“Ini gila. Saya pikir dia berusia 30 tahun, dia sangat dewasa dan rendah hati. Dia datang ke turnamen dengan kebebasan, tanpa khawatir atau peduli. Dia luar biasa bagi kami, muncul di saat-saat besar ketika kami membutuhkannya”
Mataredaksi.com, ZÜRICH – Atmosfer positif menggelayut di langit kamp The Lionesses, sebutan Timnas Wanita Inggris, jelang laga final Euro 2025 lawan Spanyol, Minggu (23/7/2025) nanti malam pukul 23.00 WIB.
Hal itu dikuatkan dengan tekad sang gelandang, Ella Toone yang mengaku tak ada tekanan apapun jelang laga dan dirinya sangat siap menghadapi partai pamungkas, di Basel.
“Tekanan hanyalah hal-hal yang kami kenakan pada diri kami sendiri. Kami telah mencapai final untuk ketiga kalinya berturut-turut, dan itu adalah sesuatu yang dapat kami pegang tinggi-tinggi dan kami harus bangga akan hal itu”, kata pemain berusia 25 tahun itu.
Rasa bangga Toone memang bukan tanpa sebab. Pasalnya, Inggris sendiri sempat tertatih-tatih sebelum memastikan diri sebagai kontestan final. Bahkan, skuad asuhan Sarina Wiegman ini nyaris tersingkir dua kali, meski kemudian, secara dramatis sukses memenangkan pertandingan.
“Ini gila, saya tidak semua untuk drama tetapi kami telah membuatnya dramatis. Kadang-kadang sepak bola tidak terjadi seperti yang Anda inginkan, tetapi kami tidak pernah menyerah, kami mungkin memberi para penggemar di rumah serangan jantung, tetapi kami tidak pernah menyerah”, papar Toone.
“Saya pikir kami hampir membunuh (pelatih Sarina Wiegman) dua kali turnamen ini, dia mengatakan kami telah menua dengannya”, tambahnya.
Menariknya, Toone juga memuji pemain termuda Inggris Agyemang. Menurutnya, kontribusi pemain depan berusia 19 tahun itu bagi Inggris sangat besar. Ia bahkan yakin, Agyemang akan segera menemui ketenarannya.
“Ini gila. Saya pikir dia berusia 30 tahun, dia sangat dewasa dan rendah hati. Dia datang ke turnamen dengan kebebasan, tanpa khawatir atau peduli. Dia luar biasa bagi kami, muncul di saat-saat besar ketika kami membutuhkannya”, kata Toone lagi.
Terlepas dari itu, Toone berharap hari Minggu akan tanpa drama kemenangan mereka atas Swedia, di perempat final, dan Italia di semifinal, dengan remaja Michelle Agyemang mencetak gol pada kematian untuk menyelamatkan ‘Singa Betina’ dari tepi jurang di keduanya. (MR-2)






