kami belum memenangkan apa pun, tapi juga belum kehilangan apa pun”, ucap Van Persie di konferensi pers usai laga.
Dominasi dan Tantangan
Van Persie mengakui dominasi timnya di babak pertama, namun juga menyoroti perlawanan Fenerbahçe di paruh kedua. “Kami pantas mencetak lebih dari satu gol di babak pertama. Para pemain tampil energik dan disiplin. Fenerbahçe juga punya peluang, tapi kiper kami tampil luar biasa”, jelasnya.
“Di babak kedua, kami sedikit kesulitan menghadapi tekanan mereka. Namun kami bertahan dengan baik, menciptakan peluang, dan akhirnya mencetak gol penentu”.
Soal Laga di Kadıköy
Van Persie tetap rendah hati soal peluang lolos ke babak berikutnya. Ia menilai duel di Kadıköy akan jadi penentu segalanya. “Kualifikasi akan ditentukan di lapangan. Kedua tim punya peluang sama. Tapi melihat performa hari ini, kami sedikit lebih unggul”, ujar mantan kapten timnas Belanda itu. (MR-02)






