Mataredaksi.com, BOGOR – Manajer Álvaro Arbeloa menegaskan identitas Real Madrid tidak pernah dibangun dari pemain yang sekadar tampil bergaya di lapangan. Ia menyampaikan hal itu usai kemenangan 2-0 atas RCD Espanyol pada pekan ke-34, di Stadion Cornellà-El Prat, Senin (4/5/2026) dini hari WIB.
Arbeloa menyoroti pentingnya komitmen kolektif, terutama dalam aspek bertahan. Ia menolak membandingkan kontribusi defensif Vinícius Júnior dan Kylian Mbappé. “Saya tidak ingin membandingkan pemain. Kami membutuhkan semua orang”, ujarnya.
Komitmen Jadi Kunci Utama
Menurut Arbeloa, keberhasilan tim modern tidak hanya bergantung pada bakat. Ia menilai kerja keras tanpa bola menjadi elemen penting yang harus dimiliki setiap pemain.
“Saya selalu mengatakan, untuk memenangkan pertandingan, Anda membutuhkan komitmen dari semua pemain. Saya tidak suka melihat tim lain berlari lebih banyak dari kami”, katanya.
Ia menekankan pentingnya mobilitas dan pergerakan tanpa bola. Pemain harus siap berlari berulang kali demi menciptakan ruang dan peluang.
“Untuk mendapatkan bola, Anda mungkin harus melakukan sepuluh kali lari. Itu tidak nyaman, tetapi itulah tuntutan permainan saat ini”, jelasnya.
Filosofi Real Madrid: Kerja Keras Jadi Identitas
Álvaro Arbeloa menegaskan bahwa Real Madrid tidak pernah dibangun dari pemain yang sekadar tampil rapi di lapangan. Sebaliknya, ia menekankan bahwa sejarah klub lahir dari kerja keras, pengorbanan, dan ketekunan.
Menurutnya, para pemain harus menunjukkan usaha maksimal sepanjang pertandingan. Oleh karena itu, Arbeloa ingin melihat setiap pemain berjuang hingga akhir.
“Real Madrid dibangun oleh pemain yang mengakhiri laga dengan kaus penuh keringat dan usaha”, tegasnya. Selain itu, ia menambahkan bahwa kombinasi bakat dan komitmen selalu menjadi fondasi utama kesuksesan tim.
Vinícius Tampil Memimpin di Lapangan
Dalam laga melawan RCD Espanyol, Vinícius Júnior kembali menjadi pembeda. Ia mencetak dua gol dan memimpin lini serang dengan performa impresif.
Tak hanya itu, Arbeloa juga memuji kontribusinya dalam bertahan. Ia menilai Vinícius tampil agresif, cerdas, dan konsisten sepanjang laga. “Ia bermain luar biasa dan membantu tim dalam bertahan. Karena itu, saya sangat menghargainya”, ujarnya.
Lebih lanjut, Arbeloa melihat Vinícius sebagai pemimpin alami di dalam tim. Ia juga menilai sang pemain memiliki pengaruh besar terhadap rekan setimnya.
Situasi Mbappé Tetap Terkendali
Di sisi lain, Arbeloa menanggapi situasi Kylian Mbappé yang datang terlambat ke stadion. Namun, ia menegaskan bahwa tim medis tetap mengontrol seluruh proses pemulihan pemain.
Menurutnya, staf medis menentukan jadwal dan program pemulihan. Setelah itu, pemain memiliki ruang untuk mengatur aktivitas pribadi mereka.
Karena itu, Arbeloa memilih untuk tidak mencampuri urusan di luar lapangan selama tidak mengganggu profesionalisme tim.
Tidak Ada Pemain Lebih Besar dari Klub
Selanjutnya, Arbeloa kembali menekankan prinsip utama klub. Ia memastikan bahwa tidak ada satu pun pemain yang lebih besar dari Real Madrid.
Menurutnya, setiap pemain harus memahami tanggung jawab saat mengenakan jersey klub. Oleh sebab itu, mereka wajib menjaga nilai dan tradisi yang sudah dibangun.
“Kami semua memahami arti klub ini. Karena itu, setiap pemain harus menghormatinya”, tegasnya. Ia juga menambahkan bahwa seluruh skuad menyadari betapa besar tanggung jawab mereka sebagai bagian dari klub.
Kondisi Terkini Mbappé dan Carvajal
Sementara itu, Arbeloa memberikan pembaruan terkait kondisi Mbappé. Ia menyebut sang pemain masih dalam tahap pemulihan dan membutuhkan waktu tambahan. “Kami akan memantau perkembangannya minggu ini”, ujarnya.
Hal serupa juga berlaku untuk Dani Carvajal. Arbeloa berharap bek kanan tersebut bisa kembali bermain sebelum musim berakhir. Ia menilai Carvajal layak menutup musim di lapangan setelah kontribusinya selama ini.
Fokus Penuh Jelang El Clásico
Kemenangan atas Espanyol menjadi modal penting bagi Madrid menjelang El Clásico. Laga tersebut diperkirakan akan menentukan arah perebutan gelar musim ini.
Karena itu, Arbeloa meminta timnya menjaga intensitas permainan. Ia juga menekankan pentingnya pressing dan transisi cepat. “Kami harus menjaga standar. Setiap pertandingan adalah final”, katanya.
Namun demikian, Real Madrid juga harus waspada terhadap FC Barcelona yang sedang dalam performa kuat. Dengan kondisi tersebut, Arbeloa menegaskan bahwa disiplin taktik dan kerja sama tim akan menjadi kunci utama untuk meraih hasil maksimal. (MR-01)






