Thomas Christiansen Sebut Kekalahan dari Ghana Sangat Kejam, Panama Diminta Segera Bangkit

Ekspresi kecewa - Pelatih Timnas Panama, Thomas Christiansen menunjukkan raut kekecewaan usai timnya kalah 0-1 dari Ghana pada laga Grup L Piala Dunia FIFA 2026, di Stadion BMO Field Toronto, Ortanio, Kanada, Kamis (18/6/2026) pagi WIB. Ia mengaku kecewa setelah timnya harus menelan kekalahan dramatis dari Black Stars melalui gol Caleb Yirenkyi pada menit ke-95. (Sumber foto: Benoit Tessier/Reuters)

Mataredaksi.com, BOGOR – Pelatih Timnas Panama, Thomas Christiansen mengaku kecewa setelah timnya harus menelan kekalahan dramatis dari Ghana pada laga pembuka Grup L Piala Dunia FIFA 2026, di Stadion BMO Field Toronto, Ortanio, Kanada, Kamis (18/6/2026) pagi WIB.

Panama sebenarnya mampu memberikan perlawanan sengit sepanjang pertandingan. Mereka bahkan tampil lebih dominan pada babak pertama dan beberapa kali mengancam pertahanan Ghana. Namun, kegagalan memanfaatkan peluang membuat mereka harus membayar mahal pada menit-menit akhir.

Gawang Panama akhirnya jebol pada masa injury time ketika Caleb Yirenkyi mencetak gol kemenangan Ghana pada menit ke-95. Gol tersebut memastikan Black Stars membawa pulang kemenangan 1-0 sekaligus mengamankan tiga poin penting di laga perdana.

Christiansen Nilai Panama Layak Mendapatkan Hasil Lebih Baik

Usai pertandingan, Thomas Christiansen menilai anak asuhnya pantas memperoleh hasil yang lebih baik berdasarkan jalannya pertandingan.

“Hasil ini sangat menyakitkan karena saya merasa kami layak mendapatkan lebih banyak dari pertandingan ini”, kata Christiansen dilansir Mataredaksi dari flashscore.com.

Menurutnya, Panama mampu mengendalikan permainan pada babak pertama dan membuat Ghana kesulitan mengembangkan permainan. Namun, satu kelengahan pada akhir pertandingan mengubah segalanya.

“Kami bermain sangat baik pada babak pertama dan mampu menguasai Ghana. Karena itu, cara kami kalah seperti ini terasa sangat kejam”, ujarnya.

Meski kecewa, pelatih asal Denmark itu meminta para pemain segera melupakan hasil tersebut dan fokus menatap pertandingan berikutnya.

Peluang Panama Belum Tertutup

Panama kini menghadapi situasi yang tidak mudah setelah gagal meraih poin pada laga pembuka Grup L. Meski demikian, peluang untuk lolos ke fase gugur masih terbuka karena mereka masih memiliki dua pertandingan tersisa.

Tim asuhan Thomas Christiansen masih harus menghadapi Kroasia dan Inggris, dua tim yang sejak awal masuk dalam daftar unggulan grup.

Christiansen mengakui kualitas kedua lawan tersebut. Namun, ia menegaskan Édgar Yoel Bárcenas dan kawan-kawan tidak akan kehilangan semangat untuk bersaing.

“Kami memiliki dua pertandingan melawan lawan yang sangat kuat. Kami memahami kualitas mereka, tetapi kami akan memberikan yang terbaik”, katanya.

Siap Memberi Perlawanan kepada Kroasia

Los Canaleros – julukan Timnas Panama – akan kembali bertanding pada Rabu (24/6/2026) pukul 06.00 WIB saat menghadapi Kroasia, di Stadion BMO Field Toronto.

Laga tersebut diperkirakan berlangsung ketat, karena Kroasia juga membutuhkan kemenangan setelah kalah 2-4 dari Inggris pada pertandingan pertama Grup L.

Christiansen menilai Kroasia sebagai salah satu tim kuat di turnamen ini. Meski begitu, ia memastikan Panama tidak akan tampil bertahan sepanjang pertandingan.

Menurutnya, Panama harus menunjukkan karakter sebagai tim yang sulit ditaklukkan dan mampu memberikan perlawanan hingga menit terakhir.

“Kami ingin menunjukkan bahwa Panama adalah tim yang sulit dikalahkan dan akan bertarung sampai akhir pertandingan”, pungkasnya. (MR-01)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *