Palladino Akui Atalanta Menyesal Usai Kalah dari Cagliari: “Saya Coba Ambisius”

Serius - Pelatih Atalanta, Raffaele Palladino, tampak serius mengamati jalannya pertandingan saat menghadapi Cagliari Calcio pada pekan ke-34 Serie A Italia 2025/2026, di Stadion Sardegna Arena, Sardinia, Senin (27/4/2026) malam WIB. Palladino menegaskan komitmennya di tengah tekanan hasil negatif yang dialami timnya. (Sumber foto: @footballitalia/X)

Mataredaksi.com, BOGOR – Pelatih Atalanta Raffaele Palladino meminta maaf kepada para suporter setelah timnya kalah 2-3 dari Cagliari Calcio dalam lanjutan Serie A 2025/2026 pekan ke-34, di Stadion Sardegna Arena, Sardinia, Senin (27/4/2026) malam WIB. Hasil ini sekaligus mengubur harapan La Dea untuk finis di zona Eropa dan membuka ruang refleksi besar terkait performa tim.

Palladino juga menegaskan sikapnya soal masa depan di tengah tekanan hasil negatif tersebut. Ia menyebut dirinya tidak bekerja hanya berdasarkan kontrak atau uang, melainkan dorongan ambisi untuk membawa Atalanta lebih baik.

Start Buruk, Atalanta Langsung Tertekan

Atalanta langsung berada dalam situasi sulit sejak awal laga. Mereka kebobolan saat pertandingan baru berjalan 16 detik lewat aksi Paul Mendy. Tak berhenti di situ, Mendy kembali menghukum lini belakang Atalanta dengan gol kedua hanya tujuh menit kemudian.

Palladino menilai awal buruk itu merusak rencana permainan timnya. “Kami kebobolan ketika praktis masih di ruang ganti. Itu langsung menghilangkan energi kami” ,ujar Palladino kepada DAZN Italia dilansir Mataredaksi.

Menurutnya, kondisi fisik dan mental tim belum pulih sepenuhnya setelah laga berat di Coppa Italia. “Kami tidak bisa memulihkan energi setelah Coppa Italia. Kebobolan cepat seperti itu sangat memukul”, lanjutnya.

Reaksi yang Terlambat dari La Dea

Atalanta sempat bangkit lewat dua gol Gianluca Scamacca yang membuat skor imbang 2-2 di babak pertama. Namun momentum itu hilang setelah Gennaro Borrelli mencetak gol cepat di awal babak kedua.

Palladino menyebut gol ketiga itu sebagai titik balik yang merugikan timnya. “Kebobolan lagi tepat setelah restart itu kesalahan yang tidak perlu”, tegasnya.

Setelah itu, Cagliari menurunkan blok pertahanan dan membuat Atalanta kesulitan membongkar pertahanan rapat lawan, meski beberapa peluang tetap tercipta. “Kami punya peluang, tapi kiper mereka, Elia Caprile, tampil luar biasa dan jadi Man of the Match”, kata Palladino.

Taktik Dua Striker dan Evaluasi Lini Depan

Di babak kedua, Palladino mengubah pendekatan dengan memainkan Gianluca Scamacca dan Nikola Krstović secara bersamaan. Ia mengambil keputusan itu karena Atalanta membutuhkan kekuatan duel fisik di lini depan.

Ia menilai kombinasi dua striker memberi opsi lebih agresif, terutama saat tim tertinggal dan membutuhkan respons cepat di area kotak penalti. “Itu pilihan untuk laga tertentu. Kami butuh duel individu, jadi kami pakai dua striker”, jelasnya.

Meski begitu, perubahan tersebut tidak cukup mengubah jalannya pertandingan hingga peluit akhir.

Konsistensi Jadi Kunci di Sisa Musim

Palladino juga menekankan pentingnya konsistensi dalam pertandingan tersisa. Ia menilai detail kecil kini sangat menentukan posisi akhir Atalanta di klasemen Serie A.

Menurutnya, tim sudah tidak memiliki ruang untuk kehilangan poin, terutama saat menghadapi lawan yang berada di papan bawah klasemen.

Eropa Mulai Menjauh, Energi Tim Menurun

Palladino menilai perjalanan Atalanta musim ini cukup berat. Ia menyebut timnya sudah “mendaki gunung” sejak awal musim dan kini mulai kehabisan tenaga di fase krusial. “Kami terus mengejar posisi Eropa, tapi itu menguras banyak energi selama berbulan-bulan”, ucapnya.

Ia juga menyoroti kesalahan kecil yang berdampak besar dalam persaingan papan atas. “Kalau Anda mengejar terus, Anda tidak boleh melakukan kesalahan. Sekali salah, rasanya seperti runtuh”, tambahnya.

Meski peluang ke kompetisi Eropa makin menipis, Palladino menegaskan timnya tetap akan berjuang sampai akhir musim.

Komitmen Palladino di Atalanta

Di tengah spekulasi masa depannya, Palladino menegaskan komitmennya bersama Atalanta. “Saya senang di Atalanta. Saya mencoba melakukan yang terbaik”, katanya.

Ia kembali menegaskan bahwa ambisinya tidak berkaitan dengan kontrak atau uang. “Saya tidak terikat kontrak atau uang. Saya ingin tetap ambisius dan memberikan yang terbaik sampai akhir musim untuk klub ini”, tutupnya. (MR-01)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *