Mataredaksi.com, BOGOR – Laga uji coba internasional tim nasional Paraguay sebelum keberangkatan menuju Piala Dunia FIFA 2026 berubah menjadi panggung emosional di Stadion Defensores del Chaco, Sabtu (6/6/2026) dini hari WIB. Sorotan utama tertuju pada Alejandro “Kaku” Romero Gamarra yang menutup momen perpisahan dengan eksekusi penalti penuh ketenangan dan makna.
Pertandingan melawan Nikaragua tidak hanya soal persiapan teknis, tetapi juga menjadi malam penghormatan bagi para legenda dan simbol baru sepak bola Paraguay.
Penalti Emosional Kaku Romero Jadi Momen Pembuka
Momen kunci terjadi pada menit ke-17 ketika Antonio Sanabria dijatuhkan di kotak penalti oleh pemain Nikaragua. Wasit asal Argentina, Nicolás Ramírez, langsung menunjuk titik putih tanpa ragu.
Biasanya, tugas eksekusi berada di tangan Julio Enciso. Namun kali ini, ruang emosional mengubah keputusan. Skuad Paraguay memilih memberikan kesempatan kepada Kaku Alejandro Romero, yang memulai laga di tengah situasi pribadi yang berat setelah kehilangan ayahnya pada Maret lalu.
Tanpa ragu, pemain berusia 30-an itu mengeksekusi penalti dengan tenang, mengangkat bola melewati kiper dan membawa stadion bergemuruh. Lebih dari 35.000 penonton di Asunción memberi sambutan emosional atas gol tersebut.
Tribut untuk Legenda: Óscar “Tacuara” Cardozo
Sebelum laga dimulai, Asosiasi Sepak Bola Paraguay (Asociación Paraguaya de Fútbol) memberikan penghormatan khusus kepada legenda tim nasional, Óscar Cardozo.
Cardozo, yang dikenal luas dengan julukan “Tacuara”, baru saja mengumumkan pensiun dari sepak bola profesional. Ia mendapat penghargaan berupa plakat dan jersey berbingkai, disaksikan keluarga serta perwakilan federasi, termasuk Robert Harrison.
Selama kariernya bersama La Albirroja, Cardozo mencatat 57 penampilan dan 12 gol, termasuk kontribusi penting di berbagai ajang seperti Piala Dunia 2010 dan Copa América.
Paraguay Tampilkan Skuad Kuat, Alfaro Lakukan Rotasi
Pelatih Gustavo Alfaro menurunkan susunan pemain terbaiknya dalam laga ini sebagai bagian dari persiapan menuju turnamen besar di Amerika Serikat.
Di bawah mistar, Roberto “Gatito” Fernández dipercaya sebagai starter. Sementara itu, Kaku Romero tampil sebagai pengatur serangan di lini tengah, menggantikan Damián Bobadilla yang sedang menjalani pemulihan cedera.
Alfaro menegaskan bahwa susunan ini masih bersifat eksperimen dan belum menjadi gambaran final untuk laga pembuka Piala Dunia melawan Amerika Serikat.
Susunan Pemain Paraguay
Paraguay menurunkan formasi terbaiknya dengan komposisi sebagai berikut: Roberto “Gatito” Fernández; Juan José Cáceres, Gustavo Gómez, Omar Alderete, Junior Alonso; Andrés Cubas, Alejandro Romero Gamarra, Diego Gómez; Miguel Almirón, Julio Enciso, dan Antonio Sanabria.
Laga Penuh Emosi Menuju Piala Dunia 2026
Selain hasil dan taktik, pertandingan ini menegaskan suasana emosional di tubuh Tim Nasional berjuluk La Albirroja. Kombinasi penghormatan untuk legenda dan momen kebangkitan Kaku Romero memberi warna tersendiri sebelum tim bertolak ke Amerika Utara.
Dengan atmosfer yang kuat di Asunción, Paraguay menutup laga persiapan ini bukan hanya dengan skor, tetapi juga dengan cerita dan emosi yang melekat di hati para pendukung. (MR-01)






