Inspeksi Aloptama di Stasiun Geofisika Bandung
Mataredaksi.com, BANDUNG – Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Teuku Faisal Fathani melakukan inspeksi ke Stasiun Geofisika Bandung untuk memastikan kesiapan alat utama operasional (aloptama), Kamis (6/11/2025).

Kunjungan ke pangkalan yang berada di Jl. Cemara No.66, Pasteur, Kecamatan Sukajadi, Kota Bandung, Jawa Barat, merupakan bagian dari penguatan layanan sistem peringatan dini kegempaan dan potensi tsunami, sejalan dengan prioritas nasional penanggulangan bencana dan visi Indonesia Emas 2045. Di samping itu, Faisal juaga berdialog langsung dengan para pegawai.
Pengecekan Alat Utama Operasional
Dalam kunjungan tersebut, Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani meninjau ruang observasi dan sistem pemantauan real-time. Ia mengecek sensor seismik, akselerograf, serta jaringan komunikasi data. Tim teknis menjelaskan kondisi sensor, latency data, dan integrasi jaringan regional–nasional agar informasi gempa cepat, tepat, dan mudah dipahami publik serta pemangku kepentingan.

“Keandalan aloptama menjadi fondasi layanan. Setiap detik keterlambatan atau ketidakpastian dapat berimplikasi pada keselamatan. Oleh karena itu, kami menekankan disiplin dalam standar operasional, kalibrasi, dan pemeliharaan preventif”, ujar Faisal saat berdiskusi dengan pegawai.
Audiensi dan Penguatan SDM
Setelah pengecekan peralatan, Faisal menggelar audiensi dengan pegawai Stasiun Geofisika Bandung. Agenda mencakup penguatan tata kelola data, peningkatan literasi kebencanaan publik, serta program SDM Unggul BMKG. Program ini menargetkan peningkatan kompetensi di berbagai bidang yang mendukung kemajuan sistem, kualitas, dan ketepatan data BMKG.

Selain itu, Faisal menekankan peran strategis Stasiun Geofisika Bandung dalam ekosistem peringatan dini nasional. Ia mendorong penguatan jejaring sensor di Jawa Barat, data sharing dengan pusat dan stasiun sekitar, serta uji rutin sirene dan kanal diseminasi. “Kami tidak hanya membaca data, tetapi menerjemahkan sains menjadi keputusan yang menyelamatkan”, tambahnya.
Modernisasi Aloptama dan Kolaborasi Lintas Sektor
Langkah penguatan di Bandung selaras dengan program pemerintah memperkuat ketahanan bencana sebagai prasyarat pembangunan berkelanjutan. Melalui modernisasi aloptama, digitalisasi layanan, dan peningkatan kapasitas SDM, BMKG memastikan layanan informasi geofisika andal, terukur, dan responsif. Selain itu, BMKG memperkuat kolaborasi dengan BNPB, BPBD, TNI/Polri, akademisi, media, dan komunitas siaga bencana.

Dengan pengawasan menyeluruh atas aloptama dan penguatan kapasitas SDM BMKG di daerah, Stasiun Geofisika Bandung semakin sigap dan presisi dalam memberikan informasi kebencanaan. Hal ini mendukung keselamatan masyarakat, keberlanjutan pembangunan, dan percepatan pencapaian Indonesia Emas. (MR-05)






