Mataredaksi.com, BOGOR – Tim nasional Bosnia and Herzegovina tampak berada di jalur yang tepat untuk membawa pulang satu poin penting saat menghadapi Swiss pada laga kedua penyisihan Grup B Piala Dunia FIFA 2026.
Namun, harapan itu runtuh dalam hitungan menit setelah Johan Manzambi memecah kebuntuan dan kartu merah Tarik Muharemović mengubah arah pertandingan secara drastis.
Bermain di Stadion SoFi Los Angeles, di Inglewood, California, Amerika Serikat, Jumat (19/6/2026) dini hari WIB, Bosnia akhirnya menyerah 1-4 setelah kebobolan empat gol dalam fase akhir pertandingan yang berlangsung penuh tekanan.
Swiss Kesulitan Menembus Pertahanan Bosnia
Sebelum drama terjadi pada fase akhir pertandingan, Bosnia sebenarnya mampu membuat Swiss frustrasi sepanjang laga. Tim asuhan Sergej Barbarez bermain disiplin dan menutup ruang gerak lawan sehingga unggulan Grup B itu kesulitan menciptakan peluang bersih.
Hingga memasuki babak kedua, pertandingan berjalan relatif seimbang. Swiss memang lebih banyak menguasai bola, tetapi Bosnia mampu mempertahankan organisasi permainan mereka dan menjaga skor tetap imbang.
Situasi tersebut membuat harapan Bosnia untuk membawa pulang satu poin semakin terbuka. Bahkan, laga sempat terlihat akan berakhir tanpa gol sebelum perubahan yang dilakukan Murat Yakin dari bangku cadangan mengubah segalanya.
Manzambi Jadi Awal Petaka Bosnia
Kebuntuan akhirnya pecah setelah Swiss memasukkan Johan Manzambi pada babak kedua. Keputusan itu terbukti menjadi titik balik pertandingan.
Manzambi memanfaatkan bola yang jatuh di dalam kotak penalti dan melepaskan tendangan keras yang gagal dihentikan kiper Nikola Vasilj. Gol tersebut menjadi pukulan bagi Bosnia yang sebelumnya mampu bertahan dengan cukup baik.
Momentum pertandingan langsung berubah. La Nati – julukan Timnas Swiss – bermain lebih percaya diri, sedangkan Bosnia mulai kehilangan ketenangan saat memasuki menit-menit krusial.
Kartu Merah Percepat Kejatuhan Bosnia
Situasi semakin sulit bagi Bosnia ketika Tarik Muharemović harus meninggalkan lapangan lebih cepat. Bek Bosnia itu melakukan pelanggaran terhadap Breel Embolo yang sedang bergerak menuju gawang. Wasit menilai Muharemović sebagai pemain terakhir dan langsung mengeluarkan kartu merah.
Bermain dengan 10 orang membuat Bosnia kesulitan meredam tekanan Swiss. Keunggulan jumlah pemain dimanfaatkan Die Nati untuk menambah gol melalui Rubén Vargas dan Manzambi yang kembali mencatatkan namanya di papan skor.
Rekor Tak Terkalahkan Akhirnya Berakhir
Bosnia sempat memperoleh sedikit hiburan melalui gol Ermin Mahmić yang mencetak gol internasional pertamanya tidak lama setelah masuk dari bangku cadangan.
Namun Swiss tetap menutup laga dengan sempurna setelah Granit Xhaka mencetak gol dari titik penalti pada masa akhir pertandingan.
Statistik Tunjukkan Dominasi Swiss
Data pertandingan menunjukkan dominasi Swiss cukup jelas. Tim asuhan Murat Yakin menghasilkan expected goals (xG) sebesar 2,01, sedangkan Bosnia hanya mencatat 0,24.
Keunggulan tersebut mencerminkan efektivitas Swiss dalam memanfaatkan peluang, terutama setelah unggul jumlah pemain pada fase akhir pertandingan.
Tekanan Menjelang Laga Terakhir
Kekalahan ini sekaligus mengakhiri rekor sembilan pertandingan tanpa kekalahan Bosnia-Herzegovina. Mereka kini berada dalam tekanan besar menjelang laga terakhir Grup B melawan Qatar. Bosnia membutuhkan hasil positif untuk menjaga peluang bertahan di turnamen.
Di sisi lain, Swiss berada dalam posisi yang jauh lebih nyaman. Tambahan tiga poin membuat tim asuhan Murat Yakin semakin dekat dengan tiket menuju fase gugur Piala Dunia FIFA 2026. (MR-01)







