Catatan Disiplin Buruk Warnai Kekalahan AS Monaco dari FC Lorient

AMATI PERTANDINGAN – Pelatih AS Monaco FC, Sébastien Pocognoli, memantau jalannya laga dari sisi lapangan saat timnya takluk 1-3 dari FC Lorient pada pekan ke-18 Ligue 1 McDonald’s 2025/2026, di Stade Louis II, Sabtu (17/1/2026) dini hari WIB. Pada pertandingan ini, Les Rouge et Blanc kembali kehilangan kontrol di menit-menit akhir, situasi yang mencerminkan masalah disiplin yang terus membayangi. (Sumber foto: X/@Ligue1)

Mataredaksi.com, BOGOR – Menjelang laga melawan FC Lorient pada Jumat (16/1/2026) malam waktu setempat, Association Sportive de Monaco Football Club atau AS Monaco FC menghadapi persoalan serius di luar urusan taktik.

Tim berjuluk Les Rouge et Blanc itu bergulat dengan catatan disiplin terburuk mereka musim ini di Ligue 1 McDonald’s. Situasi tersebut muncul di tengah upaya AS Monaco FC besutan Sébastien Pocognoli menjaga konsistensi performa di kompetisi domestik.

Catatan Fair Play yang Mengkhawatirkan

Menurut laporan harian regional Prancis Selatan, Nice-Matin, AS Monaco FC kini menempati peringkat ke-17 dari 18 tim dalam klasemen fair play Ligue 1. AS Monaco FC mengoleksi 40 kartu kuning, jumlah terbanyak di liga musim ini.

Selain itu, tim asuhan Sébastien Pocognoli juga mengantongi lima kartu merah. Jumlah tersebut hanya kalah dari AJ Auxerre yang mencatat enam kartu merah.

Bahkan, dalam 10 pertandingan terakhir, Monaco harus bermain dengan 10 pemain sebanyak lima kali. Kondisi itu jelas mengganggu stabilitas permainan tim.

https://media.letelegramme.fr/api/v1/images/view/696aba20c1ca4306ba0e032d/web_golden_xxl/696aba20c1ca4306ba0e032d.1SALAM KEMENANGAN – Pelatih FC Lorient, Olivier Pantaloni, menyalami para pemainnya usai kemenangan 3-1 atas AS Monaco FC pada pekan ke-18 Ligue 1 McDonald’s 2025/2026, di Stade Louis II, Sabtu (17/1/2026) dini hari WIB. (Sumber foto: X/@Ligue1)

Rentetan Kartu Merah Picu Perdebatan

Sejumlah keputusan wasit memicu perdebatan sepanjang musim. Insiden dimulai dari kartu merah Thilo Kehrer saat menghadapi FC Lorient. Setelah itu, wasit mengusir Folarin Balogun secara langsung dalam laga kontra RC Lens.

Masalah disiplin berlanjut ketika Kehrer kembali menerima kartu merah saat menghadapi Paris Saint-Germain. Tak lama berselang, Stanis Idumbo juga diusir wasit dalam pertandingan melawan Orléans pada Sabtu lalu.

Menariknya, kartu kuning pertama Idumbo muncul dalam laga yang relatif berjalan bersih. Situasi ini pun menimbulkan tanda tanya terkait konsistensi keputusan wasit.

Keputusan Tegas dan Insiden Lain

Di sisi lain, beberapa kartu merah dinilai tak terbantahkan. Denis Zakaria menerima kartu merah saat menghadapi Stade Rennais FC. Sementara itu, wasit juga mengusir Mamadou Coulibaly dalam laga kontra Olympique Lyonnais.

Namun, Monaco menyoroti insiden lain ketika Lamine Camara lolos dari kartu merah. Camara tetap bermain meski melakukan tekel keras dengan menginjak pergelangan kaki kiper Lille, Lucas Chevalier.

Krisis Pemain Jelang Pertandingan

Masalah disiplin semakin memperberat situasi Monaco. Tiga pemain harus menjalani skorsing, yakni Coulibaly, Kehrer, dan Idumbo.

Selain itu, tujuh pemain lain masih berkutat dengan cedera. Kondisi ini membuat ruang rotasi tim semakin terbatas jelang laga penting melawan Lorient.

Pandangan Pelatih Sébastien Pocognoli

https://image-service.onefootball.com/transform?w=840&h=630&dpr=2&image=https%3A%2F%2Ffilebucket.onefootball.com%2F2026%2F1%2F1768609459573-getty_2255978561.jpgUSAI PERTANDINGAN – Pelatih AS Monaco FC, Sébastien Pocognoli, meninggalkan lapangan usai timnya kalah 1-3 dari FC Lorient pada pekan ke-18 Ligue 1 McDonald’s 2025/2026, di Stade Louis II, Sabtu (17/1/2026) dini hari WIB. (Sumber foto: X/@Ligue1)

Pelatih AS Monaco FC, Sébastien Pocognoli, menilai persoalan disiplin turut memengaruhi mental pemain. Ia menyebut kondisi sulit membuat beberapa pemain ragu saat terlibat duel dan memilih bermain aman.

Selain itu, Pocognoli menyoroti masalah kebugaran yang tersisa dari era kepelatihan Adi Hütter sebelum hengkang pada Oktober lalu. Menurutnya, kondisi fisik tersebut mengurangi intensitas serta ketajaman permainan tim.

Lebih lanjut, Pocognoli mendorong terciptanya suasana yang lebih tenang. Ia menekankan pentingnya dialog yang lebih baik dengan para ofisial pertandingan. Pendekatan serupa, kata dia, pernah membuahkan hasil positif saat ia bekerja di Belgia.

Pelatih asal Belgia itu juga berharap para pemain senior mengambil peran lebih besar. Ia menilai Wout Faes, bek berusia 27 tahun yang diproyeksikan tampil melawan Lorient, mampu membantu menstabilkan tim. Pocognoli pun optimistis keseimbangan akan kembali dan berharap momen tersebut segera tiba. (MR-01)

Sumber: Nice-Matin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *