Mataredaksi.com, BOGOR – Timnas Afrika Selatan mencatat sejarah baru di Piala Dunia FIFA 2026, setelah memastikan tiket ke babak 32 besar untuk pertama kalinya usai menundukkan Korea Selatan dengan skor tipis 1-0 pada laga terakhir Grup A, di Estadio Monterrey, Guadalupe, Nuevo León, Meksiko, Kamis (25/6/2026) pagi WIB.
Kemenangan bersejarah tersebut disambut meriah oleh para pemain dan staf pelatih sesaat setelah wasit Facundo Raúl Tello Figueroa meniup peluit panjang tanda berakhirnya pertandingan. Tiga poin yang diraih membuat Bafana Bafana mengunci posisi runner-up grup dan melangkah ke fase gugur.
Gol tunggal kemenangan Afrika Selatan lahir pada menit ke-63 melalui Thapelo Maseko. Penyerang muda tersebut memanfaatkan peluang dengan penyelesaian kaki kiri yang akurat untuk menaklukkan pertahanan Korea Selatan.
Bertahan dari Tekanan Korea Selatan
Korea Selatan sebenarnya tampil dominan dalam penguasaan bola sepanjang pertandingan. Tim asuhan Myung-Bo Hong mengendalikan permainan dengan catatan penguasaan bola mencapai 68,4 persen.
Namun dominasi tersebut tidak diikuti efektivitas di sepertiga akhir lapangan. Taeguk Warriors kesulitan menciptakan peluang bersih dan gagal memaksimalkan kontrol permainan yang mereka miliki.
Sebaliknya, Afrika Selatan tampil disiplin dan sabar dalam menunggu kesempatan melakukan serangan balik. Tim asuhan Hugo Broos mampu meredam sejumlah upaya Korea Selatan sebelum perlahan mengambil kendali ritme pertandingan.
Pendekatan yang lebih efisien itu akhirnya membuahkan hasil pada pertengahan babak kedua ketika Maseko berhasil memecah kebuntuan dan membawa Afrika Selatan unggul.
Setelah gol tersebut, Korea Selatan berusaha meningkatkan tekanan demi mengejar ketertinggalan. Namun, lini pertahanan Afrika Selatan tetap tampil solid hingga akhir pertandingan.
Efektif Saat Dibutuhkan
Statistik pertandingan menunjukkan perbedaan mencolok antara penguasaan bola dan efektivitas serangan. Meski lebih banyak menguasai permainan, Korea Selatan hanya mampu menghasilkan expected goals (xG) sebesar 1,0. Sementara Afrika Selatan yang lebih banyak menunggu dan mengandalkan transisi cepat mencatat xG sebesar 1,1.
Afrika Selatan Melaju ke Babak 32 Besar
Data tersebut menggambarkan bagaimana Afrika Selatan mampu memanfaatkan peluang dengan lebih baik dibanding lawannya. Kemenangan ini mengantar Bafana Bafana mengumpulkan empat poin dan finis di posisi kedua klasemen grup.
Mereka berada di belakang Meksiko yang mengamankan status juara grup setelah mengalahkan Republik Ceko dengan skor 3-0 di laga lainnya. Pada babak 32 besar nanti, Afrika Selatan menantang Kanada dalam duel yang menjanjinkan laga sengit.
Korea Selatan Menunggu Keajaiban
Di kubu lawan, hasil ini menjadi pukulan telak bagi Korea Selatan yang datang ke pertandingan dengan harapan besar untuk mengamankan tiket otomatis ke fase berikutnya. Kekalahan dari Afrika Selatan membuat mereka gagal mengendalikan nasib sendiri.
Nasib Korea Selatan di Ujung Tanduk
Peluang untuk lolos memang masih terbuka melalui jalur peringkat ketiga terbaik, tetapi kesempatan tersebut kini bergantung pada hasil pertandingan dari grup lain.
Penampilan yang kurang menggigit di Monterrey menjadi salah satu penyebab utama kegagalan mereka meraih hasil positif. Meski mendominasi bola, Korea Selatan tidak mampu menunjukkan kreativitas yang cukup untuk membongkar pertahanan rapat Afrika Selatan.
Sejarah Baru Bafana Bafana
Sebaliknya, Afrika Selatan berhasil memanfaatkan momen krusial dan menulis salah satu kisah paling bersejarah dalam perjalanan sepak bola mereka. Dengan tiket ke babak 32 besar sudah berada di tangan, pasukan Hugo Broos kini bersiap menghadapi tantangan yang lebih besar.
Namun untuk saat ini, publik sepak bola akan selalu mengingat kemenangan atas Korea Selatan sebagai momen ketika Bafana Bafana berhasil menembus fase gugur Piala Dunia untuk pertama kalinya dalam sejarah. (MR-01)






