Wamen Haji dan Umrah Tinjau Pembangunan Masjid Raya Nurul Wathon Kabupaten Bogor

BUPATI Bogor, Rudy Susmanto, memberikan cinderamata berupa miniatur kujang kepada Wakil Menteri Haji dan Umrah RI, Dr. Dahnil Anzar Simanjuntak, usai meninjau progres pembangunan Masjid Raya Nurul Wathon di Kawasan Stadion Pakansari, Jalan Lingkar Selatan Raden Ipik Gandamana, Kelurahan Pakansari, Kecamatan Cibinong, Rabu (10/12/2025). Kawasan ini akan menjadi pusat layanan haji dan umrah “Bumi Tegar Beriman”, lengkap dengan hotel haji, dan ditargetkan memiliki embarkasi pada 2027. (Sumber foto: Istimewa)

Mataredaksi.com, BOGOR – Wakil Menteri Haji dan Umrah Republik Indonesia, Dr. H. Dahnil Anzar Simanjuntak, bersama Bupati Bogor Rudy Susmanto, meninjau progres pembangunan Masjid Raya Nurul Wathon di Kawasan Stadion Pakansari, Jalan Lingkar Selatan Raden Ipik Gandamana, Kelurahan Pakansari, Kecamatan Cibinong, Rabu (10/12/2025). Kunjungan ini merupakan bagian dari evaluasi pemerintah terkait kesiapan fasilitas calon pusat layanan haji dan umrah di Kabupaten Bogor.

Pengecekan Proyek Secara Menyeluruh

Dahnil Simanjuntak dan Bupati Rudy berjalan meninjau seluruh sudut proyek. Mereka mengecek area struktur utama masjid, lantai dasar, jalur sirkulasi, hingga zona hotel haji yang direncanakan berdiri dalam satu kawasan terpadu. Selain itu, pihak kontraktor menjelaskan tahapan pekerjaan yang sedang berlangsung, termasuk percepatan pembangunan kubah masjid, penyelesaian interior awal, serta penataan kawasan luar.

Apresiasi Wamen Haji

Usai peninjauan, Dahnil Simanjuntak menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor yang serius mengembangkan pusat layanan haji dan umrah. Ia menegaskan bahwa pembangunan Masjid Raya Nurul Wathon bukan sekadar proyek fisik, tetapi juga bagian dari penguatan pelayanan umat.

“Saya sangat mengapresiasi apa yang sudah dilakukan Bupati Bogor. Apalagi pak Bupati telah berinisiatif membangun masjid dan hotel haji dalam satu kawasan”, kata Dahnil Simanjuntak.

Selain itu, mulai 2027, Kabupaten Bogor diproyeksikan memiliki embarkasi sendiri. Hal ini dapat memangkas jarak dan beban jamaah di wilayah Bogor Raya serta daerah penyangga lain. Menurut Politisi Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) itu, pembangunan kawasan terpadu tersebut juga memberi manfaat ekonomi luas.

“Yang membuat kita salut adalah langkah pak Bupati yang mendorong kawasan ini menjadi pusat peradaban dan pusat ekonomi. Dengan adanya masjid dan hotel haji, ekosistem ekonomi haji dan umrah bisa tumbuh di Kabupaten Bogor”, jelas Dahnil.

Dukungan Pemerintah Pusat dan Komitmen Bupati

Dahnil juga menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Pusat yang terus mendukung kebutuhan pelayanan umat. Ia menekankan bahwa sinergi pemerintah daerah dan pusat penting agar Kabupaten Bogor siap menjadi lokasi embarkasi.

Sementara itu, Bupati Bogor Rudy Susmanto menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur untuk jamaah haji harus mendapat penetapan Kementerian Haji dan Umrah.

“Alhamdulillah pak Wamen datang untuk memastikan penetapan dari kementerian sebelum kami melangkah lebih jauh. Ada sejumlah poin infrastruktur yang harus disesuaikan, dan kami ingin memberikan pelayanan terbaik kepada tamu Allah”, ujar Rudy Susmanto.

Ia menambahkan bahwa Presiden Prabowo dan Kemenhaj menekankan pentingnya menjadikan masjid sebagai pusat perkumpulan ekonomi umat. “Kami membangun infrastrukturnya, tetapi para kiyai dan ulama yang akan menghidupkan aktivitas di dalamnya”, pungkasnya. (MR-07)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *