EFL Tegas Tolak Permintaan Guardiola soal Marc Guéhi di Final Carabao Cup

Tidak Bisa Tampil - Marc Guéhi (kiri) bergabung dengan Manchester City dari Crystal Palace pada Januari 2026, namun tidak memenuhi syarat tampil di ajang Carabao Cup musim ini karena telah membela klub lamanya pada fase awal kompetisi. (Sumber foto: Ian Hodgson/AP)

Mataredaksi.com, BOGOR – Manchester City gagal mendapatkan kelonggaran dari English Football League (EFL) terkait rencana memainkan Marc Guéhi pada final Piala Liga Inggris atau Carabao Cup 2025/2026 melawan Arsenal. Otoritas kompetisi memastikan tetap menegakkan regulasi yang berlaku tanpa pengecualian.

EFL Tegas Pegang Regulasi

Pelatih Manchester City, Josep “Pep” Guardiola, sebelumnya mempertanyakan aturan yang membuat Guéhi tidak bisa tampil di partai puncak pada Maret mendatang. Guardiola menyebut manajemen City akan mengajukan permintaan resmi agar EFL meninjau ulang regulasi tersebut.

Namun, EFL langsung menutup peluang perubahan. Otoritas liga menegaskan sudah menerapkan aturan tersebut sejak awal musim 2025/2026 dan tidak akan mengubahnya dalam kondisi apa pun.

City Amankan Tiket Final

Manchester City melangkah ke final Carabao Cup setelah menyingkirkan Newcastle United. The Citizens menang 3-1 pada leg kedua semifinal di Stadion Etihad, Rabu waktu setempat, sekaligus mengunci kemenangan agregat 5-1 setelah sebelumnya menang 2-0 pada leg pertama, 13 Januari lalu.

Kemenangan itu memastikan City kembali tampil di partai puncak Piala Liga Inggris dan menjaga peluang meraih trofi domestik musim ini.

Status Guéhi Jadi Kendala

Marc Guéhi bergabung dengan Manchester City dari Crystal Palace pada 19 Januari dengan nilai transfer sekitar 20 juta pound sterling. Meski demikian, regulasi Piala Liga Inggris membuat bek asal Inggris itu tidak memenuhi syarat tampil di final.

Guéhi sudah membela Crystal Palace pada fase awal kompetisi, sehingga statusnya terkunci sesuai aturan yang berlaku.

Aturan EFL Cup Tak Bisa Ditawar

Regulasi EFL Cup pasal 6.4.2 menyatakan seorang pemain hanya boleh membela dua klub dalam satu edisi kompetisi apabila kepindahan terjadi sebelum leg pertama semifinal. Karena Guéhi bergabung setelah fase tersebut, City tidak bisa mendaftarkannya untuk final.

Sebagai pembanding, Antoine Semenyo masih memenuhi syarat tampil di semifinal karena bergabung dengan klub barunya pada 9 Januari, sebelum leg pertama digelar.

Guardiola Tetap Kritik Aturan

Guardiola secara terbuka mengaku kesulitan memahami regulasi tersebut. Ia menilai aturan itu merugikan klub yang sudah mengeluarkan dana besar untuk memperkuat skuad.

“Saya sudah bilang ke klub bahwa kami harus bertanya. Kami berharap bisa meyakinkan pihak Carabao Cup agar Marc bisa bermain di final. Saya sungguh tidak mengerti mengapa dia tidak boleh tampil,” kata Guardiola.

Meski begitu, pelatih asal Spanyol itu juga menyadari kecilnya peluang perubahan. “Mengubah aturan? Tidak. Saya rasa tidak ada peluang,” ujarnya.

City Fokus ke Final, Newcastle Gigit Jari

Di luar polemik regulasi, Guardiola tetap menyambut positif keberhasilan City menembus final. Ia menilai partai puncak menjadi pengalaman penting, terutama bagi pemain yang belum pernah merasakan atmosfer final bersama klub.

Gol City ke gawang Newcastle dicetak oleh Omar Marmoush yang memborong dua gol, serta Tijjani Reijnders. Newcastle hanya mampu membalas melalui Anthony Elanga pada babak kedua.

Manajer Newcastle, Eddie Howe, mengaku kecewa dengan hasil tersebut. Ia menyebut kegagalan mempertahankan gelar Piala Liga terasa menyakitkan setelah perjalanan manis musim lalu.

“Kami sangat menikmati perjalanan tahun lalu dan tentu ingin mengulanginya. Kekalahan ini terasa berat,” ujar Howe.

Newcastle juga menghadapi masalah cedera setelah Anthony Gordon harus meninggalkan lapangan lebih awal karena dugaan cedera hamstring. Sementara itu, Manchester City masih memantau kondisi Bernardo Silva yang diragukan tampil saat menghadapi Liverpool akibat masalah otot. (MR-02)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *