Mataredaksi.com, BOGOR – Tim nasional Spanyol memastikan diri melangkah ke babak 32 besar Piala Dunia FIFA 2026 dengan status juara Grup H, setelah mengalahkan Uruguay 1-0 tatkala bermain di Estadio Guadalajara, Zapopan, Jalisco, Meksiko, Sabtu (27/6/2026) WIB.
Gol tunggal Álex Baena menjadi pembeda dalam pertandingan yang berlangsung ketat. Hasil tersebut sekaligus mengakhiri langkah Uruguay di fase grup setelah mereka gagal mengamankan tiket ke babak gugur.
Spanyol lolos bersama Tanjung Verde yang berhasil finis sebagai runner-up Grup H usai bermain imbang tanpa gol melawan Arab Saudi. Pada babak 32 besar nanti, La Roja akan menghadapi runner-up Grup J yang untuk sementara ditempati Austria.
Awal Cepat, Spanyol Sulit Menemukan Irama
Spanyol sebenarnya memperoleh peluang emas hanya dua menit setelah pertandingan dimulai. Kesalahan umpan Rodrigo Bentancur dimanfaatkan Lamine Yamal yang langsung mengalirkan bola kepada Mikel Oyarzabal.
Umpan silang Oyarzabal mengarah ke Mikel Merino, tetapi Sebastián Cáceres sigap memotong aliran bola sebelum menjadi ancaman. Meski menguasai penguasaan bola, Spanyol kesulitan mengembangkan permainan.
Juan Manuel Sanabria tampil disiplin dalam meredam pergerakan Lamine Yamal, sementara Uruguay sesekali mampu mengancam melalui serangan balik. Salah satu peluang terbaik datang dari Darwin Núñez, namun sang striker gagal menjangkau umpan tumit yang mengarah ke kotak penalti.
Rodrigo Bentancur juga sempat mencoba peruntungannya melalui tendangan jarak jauh, tetapi upaya tersebut belum mampu membahayakan gawang Unai Simón.
Baena Manfaatkan Kesalahan Muslera
Saat pertandingan tampak akan berakhir tanpa gol pada babak pertama, Uruguay justru melakukan kesalahan yang berakibat fatal. Pada menit ke-42, Marcos Llorente mengirim umpan ke dalam kotak penalti yang mana Álex Baena menyambut bola tersebut dengan matang.
Gelandang Villarreal CF itu mengontrol bola dengan baik sebelum melepaskan tembakan yang gagal diantisipasi Fernando Muslera. Bola lolos dari tangkapan sang kiper dan bergulir masuk ke gawang. Gol tersebut menjadi satu-satunya pembeda hingga turun minum.
Pelatih Marcelo Bielsa kemudian mengambil keputusan mengejutkan dengan mengganti Muslera dengan memaikan Sergio Rochet pada awal babak kedua.
Pergantian itu menjadi momen langka, karena menandai kali pertama Uruguay mengganti penjaga gawang dalam pertandingan Piala Dunia sejak federasi memperkenalkan sistem pergantian pemain pada 1970.
Uruguay Gagal Bangkit di Babak Kedua
Tertinggal satu gol, Uruguay mencoba meningkatkan intensitas serangan mereka. Namun, lini pertahanan Spanyol kembali menunjukkan organisasi permainan yang sangat solid. Sebaliknya, La Roja justru hampir menggandakan keunggulan setelah satu jam pertandingan berjalan.
Lamine Yamal mengirim umpan matang kepada Dani Olmo yang masuk sebagai pemain pengganti. Sayangnya, eksekusi akhir Olmo masih melenceng dari sasaran.
Uruguay sempat mengancam melalui umpan silang Mathías Olivera yang hampir mengejutkan Unai Simón di tiang dekat, tetapi kiper Spanyol tersebut tetap sigap mengamankan situasi.
Menjelang pertandingan berakhir, Ferran Torres nyaris memastikan kemenangan Spanyol. Setelah berhasil melewati kawalan Olivera, penyerang Barcelona itu melepaskan tembakan yang hanya membentur mistar gawang.
Penderitaan Uruguay semakin lengkap pada masa injury time. Agustín Canobbio menerima kartu merah langsung akibat melakukan tekel tinggi terhadap Pau Cubarsí sehingga timnya harus mengakhiri laga dengan 10 pemain.
Skor 1-0 bertahan hingga peluit panjang berbunyi dan memastikan Spanyol menutup fase grup dengan kemenangan penting.
Pertahanan La Roja Jadi Modal Besar
Meski memiliki lini depan bertabur bintang dengan Lamine Yamal yang memimpin penyerangan, kekuatan utama Spanyol pada fase grup justru terlihat dari kokohnya pertahanan. Tim asuhan Luis de la Fuente kembali tampil disiplin dan mampu membatasi peluang lawan sepanjang pertandingan.
Dalam empat pertandingan Piala Dunia terakhir, Spanyol hanya menghadapi total 26 tembakan. Mereka juga menjadi tim kedua sejak 1966 yang mampu memaksa lawan melepaskan maksimal enam percobaan dalam lima pertandingan Piala Dunia secara beruntun.
Catatan ini menyamai torehan milik Argentina pada edisi 2022. Catatan impresif lainnya, La Roja belum menghadapi satu pun tembakan tepat sasaran pada babak pertama selama tiga pertandingan fase grup Piala Dunia 2026. Sebaliknya, Uruguay harus membayar mahal kesalahan di lini belakang mereka sendiri.
Rekor Buruk Blunder Fernando Muslera
Fernando Muslera yang kembali memperkuat tim nasional setelah sempat menyatakan pensiun justru kembali melakukan blunder. Kesalahan saat mengantisipasi tembakan Baena menambah daftar kekeliruannya sepanjang turnamen bergengsi ini.
Muslera kini menjadi kiper pertama sejak pencatatan statistik mulai pada 1966 yang melakukan tiga kesalahan berujung gol dalam satu edisi Piala Dunia.
Secara statistik, pertandingan ini memang berlangsung minim peluang bagi kedua tim. Spanyol hanya melepaskan enam tembakan dengan nilai expected goals (xG) sebesar 0,86, sedangkan Uruguay mencatatkan lima percobaan dengan xG hanya 0,20.
Meski tidak tampil terlalu tajam di lini depan, efisiensi dan pertahanan kokoh menjadi modal berharga bagi Spanyol. Rodrigo Hernández dan kolega kini melangkah ke babak gugur dengan status juara Grup H dan kepercayaan diri yang terus meningkat. (MR-02)







