Pahlawan Kemenangan Skotlandia
Mataredaksi.com, BOGOR – Gelandang Tim nasional Skotlandia, John McGinn menegaskan timnya masih memiliki ruang untuk berkembang, meski sukses mengawali Piala Dunia FIFA 2026 dengan kemenangan 1-0 atas Haiti, di Stadion Gillette, Foxborough, Massachusetts, Boston, Amerika Serikat, Minggu (14/6/2026) pagi WIB.
McGinn menjadi pahlawan kemenangan Tartan Army lewat gol tunggal yang tercipta pada menit ke-28. Gol tersebut bukan hanya memastikan tiga poin bagi Skotlandia, tetapi juga menjadi gol pertama mereka di putaran final Piala Dunia sejak edisi 1998.
Gol Penting dalam Karier McGinn
Meski mengakui golnya tidak lahir dengan cara yang sempurna, McGinn tetap menikmati momen bersejarah tersebut bersama ribuan pendukung Skotlandia yang memadati stadion. “Itu mungkin bukan gol terbaik saya, tetapi siapa yang peduli?”, kata McGinn kepada FIFA setelah pertandingan.
Pemain Aston Villa itu mengaku masih sulit mempercayai momen ketika bola masuk ke gawang dan para pendukung Skotlandia merayakannya dengan penuh suka cita. Menurut McGinn, pemandangan ribuan suporter yang bersorak di tribune menjadi salah satu momen paling berkesan dalam karier internasionalnya.
Menurutnya, kesempatan tampil di Piala Dunia tidak datang setiap saat. Karena itu, ia berusaha memainkan pertandingan dengan keberanian dan keyakinan penuh.
“Saya ingin tampil positif dan terus mencoba. Jika satu aksi gagal, saya akan mengambil bola lagi dan mencoba kembali”, ujar McGinn dilansir Mataredaksi dari laman resmi fifa.com.
(Sumber foto: @Skotlandia/X)
Gannon-Doak Puji Dukungan Suporter
Pemain sayap AFC Bournemouth itu mengaku masih menikmati momen debutnya di Piala Dunia bersama Skotlandia. Menurut Ben Gannon-Doak, dukungan para suporter Tartan Army menjadi salah satu alasan yang membuat pertandingan tersebut terasa istimewa.
“Ini nomor satu dalam karier saya sejauh ini. Debut Piala Dunia bersama Skotlandia tidak bisa lebih baik dari ini”, ujarnya.
Ia juga memuji ribuan pendukung Skotlandia yang memenuhi stadion dan terus memberikan energi kepada para pemain sepanjang pertandingan.
“Penggemar Skotlandia selalu datang dalam jumlah besar dan menciptakan suasana luar biasa. Saya menikmati setiap menit pertandingan ini”, kata Gannon-Doak.
Pemain berusia 20 tahun itu menambahkan bahwa kepercayaan diri dan kebebasan bermain menjadi kunci penampilannya. Ia merasa mampu tampil tanpa rasa takut saat membawa bola dan menyerang pertahanan lawan.
Masih Ada Ruang untuk Berkembang
Meski meraih kemenangan, Gannon-Doak menilai Skotlandia masih bisa meningkatkan performa. Ia merasa timnya tampil cukup baik dalam membangun serangan, tetapi belum mampu mengontrol pertandingan secara konsisten hingga peluit akhir.
“Kami bermain cukup baik dan mampu maju ke depan. Namun, kami ingin lebih banyak menguasai bola pada fase akhir pertandingan serta menciptakan satu atau dua gol tambahan”, ujarnya.
Gannon-Doak juga menyempatkan diri memberikan pujian kepada McGinn yang menjadi penentu kemenangan.
“Dia selalu bercanda sepanjang waktu, tetapi dia pemain yang luar biasa. Saya tidak bisa membayangkan apa yang ia rasakan ketika bola masuk ke gawang”, katanya sambil tersenyum.
Tantangan Besar Menanti
Lebih lanjut, John McGinn mengakui Skotlandia sempat frustrasi karena gagal mengendalikan pertandingan sepenuhnya saat menghadapi Haiti. Namun, ia melihat hasil tersebut sebagai fondasi yang baik untuk menghadapi dua laga berat berikutnya.
Menurutnya, Skotlandia masih memiliki banyak potensi yang belum sepenuhnya ditunjukkan pada pertandingan pembuka.
“Hal yang positif bagi kami adalah masih ada banyak peningkatan yang bisa dilakukan. Haiti memiliki pemain-pemain berbahaya di lini depan sehingga menjaga clean sheet menjadi hal yang sangat penting”, ujar McGinn.
Fokus ke Maroko dan Brasil
Ia menyadari Maroko dan Brasil merupakan dua tim yang berada di jajaran elite dunia. Meski demikian, gelandang Aston Villa itu menilai gaya bermain kedua lawan tersebut bisa membuka ruang bagi Skotlandia untuk memaksimalkan serangan balik.
Menurut McGinn, Skotlandia dapat tampil lebih efektif ketika menghadapi tim yang gemar menguasai bola dan memberi ruang untuk melakukan transisi cepat.
“Maroko dan Brasil memiliki kualitas luar biasa. Namun, situasi seperti itu mungkin lebih cocok bagi kami karena kami bisa bermain lebih efektif saat melakukan transisi dan serangan balik. Kami tahu apa yang dipertaruhkan”, kata McGinn.
(MR-02)






