Laga Berakhir Mengejutkan
Mataredaksi.com, BOGOR – Tim nasional Spanyol gagal memulai kiprah mereka di Grup H Piala Dunia FIFA 2026 dengan kemenangan, setelah ditahan imbang 0-0 debutan Tanjung Verde, di Stadion Atlanta, Georgia, Amerika Serikat, Senin (15/6/2026) malam WIB.
Wasit Adham Makhadmeh memimpin laga yang penuh tekanan dari tim unggulan. Hasil ini menjadi salah satu kejutan terbesar di awal turnamen, saat Tanjung Verde tampil disiplin menghadapi tim dengan peringkat jauh lebih tinggi.
Vozinha Jadi Tembok Kokoh Tanjung Verde
Kiper Tanjung Verde, Josimar José Évora Dias atau Vozinha, tampil sebagai bintang utama pertandingan. Ia mencatat tujuh penyelamatan penting yang menggagalkan berbagai peluang emas Spanyol.
Sejak awal laga, Spanyol langsung menekan. Pedro González López alias Pedri menguji refleks Vozinha pada menit ke-15, tetapi kiper berusia 40 tahun itu mampu mengamankan bola dengan tenang.
Tekanan Spanyol meningkat menjelang akhir babak pertama. Ferran Torres melepaskan tembakan yang membentur mistar gawang setelah kerja sama Rodrigo Hernández dan Marc Cucurella membuka ruang serangan.
Tidak lama kemudian, Mikel Oyarzabal juga mengancam lewat sundulan keras, tetapi Vozinha kembali melakukan penyelamatan gemilang.
Spanyol Dominasi, Tanjung Verde Bertahan Disiplin
Spanyol terus menguasai permainan dengan penguasaan bola tinggi dan tekanan konstan. Namun, lini belakang Tanjung Verde tampil disiplin dan kompak.
Ferran Torres kembali mencoba peruntungan lewat tembakan dari sisi kiri, tetapi Vozinha menepisnya ke area aman. Aymeric Laporte juga memaksa kiper lawan bekerja keras lewat sundulan, namun peluang itu kembali gagal menjadi gol.
Roberto “Pico” Lopes ikut berperan penting dengan memblok tembakan Oyarzabal di dalam kotak penalti.
Masuknya Yamal Tak Ubah Situasi
Pelatih Luis de la Fuente memasukkan Lamine Yamal dan Mikel Merino pada babak kedua untuk menambah daya gedor. Namun, perubahan itu tidak langsung mengubah jalannya pertandingan.
Yamal mencoba memberi kecepatan di lini depan, tetapi Tanjung Verde tetap mampu menjaga struktur pertahanan dengan baik. Spanyol terus menekan, tetapi penyelesaian akhir mereka tidak berjalan efektif hingga akhir laga.
Tanjung Verde Hampir Curi Kemenangan
Tanjung Verde hampir mencetak gol kemenangan di menit akhir. Edilson Alberto Monteiro Sanches Borges, yang dikenal sebagai Diney, menyambut peluang emas lewat sundulan, tetapi Unai Simón masih mampu melakukan penyelamatan penting.
Kesempatan itu menjadi satu-satunya momen nyata Tanjung Verde untuk mencuri kemenangan, tetapi mereka tetap mengamankan satu poin bersejarah.
Spanyol Dominan, Tapi Mandul Gol
Spanyol mencatat 27 tembakan dengan tujuh tepat sasaran. Namun, mereka gagal mencetak gol dan hanya menghasilkan expected goals (xG) sebesar 2,29.
Tim asuhan Luis de la Fuente juga mencatat 12 tembakan di babak pertama, tetapi sebagian besar datang dari jarak jauh dan tidak efektif.
Sejak mencetak gol di Piala Dunia 2022 melawan Jepang, Spanyol tercatat menyelesaikan 2.475 operan tanpa menghasilkan gol dalam periode tertentu di turnamen ini.
Vozinha Tampil Pecahkan Rekor
Vozinha mencatat sejarah sebagai pemain tertua yang tampil dalam debut Piala Dunia sebuah negara pada usia 40 tahun 12 hari. Ia juga menjadi kiper berusia di atas 40 tahun dengan jumlah penyelamatan terbanyak dalam satu laga Piala Dunia sejak 1986.
Performa gemilangnya membuat Tanjung Verde langsung mencuri perhatian pada debut mereka di panggung dunia.
Tanjung Verde Tahan Spanyol, Curi Poin Bersejarah
Tanjung Verde kini mencatat debut yang solid dan langsung mengirim sinyal bahwa mereka bukan sekadar pelengkap di Grup H Piala Dunia 2026.
Hasil imbang ini membuat Tanjung Verde pulang dengan satu poin bersejarah, sementara Spanyol harus mengevaluasi penyelesaian akhir mereka di laga pembuka Grup H. (MR-02)






