Skotlandia 1-0 Haiti, McGinn Antar Tartan Army Akhiri Puasa Setelah 28 Tahun

Selebrasi Khas - Kapten Timnas Skotlandia, John McGinn melakukan selebrasi khas usai mencetak golnya saat menghadapi Haiti dalam laga Grup C, Piala Dunia FIFA 2026, di Stadion Gillette, Foxborough, Massachusetts, Boston, Amerika Serikat, Minggu (14/6/2026) pagi WIB. Gol tunggal gelandang Aston Villa itu membawa Tartan Army menang 1-0 atas Les Grenadiers, sekaligus mengakhiri penantian tampil dan meraih kemenangan di Piala Dunia setelah 28 tahun. (Sumber foto: @alimo_philip/X)

Mataredaksi.com, BOGOR – Tim nasional Skotlandia menandai kembalinya mereka ke putaran final Piala Dunia FIFA 2026 dengan kemenangan tipis 1-0 atas Haiti pada laga Grup C, di Stadion Gillette, Foxborough, Massachusetts, Boston, Amerika Serikat, Minggu (14/6/2026) pagi WIB.

John McGinn menjadi pahlawan kemenangan Tartan Army lewat gol tunggal pada babak pertama. Hasil tersebut sekaligus mengakhiri penantian panjang Skotlandia yang kembali tampil di Piala Dunia untuk pertama kalinya sejak 1998.

Kemenangan ini membawa tim asuhan Steve Clarke memuncaki klasemen sementara Grup C, setelah Brasil dan Maroko bermain imbang 1-1 beberapa jam sebelumnya.

McTominay Buka Ancaman

Didukung ribuan pendukung yang memadati stadion, Skotlandia langsung berusaha mengambil kendali permainan sejak menit awal.

Scott McTominay hampir membuka keunggulan lebih dulu. Gelandang tengah Manchester United itu menyambut umpan silang Andrew Robertson dengan sundulan yang melayang di atas mistar gawang.

Beberapa menit kemudian, McTominay kembali mengancam. Kali ini, tembakannya dari dalam kotak penalti membentur tiang setelah menerima umpan tarik Ben Gannon-Doak.

Meski demikian, Haiti tidak hanya bertahan. Tim Karibia itu beberapa kali memberikan tekanan dan memaksa lini belakang Skotlandia bekerja keras sepanjang babak pertama.

Gol McGinn Pecah Kebuntuan

Skotlandia akhirnya memecah kebuntuan pada menit ke-28. Ben Gannon-Doak kembali menjadi motor serangan saat menusuk dari sisi kanan. Aksinya menghasilkan peluang bagi Ché Adams, tetapi Johny Placide mampu menggagalkan tembakan tersebut.

Bola liar kemudian mengarah ke John McGinn. Kapten Aston Villa itu melepaskan tendangan yang berubah arah setelah mengenai beberapa pemain Haiti sebelum masuk ke gawang.

Gol tersebut menjadi gol pertama Skotlandia di Piala Dunia sejak Craig Burley mencetak gol ke gawang Norwegia pada fase grup edisi 1998.

Gol itu juga mengakhiri puasa gol McGinn bersama tim nasional yang berlangsung sejak November 2024. Gelandang Aston Villa tersebut kembali menunjukkan pengaruh besarnya dalam pertandingan penting dan memimpin rekan-rekannya saat Skotlandia menghadapi tekanan sepanjang laga.

Haiti Tampil Berani

Meski kalah, Haiti asuhan pelatih Sébastien Migné menunjukkan performa yang jauh dari kata mengecewakan. Tim Karibia itu bahkan mencatatkan 15 tembakan sepanjang pertandingan, berbanding sembilan milik Skotlandia.

Secara statistik, Haiti juga unggul dalam expected goals (xG) dengan nilai 1,21 dibandingkan 1,05 milik lawannya. Namun, mereka gagal memaksimalkan sejumlah peluang penting yang tercipta sepanjang laga.

Frantzdy Pierrot memperoleh kesempatan terbaik untuk menyamakan kedudukan pada menit ke-85. Namun, sundulannya dari umpan Carlens Arcus melenceng tipis dari sasaran.

Rekor McGinn di Panggung Dunia

Gol kemenangan John McGinn memiliki arti ganda bagi Skotlandia. Selain mengakhiri penantian panjang negaranya di Piala Dunia, gol tersebut juga mengakhiri puasa gol internasional sang gelandang yang berlangsung sejak November 2024.

Pemain Aston Villa itu kini tercatat sebagai pencetak gol tertua Skotlandia di Piala Dunia pada usia 31 tahun 238 hari. Ia melampaui rekor milik Kenny Dalglish yang bertahan sejak edisi 1982.

Generasi Baru Mulai Bersinar

Di sisi lain, Ben Gannon-Doak juga mencuri perhatian melalui penampilan impresifnya. Pemain berusia 20 tahun itu terlibat dalam proses terciptanya gol kemenangan dan menjadi salah satu simbol generasi baru Skotlandia.

Penampilannya menjadi bukti keberhasilan regenerasi skuad Skotlandia. Kecepatan dan keberaniannya menyerang dari sisi sayap memberi warna berbeda pada permainan tim asuhan Steve Clarke, terutama saat Haiti mulai meningkatkan tekanan pada babak kedua.

Generasi baru Skotlandia juga menorehkan catatan menarik. Gannon-Doak, Aaron Hickey, dan Lewis Ferguson bahkan belum lahir ketika Skotlandia terakhir kali tampil di Piala Dunia pada 1998.

Tak hanya itu, Findlay Curtis yang masuk sebagai pemain pengganti juga mencatat sejarah sebagai pemain termuda Skotlandia yang tampil di Piala Dunia.

Modal Berharga Tartan Army

Bagi Skotlandia, kemenangan ini menjadi hasil yang sangat penting dalam upaya mereka lolos ke fase gugur. Tim asuhan Steve Clarke kini memimpin klasemen sementara Grup C dan akan menghadapi Maroko pada pertandingan berikutnya.

Sementara itu, Haiti kembali menunjukkan perkembangan yang signifikan meski gagal meraih poin. Satu-satunya partisipasi mereka sebelumnya di putaran final terjadi pada 1974, saat mereka kalah dalam seluruh pertandingan grup.

Kemenangan atas Haiti juga menjadi kemenangan kelima Skotlandia sepanjang sejarah Piala Dunia sekaligus yang pertama sejak mengalahkan Swedia 2-1 pada edisi 1990 di Italia. Hasil tersebut menjadi modal berharga bagi Tartan Army untuk menjaga peluang lolos ke fase gugur Piala Dunia 2026. (MR-01)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *