Maroko 4-2 Haiti: Bangkit Dua Kali, Atlas Lions Tutup Fase Grup dengan Kemenangan Dramatis

Meluapkan kegembiraan – Ekspresi Soufiane Rahimi meluapkan emosi kegembiraan usai mencetak gol yang membawa timnas Maroko mengalahkan Haiti 4-2 pada laga pamungkas Grup C Piala Dunia FIFA 2026, di Stadion Atlanta, Georgia, Amerika Serikat, Kamis (25/6/2026) pagi WIB. Kemenangan tersebut memastikan Atlas Lions menutup fase grup dengan tujuh poin dan melaju ke babak 32 besar. (Sumber foto: @EnMaroc/X)

Mataredaksi.com, BOGOR – Tim nasional Maroko menunjukkan mental baja saat dua kali bangkit dari ketertinggalan untuk mengalahkan Haiti dengan skor 4-2 pada laga terakhir Grup C Piala Dunia FIFA 2026, di Stadion Atlanta, Georgia, Amerika Serikat, Kamis (25/6/2026) pagi WIB.

Kemenangan tersebut mengantar Atlas Lions mengoleksi tujuh poin dari tiga pertandingan. Namun, hasil itu belum cukup untuk membawa mereka finis sebagai juara grup karena Brasil juga meraih kemenangan pada laga lainnya.

Meski gagal merebut posisi puncak, Maroko tetap melaju ke babak 32 besar dengan kepercayaan diri tinggi setelah memperlihatkan karakter kuat dalam pertandingan yang berlangsung dramatis hingga menit-menit akhir.

Dua pemain pengganti, Soufiane Rahimi dan Gessime Yassine, tampil sebagai pembeda setelah mencetak gol penting yang memastikan kemenangan wakil Afrika tersebut.

Haiti Kejutkan Atlas Lions

Maroko sebenarnya lebih diunggulkan sebelum pertandingan dimulai. Namun, Haiti memberikan kejutan saat laga baru berjalan 10 menit. Serangan cepat dari sisi sayap menghasilkan umpan Jean-Kévin Duverne ke depan gawang.

Lenny Joseph menyambutnya dengan sentuhan tumit yang membuat bola mengenai Yassine Bounou sebelum masuk ke gawang. Gol tersebut akhirnya dicatat sebagai gol bunuh diri sang penjaga gawang dan membuat Haiti unggul lebih dulu.

Tertinggal satu gol membuat Maroko meningkatkan intensitas serangan. Achraf Hakimi dan Ayoub El Kaabi memperoleh peluang emas untuk menyamakan kedudukan, tetapi kiper Haiti, Johny Placide, tampil luar biasa dengan penyelamatan beruntun yang memukau.

Tekanan tanpa henti akhirnya membuahkan hasil pada menit ke-39. Tembakan Bilal El Khannouss yang berubah arah gagal diantisipasi Placide. Bola liar kemudian disambar Hakimi tepat di depan gawang untuk mengubah skor menjadi 1-1.

Namun, kegembiraan Maroko tidak berlangsung lama. Empat menit berselang, Wilson Isidor mencetak salah satu gol terbaik dalam pertandingan tersebut.

Penyerang Haiti itu melepaskan tembakan keras dari luar kotak penalti yang meluncur deras ke sudut atas gawang tanpa mampu dijangkau Bounou. Haiti kembali unggul 2-1 dan membuat pertandingan semakin menarik.

Saibari Selamatkan Maroko

Saat babak pertama memasuki masa tambahan waktu, Maroko kembali menunjukkan respons cepat. Achraf Hakimi mengirimkan umpan matang dari sisi kanan dan Ismael Saibari berhasil menyelesaikannya dengan tendangan terarah ke sudut bawah gawang.

Peluang Emas dan Dominasi Maroko

Gol tersebut membuat skor kembali imbang 2-2 sebelum turun minum. Saibari bahkan hampir menambah koleksi golnya pada awal babak kedua. Namun, penyerang tersebut gagal memanfaatkan peluang emas setelah wasit meniup peluit offside lebih dulu dalam proses serangan.

Meski begitu, Maroko tetap mendominasi jalannya pertandingan. Mereka menguasai bola lebih banyak dan terus menekan pertahanan Haiti yang mulai kehilangan tenaga memasuki fase akhir laga.

Rahimi dan Yassine Jadi Penentu

Perlawanan Haiti bertahan hingga memasuki 15 menit terakhir pertandingan. Namun, kualitas skuad Maroko akhirnya berbicara. Pada menit ke-78, pemain pengganti Soufiane Rahimi membawa Atlas Lions berbalik unggul untuk pertama kalinya dalam pertandingan.

Gol Rahimi Pematah Semangat Haiti

Gol bermula dari sundulan Chadi Riad yang mengarah ke Rahimi di dalam kotak penalti. Penyerang tersebut langsung melepaskan tembakan yang sempat mengenai pemain lawan sebelum bola bersarang ke dalam gawang Haiti.

Gol itu mematahkan semangat perjuangan Haiti yang tampil disiplin sepanjang pertandingan. Maroko kemudian memastikan kemenangan pada menit ke-89.

Gol Penutup Gessime Yassine

Rahimi kembali berperan penting setelah ia berhasil mempertahankan penguasaan bola saat berduel dengan Carlens Arcus. Bola lalu jatuh ke jalur Gessime Yassine yang dengan tenang menaklukkan Johny Placide.

Wasit sempat meninjau proses gol melalui VAR sebelum akhirnya mengesahkan gol tersebut. Gol ini mengunci kemenangan Maroko sekaligus menutup laga penuh drama dengan skor 4-2.

Saibari dan Hakimi Ukir Rekor

Selain kemenangan penting, pertandingan ini juga menghadirkan sejumlah catatan bersejarah bagi Maroko. Ismael Saibari kembali menjadi sorotan berkat golnya yang membuat ia selalu mencetak gol dalam ketiga pertandingan fase grup Piala Dunia 2026.

Rekor Bersejarah Ismael Saibari

Catatan itu menjadikannya pemain Afrika pertama yang mampu mencetak gol di seluruh laga fase grup dalam satu edisi Piala Dunia. Pemain berusia 24 tahun tersebut juga menjadi pemain Maroko pertama yang mengoleksi tiga gol dalam satu putaran final Piala Dunia.

Di sisi lain, Achraf Hakimi menunjukkan kualitasnya sebagai salah satu bek sayap terbaik dunia. Selain menyumbang satu gol dan satu assist, pemain Paris Saint-Germain itu menjadi motor serangan utama Atlas Lions sepanjang pertandingan.

Statistik Gemilang dan Babak Gugur

Hakimi mencatat jumlah sentuhan, umpan silang, dan percobaan tembakan terbanyak di kubu Maroko. Kreativitasnya terus menjadi senjata penting bagi tim asuhan Walid Regragui dalam upaya melangkah jauh di turnamen ini.

Secara statistik, Maroko memang layak memenangkan pertandingan. Mereka menghasilkan 22 tembakan dengan nilai expected goals (xG) mencapai 3,26. Sebaliknya, Haiti hanya mencatat sembilan percobaan dengan xG sebesar 0,66.

Kini Maroko bersiap menghadapi tantangan yang lebih berat di fase gugur. Meski gagal merebut puncak klasemen Grup C, kemenangan dramatis atas Haiti menjadi modal berharga untuk menatap babak 32 besar dengan optimisme tinggi. (MR-02)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *