Mataredaksi.com, BOGOR – Stadion Puskás Arena, Budapest, Hongaria, kembali menghadirkan drama yang mengubah arah bursa pelatih tim nasional. Harapan publik Indonesia untuk melihat Heimir Hallgrímsson menukangi Skuad Garuda akhirnya sirna. Bukan karena penolakan sejak awal, melainkan karena kesuksesan besar sang pelatih yang justru menutup peluang PSSI.
Rumor dari Irlandia dan Ketertarikan PSSI
Spekulasi soal ketertarikan Indonesia muncul pertama kali dari Irish Examiner. Surat Kabar Harian Nasional di Irlandia itu melaporkan bahwa Heimir Hallgrímsson masuk dalam radar PSSI jika kontraknya bersama Timnas Republik Irlandia habis bulan ini.
“Heimir Hallgrímsson dikabarkan menarik minat dari Indonesia jika masa jabatannya sebagai pelatih Republik Irlandia berakhir bulan ini”, tulis Irish Examiner.
Situasi Irlandia pada saat itu tampak rapuh. Nathan Michael Collins dan kawan-kawan masih terjebak di posisi sulit di Grup F dan kontrak sang pelatih mendekati masa akhir. Namun semua prediksi berubah setelah dua laga penutup.
Irlandia Menggila, Rumor ke Indonesia Padam
The Boys in Green tampil brilian di bawah sentuhan Heimir Hallgrímsson, Irlandia mengalahkan Portugal 2–0, lalu menundukkan Hongaria 3–2 dalam duel panas di Budapest. Dua kemenangan itu melesatkan mereka ke posisi runner-up dan memastikan tiket playoff Kualifikasi Piala Dunia FIFA 2026.
Kesuksesan itu membuat Heimir Hallgrímsson menutup pintu keluar. Ia secara langsung membantah rumor yang menghubungkannya dengan Tim nasional Indonesia.
“Tidak, sama sekali tidak (menjadi pelatih Timnas Indonesia). Saya berencana bertahan di sini sampai Juni, untuk Piala Dunia. Tidak ada hal lain yang lebih penting”, ujar Heimir Hallgrímsson kepada The Journal.
PSSI Dikejar Waktu
Sementara Irlandia memantapkan langkahnya, PSSI harus bergerak cepat. Federasi sepak bola Indonesia pun perlu menunjuk pelatih baru sebelum FIFA Matchday Maret 2026 agar Skuad Garuda punya waktu adaptasi yang cukup. Jadwal makin padat karena Indonesia juga menghadapi Piala AFF 2026 pada Juli–Agustus.
Drama di Puskás Arena Mengubah Segalanya
Tekanan besar menyelimuti Puskás Arena ketika The Magyars – julukan Timnas Hongaria – membuka laga dengan gol Dániel Lukács pada menit ketiga. Troy Parrott menyamakan skor lewat penalti, tetapi Barnabás Varga membawa Hongaria kembali memimpin 2–1.
‘Anak Laki-laki Berbaju Hijau’ itu pun bangkit melalui performa keras Caoimhín Kelleher yang beberapa kali menggagalkan peluang tuan rumah. Momentum berubah pada menit ke-80 ketika Parrott mencetak gol keduanya. Skor 2–2 belum cukup, tetapi semangat Irlandia belum padam.
Di masa tambahan waktu, Kelleher mengirim bola panjang ke depan. Bola disundul ke ruang kosong dan Parrott menyambar cepat sebelum kiper Dénes Dibusz bereaksi. Gol menit 90+5 itu memastikan hattrick Parrott sekaligus mengunci kemenangan 3–2.
Irlandia Lolos, Hallgrímsson Menetap
Kemenangan itu menjadi kemenangan ketiga beruntun setelah mengalahkan Portugal dan Armenia. ‘Anak Laki-laki Berbaju Hijau’ itu finis sebagai runner-up Grup F dengan 10 poin, unggul dua angka dari Hongaria dan terpaut tiga dari Portugal.
Prestasi itu memastikan Heimir Hallgrímsson tetap menukangi Timnas Republik Irlandia. Kini PSSI harus memutar arah dan mencari kandidat lain untuk mengisi kursi pelatih Timnas Indonesia. (MR-01)






