Mataredaksi.com, BOGOR — Pelatih Inter Milan, Cristian Chivu, memuji sikap timnya setelah kemenangan 2-0 atas Società Sportiva Lazio di Stadion Giuseppe Meazza, San Siro, Senin (10/11/2025) dini hari WIB. Ia menilai para pemain tampil dominan dan disiplin dalam menjaga tekanan tinggi yang menjadi ciri khas permainan Nerazzurri musim ini.
Chivu menilai kemenangan ini menjadi buah dari pendekatan tim yang agresif sejak menit awal. Lautaro Martínez membuka keunggulan cepat, disusul gol Ange-Yoan Bonny pada babak kedua yang memastikan Inter menutup pekan ke-11 Serie A di puncak klasemen.
“Saya menyukai pendekatan ini — niat untuk menjadi dominan dan mengendalikan pertandingan melawan tim yang kami tahu sangat terorganisasi”, ujar Chivu kepada DAZN Italia. “Kami sadar dengan apa yang harus dilakukan dan sikap yang dibutuhkan malam ini”.
Martinez Kembali Bugar dan Tersenyum

Chivu juga menyinggung perubahan positif dari Lautaro Martínez yang kembali menemukan ketajamannya setelah empat laga tanpa gol. Ia menilai sang kapten tampil lebih rileks dan percaya diri sejak diminta untuk bermain dengan senyum dan ekspresi tenang.
“Gol datang ketika Anda santai dan tahu bahwa Anda seorang pemimpin”, kata Chivu. “Lautaro Martínez bekerja sangat keras dan menempatkan dirinya untuk tim. Dia harus terus tersenyum, karena bahkan saat tidak mencetak gol, dia memberi inspirasi dan contoh bagi rekan-rekannya”.
Perubahan Gaya: Tekanan Tinggi ala Chivu
Sejak menggantikan Simone Inzaghi, Chivu menerapkan gaya menekan ultra-agresif yang menuntut stamina dan fokus tinggi. Alessandro Bastoni menjadi contoh sukses dari strategi itu, setelah berhasil merebut bola untuk proses gol pertama melawan S.S Lazio.

“Tidak mudah mempertahankan intensitas seperti ini ketika Anda bermain setiap tiga hari”, ujar Chivu. “Kami perlu tahu kapan harus menekan dan kapan menahan diri. Rotasi pemain sangat penting agar energi tim tetap terjaga”.
Chivu menambahkan, keberhasilan menjaga keseimbangan permainan juga berkat kontribusi seluruh pemain. Ia memuji performa Petar Sučić dan Piotr Zieliński yang mampu menutup absennya Henrikh Mkhitaryan, serta solidnya lini belakang yang dijaga Carlos Augusto dan Yann Aurel Bisseck.
“Kami memiliki 22 pemain yang semua bekerja keras. Tidak mudah menentukan siapa yang bermain, tapi saya puas dengan perkembangan mereka. Semua masih punya ruang untuk berkembang”, ucapnya.
Fokus ke Derby della Madonnina
Kemenangan ini membuat Inter Milan berbagi puncak klasemen Serie A dengan AS Roma, sama-sama mengoleksi 24 poin. AC Milan dan Napoli menguntit dengan 22 poin menjelang jeda internasional.

Meski laga berikutnya adalah Derby della Madonnina, Chivu memilih memanfaatkan waktu rehat untuk beristirahat bersama keluarga sebelum kembali ke rutinitas padat Serie A.
“Saya ingin menikmati beberapa hari tenang, menonton NFL, dan menghabiskan waktu bersama keluarga”, kata Chivu sambil tersenyum. “Kami butuh jeda sebelum kembali bersiap menghadapi laga besar berikutnya”, pungkasnya.(MR-01)






