Mataredaksi.com, ESSEN – Kemenangan tipis Borussia Dortmund 1-0 atas Rot-Weiss Essen di putaran pertama DFB-Pokal 2025 meninggalkan cerita pahit. Pelanggaran keras Kelsey Owusu terhadap Yan Couto membuat pelatih BVB, Niko Kovač, naik pitam.
“Sejujurnya, Anda tidak bisa seenaknya begitu. Saya tidak ingin menuduhnya berniat jahat, tapi itu ceroboh, sangat lalai. Itu sebenarnya serangan”, tegas Niko Kovač kepada ARD.
Insiden terjadi di menit akhir, ketika Owusu menghajar lutut Couto dengan kaki terentang tepat di garis samping. Couto langsung mengerang kesakitan, berguling di lapangan, sebelum akhirnya ditandu keluar oleh tim medis.
“Semoga tidak ada cedera serius. Yan sangat kesakitan, tapi saya masih yakin itu mungkin hanya memar parah”, tambah Niko Kovač, yang mengaku lutut Couto kini dalam kompres es di ruang ganti.
Owusu hanya mendapat kartu kuning. Aturan Piala DFB tidak memungkinkan penggunaan VAR di putaran pertama dan kedua, sehingga tak ada peluang untuk meninjau kartu merah. Pelatih Essen, Uwe Koschinat, juga menilai tindakan anak asuhnya salah kaprah.
“Dia berperilaku sangat buruk dalam situasi itu”, ujarnya, sembari mengecam keras pelecehan rasis yang dialamatkan kepada Owusu usai laga.
Direktur olahraga Dortmund, Sebastian Walter Kehl, ikut buka suara. “Itu kartu merah yang jelas”, katanya. Bahkan ia kembali menghampiri jurnalis beberapa saat kemudian untuk menegaskan dengan wajah serius: “Itu pelanggaran brutal”.
Dengan kondisi lini belakang BVB sudah pincang akibat absennya Süle, Schlotterbeck, dan Emre Can, cedera Couto jelas jadi pukulan tambahan bagi Dortmund yang harus segera bersiap menghadapi laga pembuka Bundesliga kontra St. Pauli akhir pekan ini.(MR-01)






