Mataredaksi.com, BOGOR – AC Milan menelan kekalahan 2-0 dari Unione Sportiva Sassuolo Calcio pada pekan ke-35 Serie A Italia 2025/2026, di Stadion Mapei – Città del Tricolore, Minggu (3/5/2026) malam WIB. Domenico Berardi langsung menghukum kelengahan Rossoneri dengan gol cepat pada menit kelima.
Berardi memanfaatkan kesalahan di lini tengah setelah Kristian Thorstvedt merebut bola dari Ardon Jashari. Ia kemudian melepaskan tembakan kaki kiri terarah ke sudut bawah gawang Mike Maignan tanpa mampu dihentikan.
Milan Gagal Manfaatkan Momentum
Sassuolo melanjutkan tekanan melalui M’Bala Nzola yang memaksa Maignan melakukan penyelamatan penting di awal laga. Milan mencoba merespons lewat transisi cepat dari sayap, tetapi beberapa serangan terhenti sebelum masuk area berbahaya.
Rafael Leão mendapat peluang emas setelah lolos dari garis pertahanan, namun ia gagal menyelesaikan situasi satu lawan satu dan melepaskan tembakan melebar dari sasaran.
Tomori Diusir, Struktur Milan Runtuh
Petaka datang bagi Milan saat Fikayo Tomori menerima kartu kuning kedua setelah melanggar Armand Laurienté dalam skema serangan balik cepat. Keputusan itu membuat Rossoneri harus bermain dengan 10 pemain sejak pertengahan babak pertama.
Setelah kartu merah tersebut, Sassuolo langsung menguasai tempo permainan dan memaksa Milan lebih banyak bertahan di area sendiri tanpa bisa keluar dari tekanan.
Laurienté Gandakan Keunggulan
Sassuolo memanfaatkan keunggulan jumlah pemain dengan sangat efektif. Hanya 90 detik setelah babak kedua dimulai, Armand Laurienté mencetak gol kedua lewat kombinasi cepat dengan Kristian Thorstvedt di dalam kotak penalti.
Laurienté menyelesaikan peluang dengan tembakan keras ke sudut dekat yang tidak memberi kesempatan bagi Maignan untuk bereaksi. Gol itu membuat Milan semakin kesulitan mengembangkan permainan.
Milan Tumpul di Lini Serang
AC Milan mencoba merespons melalui perubahan taktik dan masuknya Christopher Nkunku. Namun, Sassuolo tetap solid dan disiplin dalam bertahan sehingga setiap serangan Milan terhenti sebelum menciptakan ancaman serius.
Zachary Athekame dan Ruben Loftus-Cheek sempat mencoba dari luar kotak penalti, tetapi semua upaya gagal mengarah tepat sasaran.
Milan Tampil Buruk di Statistik Laga
AC Milan tampil sangat buruk secara statistik dengan hanya mencatat 0,24 expected goals (xG) dan tanpa satu pun tembakan tepat sasaran sepanjang pertandingan.
Sassuolo tampil jauh lebih efektif dengan 13 tembakan dan 1,57 xG. Skuad asuhan Fabio Grosso menguasai ritme permainan setelah unggul jumlah pemain dan menjaga intensitas hingga akhir laga dengan disiplin tinggi di semua lini.
Sassuolo Kendalikan Tempo Pertandingan
Keunggulan jumlah pemain membuat Sassuolo leluasa mengatur tempo permainan. Pasukan I Neroverdi (Hitam-Hijau) terus menekan Milan dan memutus aliran bola sejak lini tengah. Rossoneri pun kesulitan keluar dari tekanan dan gagal membangun serangan yang terorganisasi sepanjang babak kedua.
Dampak Kekalahan di Klasemen Serie A
Kekalahan ini membuat AC Milan asuhan Massimiliano Allegri terancam disamai Juventus dalam perebutan posisi ketiga Serie A, tergantung hasil laga lain yang masih berjalan.
Rossoneri juga memperpanjang tren buruk setelah gagal mencetak gol dalam lima dari tujuh pertandingan terakhir di liga, yang semakin menekan posisi mereka di klasemen.
Sassuolo Naik, Milan Waspada Laga Berikutnya
Sassuolo naik ke posisi kesembilan klasemen dan menjaga momentum positif pada fase akhir musim. Pada laga berikutnya, Sassuolo akan menghadapi Torino pada Jumat, sementara AC Milan dijadwalkan bertemu Atalanta pada Minggu. (MR-02)






